Category: Berita

  • Idul Adha dan Malam Kebersamaan Santri PPSQ Asy-Syadzili

    Idul Adha dan Malam Kebersamaan Santri PPSQ Asy-Syadzili

    Perayaan Idul Adha 1447H atau 2026, pondok pesantren salaf Al Quran asy-syadzili merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat. Kegiatan pemotongan hewan qurban di pondok Asy Syadzili tahun ini juga berjalan lancar. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan PPSQ Asy-Syadzili setelah rangkaian penyembelihan hewan qurban selesai dilaksanakan.

    Tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi kepada masyarakat, Hari Raya Idul Adha juga menjadi ajang mempererat ukhuwah antarsantri melalui kegiatan nyate, serta kegiatan penyembelihan hewan qurban.

    Aktivitas pemotongan hingga pengemasan daging qurban pun berlangsung dengan lancar dan tertib. Para santri yang telah ditunjuk sebagai panitia qurban tampak antusias menjalankan tugas masing-masing. Mereka bekerja sama dalam proses pemotongan, penimbangan, hingga pembungkusan daging yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat.

    Kegiatan Idul Adha tahun ini juga menghadirkan suasana yang begitu meriah dan penuh kebersamaan. Tidak hanya diikuti oleh para santri, tetapi juga melibatkan para shohibul qurban, asatidz, serta warga sekitar yang turut hadir menyaksikan jalannya proses penyembelihan hingga pembagian daging qurban. Kehadiran berbagai kalangan tersebut semakin menambah hangat suasana kekeluargaan di lingkungan pondok.

    Daging qurban yang telah dikemas kemudian dibagikan kepada para shohibul qurban, masyarakat sekitar pondok, serta warga di lingkungan sekitar. Ratusan bungkus daging berhasil didistribusikan kepada penerima manfaat, belum termasuk bagian lain seperti kepala, kaki, dan buntut yang juga dibagikan secara terpisah.

    Kegiatan perayaan hari raya idul adha pada hari ini, tidak hanya berefek pada masyarakat sekitar pesantren. Namun, para santri juga merasakan daging kambing yang telah diolah oleh orang-orang bagian dapur pesantren dengan acara makan bersama ala santri. yakni setiap kalangan yang hadir dipersilahkan untuk membuat kelompok duduk berisi 5 orang per kelompok. Kemudian masing-masing kelompok akan diberikan 1 porsi besar talam yang berisi lauk daging yang sangat lezat.

    Setelah proses penyembelihan dan pendistribusian serta perayaan daging qurban selesai, para santri mulai berkumpul bersama teman-teman sekamar untuk menyiapkan kegiatan bakar bakar sederhana. Dengan penuh semangat, mereka saling berbagi tugas, mulai dari memotong daging, menusuk sate, menyiapkan bumbu, hingga menyalakan bara api. Suasana keakraban tampak begitu hidup di setiap sudut pondok. Canda tawa para santri menghiasi malam, menciptakan momen sederhana namun penuh makna.

    Berbeda dari tahun sebelumnya, tradisi nyate tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, jika tahun lalu perayaan Idul Adha dikemas dengan adanya perlombaan memasak sate antar kamar yang kriteria penilainnya meliputi rasa, kreativitas, kebersihan dan kekompokan. Namun, pada tahun ini dikemas sederhana dengan rasa harmonis serta kekeluargaan.

    Kegiatan ini berlangsung di dua halaman utama pondok yakni, lapangan atas & lapangan bawah. Menu ragam sepeti gulai, sate, rawon dan soto turut serta menghiasi acara meriahnya di malam hari ini. Setelah proses sate menyate para santri berkumpul untuk memakan masakan dari hasil kerja mereka. Di sini, mereka bukan hanya di tuntut untuk membuat masakan yang enak, mereka juga di ajarkan tentang rasa kuatnya ukhuwah Islamiyah antar sesama anggota kamar, serta menambah ilmu pengetahuan mereka tentang dunia persate menyatean.

