Khidmat dan Meriah, PPSQ Asy-Syadzili 1 Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026 

Written by

in

Malang, 22 Oktober 2026 — PPSQ Asy-Syadzili 1 menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan meriah dan khidmat. Upacara tahun ini menampilkan formasi baru Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan kegiatan.

Zulham Akhmad Mubarrok bertindak sebagai inspektur upacara. Beliau dikenal sebagai tokoh pemuda di Kabupaten Malang yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik, teknologi, dan organisasi kepemudaan. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur dan, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, aktif dalam pengembangan teknologi digital di lingkungan pesantren.

Dalam amanatnya, Beliau membahas makna angka 94 dalam Resolusi Jihad, yang merujuk pada jarak sekitar 94 kilometer dari Surabaya. Angka tersebut berkaitan dengan konsep dua marhalah dalam fiqih Islam, yang menjadi salah satu landasan dalam memahami kewajiban umat Islam untuk membela tanah air. Kewajiban tersebut dibedakan menjadi fardhu ‘ain bagi individu dan fardhu kifayah bagi kelompok, dengan ketentuan tertentu sesuai kondisi perjuangan.

Ia juga menekankan bahwa santri harus mampu menjadi pemimpin negeri, bukan hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, integritas, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. Pesan tersebut sejalan dengan slogan HSN 2026, “Bersama Santri Kita Wujudkan Indonesia Emas.”

Melalui peringatan ini, para santri diharapkan dapat meneladani perjuangan ulama terdahulu sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Malang, 22 Oktober 2026 — PPSQ Asy-Syadzili 1 menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan meriah dan khidmat. Upacara tahun ini menampilkan formasi baru Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan kegiatan.

Zulham Akhmad Mubarrok bertindak sebagai inspektur upacara. Beliau dikenal sebagai tokoh pemuda di Kabupaten Malang yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik, teknologi, dan organisasi kepemudaan. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur dan, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, aktif dalam pengembangan teknologi digital di lingkungan pesantren.

Dalam amanatnya, Beliau membahas makna angka 94 dalam Resolusi Jihad, yang merujuk pada jarak sekitar 94 kilometer dari Surabaya. Angka tersebut berkaitan dengan konsep dua marhalah dalam fiqih Islam, yang menjadi salah satu landasan dalam memahami kewajiban umat Islam untuk membela tanah air. Kewajiban tersebut dibedakan menjadi fardhu ‘ain bagi individu dan fardhu kifayah bagi kelompok, dengan ketentuan tertentu sesuai kondisi perjuangan.

Ia juga menekankan bahwa santri harus mampu menjadi pemimpin negeri, bukan hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, integritas, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. Pesan tersebut sejalan dengan slogan HSN 2026, “Bersama Santri Kita Wujudkan Indonesia Emas.”

Melalui peringatan ini, para santri diharapkan dapat meneladani perjuangan ulama terdahulu sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *