MALANG — Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (PPSQ) Asy-Syadzili mengawali rangkaian peringatan Haul ke-36 almarhum KH. Ahmad Syadzili Muhdlor dengan menggelar penutupan Khotmil Qur’an Bani Syadzili pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut berjalan khidmat dan penuh keberkahan, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang serta meneladani perjuangan dan keteladanan almarhum KH. Ahmad Syadzili Muhdlor.
Acara akbar ini dihadiri oleh ratusan warga, para masyayikh, habaib, serta seluruh civitas akademika dari Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan sholawat dan mahalul qiyam oleh tim Al-Banjari Asy-Syadzili. Acara kemudian dipandu oleh Ustaz M. Fikri Pratama yang membuka kegiatan dengan menyampaikan penghormatan kepada para tamu undangan.

Prosesi dilanjutkan dengan pembukaan oleh Pengasuh PPSQ Asy-Syadzili 5, K.H. Abdul Qodir Syadzili, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ikhwan Fakrur Rifqi. Rangkaian Khotmil Qur’an Bani Syadzili dan Tahlil kemudian ditutup secara resmi oleh Agus Choirul Huda Al-Hafidz.
Dalam sesi sambutan, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Dr. K.H. Ahmad Mujayyid, M.A., sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan panitia dalam menyambut tamu undangan. Beliau juga menekankan pentingnya menjalankan amanah almarhum untuk terus memperjuangkan dunia pendidikan dan memperingati haul para sesepuh. Selain itu, disampaikan pula komitmen Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili khususnya institusi IAI Asy-Syadzili untuk terus terbuka dalam mencetak sarjana-sarjana santri yang siap mendedikasikan ilmunya bagi masyarakat.
Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh Prof. Dr. K.H. Ahmad Mujayyid, M.A. Dalam tausiahnya, beliau menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan kunci kesuksesan hidup. Menurutnya, umat Islam tidak seharusnya identik dengan kemiskinan karena Al-Qur’an telah menyediakan pedoman hidup, yang tentu harus dibarengi dengan kerja keras dan ikhtiar nyata.
Beliau turut memberikan perumpamaan mengenai dinamika usaha dan rezeki, serta mengibaratkan kedekatan seorang hamba kepada Allah melalui dzikir dan salat seperti kedekatan seseorang kepada pemimpin atau pemerintah, yang akan mendatangkan rahmat dan keberkahan bagi keturunan sebagaimana dicontohkan oleh KH. Ahmad Syadzili.
Selain itu, Prof. K.H. Ahmad Mujayyid mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan kehadiran hati saat melaksanakan salat berjamaah, serta menghindari pikiran negatif. Beliau juga berpesan agar momentum Haul Akbar ini tidak sekadar dimaknai sebagai ajang mengenang perjuangan ulama, tetapi juga momentum memanjatkan doa demi keselamatan dunia dan akhirat disertai adab yang baik dalam berdoa.
Rangkaian acara Haul ke-36 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ini ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Habib Ahmad

Leave a Reply