    Kesederhanaan pada tahun ini justru menciptakan nuansa kehangatan serta kebersamaan, karena pada tahun ini mereka tidak dituntut untuk berlomba-lomba melainkan mereka diberi suatu momen untuk mempererat persaudaraan mereka. Momen sate menyate juga, tidak melulu tentang membakar/menggoreng masakan olahan dari daging yang telah diberikan panitia. Di sela-sela mereka mengolah mereka juga menyempatkan diri untuk bercanda gurau bersama temannya yakni dengan bermain conteng-contengan dengan arang, yang membuat wajah serta tubuh mereka seperti dekil, karena hitamnya wajah bekas contengan arang dari temannya.

    Dengan adanya serangkaian acara perayaan Idul Adha ini. Pondok pesantren salaf Al Quran Asy Syadzili berharap, dapat turut serta memeriahkan dengan tidak hanya menunaikan ibadah qurban saja. Melainkan, juga mengadakan kegiatan edukatif sebagai wadah bagi para santri untuk menuangkan berbagai macam kreatifitasnya, dan juga sebagai media untuk mempererat hubungan ukhuwah Islamiyah.

  • Penyembelihan Hewan Qurban di PPSQ Asy-Syadzili Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

    Penyembelihan Hewan Qurban di PPSQ Asy-Syadzili Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

    Suasana penuh syukur dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di PPSQ Asy-Syadzili pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT sekaligus sarana mempererat ukhuwah antara santri, pengurus, dan masyarakat sekitar.

    Sejak pagi hari, para panitia dan santri telah berkumpul di area penyembelihan dengan penuh antusias untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Hewan-hewan qurban yang sebelumnya telah diterima dari para Mudhohi terlebih dahulu diperiksa kondisinya guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan dan kelayakan hewan qurban.

    Proses penyembelihan dilakukan oleh tim yang berpengalaman dengan tetap memperhatikan adab-adab penyembelihan dalam Islam, mulai dari membaca basmalah dan takbir, menggunakan alat yang tajam, hingga memperlakukan hewan qurban dengan penuh kasih sayang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi para santri tentang makna keikhlasan, pengorbanan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

    Pada pelaksanaan qurban tahun ini, PPSQ Asy-Syadzili menerima sebanyak 21 hewan qurban yang terdiri dari tiga ekor sapi dan 18 ekor kambing, Sedangkan hewan-hewan lainnya berasal dari masyarakat, serta para santri atas nama pribadi yang turut berpartisipasi dalam ibadah qurban tahun ini. Salah satu sapi diatas namakan santri Asy Syadzili, namun pada hal ini tidak bisa disebut hewan qurban melainkan sebagai shadaqah biasa guna menambah rasa semangat para santri untuk berqurban pada tahun yang akan datang.

    Menariknya, para mudhohi juga diberikan kesempatan untuk belajar menyembelih hewan qurbannya secara langsung dengan pendampingan dari Habib Umar, atau yang akrab disapa Yek Umar. Pendampingan tersebut dilakukan agar para peserta tidak hanya berqurban, tetapi juga memahami tata cara penyembelihan yang benar sesuai tuntunan syariat Islam.

    Untuk memaksimalkan jalannya kegiatan, panitia membagi tugas ke dalam beberapa tim, mulai dari tim penyembelih, tim pemotongan dan pengemasan daging, hingga tim distribusi. Seluruh proses penyembelihan dan pemotongan berlangsung sejak pagi hari hingga menjelang waktu Dzuhur dengan suasana tertib dan penuh semangat gotong royong.

    Setelah seluruh proses selesai, daging qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, para santri, serta warga yang membutuhkan. Semangat berbagi dan kebersamaan begitu terasa sepanjang rangkaian kegiatan, mencerminkan nilai-nilai sosial yang menjadi inti dari ibadah qurban itu sendiri.

    Melalui kegiatan ini, PPSQ Asy-Syadzili berharap nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, qurban juga diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

    Semoga ibadah Qurban kita diterima olehnya.

  • Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Ponpes Asy-Syadzili

    Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Ponpes Asy-Syadzili

    PPSQ Asy-Syadzili menggelar sholat Idul Adha pada Rabu (27/5/26). Seluruh jamaah berkumpul di masjid Asy-Syadzili. Mulai dari malam (26/5) lantunan takbir tak ada hentinya menghiasi langit-langit Asy-Syadzili. Pelaksanaan Sholat idul adha berjalan dengan khidmat. Para santri dengan semangat terus melantunkan takbir.

    Pelaksanaan sholat Idul Adha dipimpin oleh Ust. Ikhwan Fakhrul Rifki selaku imam sholat Idul Adha Asy-Syadzili kali ini. Selepas salam, Habib Abdul Hadi Al Muhdlor selaku Khotib naik ke atas mimbar. Beliau mengusung tema meneladani kisah nabi Ibrahim As.

    “Mengambil kisah dari Nabi Ibrahim, beliau mengajarkan tentang keikhlasan, kesabaran, dan juga kepedulian. Kita harus meneladani dan mengamalkan do’a-do’a dari nabi Ibrahim dan juga mengambil pelajaran dari do’a-do’a beliau, diantaranya adalah do’a tentang meminta perlindungan dari dosa-dosa dan kesyirikan

    “رَبِّ ٱجْعَلْ هَـٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًۭا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ “ٱلْأَصْنَامَ

    “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”

    Dengan demikian kita harus senantiasa memupuk iman dan meminta pertolongan kepada Allah agar terhindar dari dosa-dosa. Sebab sekelas Nabi pun meminta agar di lindungi dari dosa, apalah kita yang hanya seorang hamba yang lemah dan seringkali melanggar aturan-Nya.

    Khutbah berakhir setelah matahari mulai nampak, seluruh santri beranjak meninggalkan masjid. Sebagian ada yang berfoto, sebagian lagi sudah duduk bersiap untuk melihat penyembelihan hewan qurban.

  • Malam Puncak Peringatan Haul Mbah Nyai Hj. Siti Rohmah Marzuki yang Ke-6

    Malam Puncak Peringatan Haul Mbah Nyai Hj. Siti Rohmah Marzuki yang Ke-6

    Puncak peringatan Haul ke-6 Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki hari ini berlangsung sangat khidmat. Rangkaian acara kali ini kurang lebih sama dengan agenda haul tahun-tahun sebelumnya, yaitu berupa pembacaan Al-Qur’an serentak oleh santri secara di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

    Sejak waktu Subuh tadi pagi (11/05/26), suasana di sekitar maqbaroh mu’assis dan pesantren sudah riuh dengan suara lantunan ayat suci. Panitia menyelenggarakan Khotmil Qur’an yang terbagi menjadi 20 majelis. Majelis-majelis ini tersebar di beberapa tempat untuk memastikan seluruh santri ikut merasakan keberkahan khataman Al-Qur’an, serta mengharapa-harapkan keberkahan beliau.

    Menariknya, dari 20 majelis tersebut, terdapat satu majelis pusat yang menjadi poros utama. Majelis pusat ini bertempat di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor. Berbeda dengan majelis lainnya yang baru dimulai pada waktu Subuh, majelis di maqbaroh ini sudah berjalan lebih awal, yakni sejak Minggu malam.

    Dimulainya khataman di maqbaroh tersebut bertepatan dengan penutupan acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili yakni pada malam tanggal 10/05/26. Dengan memperbanyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an harapannya dapat menambah keberkahan di hari-hari penuh barokah ini.

    Di sela-sela kesibukan mempersiapkan segala kesiapan haul, para santri terlihat begitu antusias dan penuh hormat mengikuti setiap rangkaian pembacaan Al-Qur’an. Pada sore harinya, Seluruh santri berkumpul di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor untuk mengikuti penutupan Khotmil Qur’an. Di sana, penutupan Khotmil Qur’an berlangsung dengan sangat istimewa karena dipimpin langsung oleh Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili.

    Kegiatan berlanjut kembali setelah sholat Maghrib berjamaah. Di dalam masjid dan area utama, para jamaah duduk rapi untuk mengikuti pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Agenda ini dilakukan bersama-sama untuk mendoakan almarhumah Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki agar segala amal baiknya diterima dan mendapatkan tempat yang paling mulia. Suasana terasa sangat tenang dan khidmat saat suara ratusan santri yang melantunkan tahlil dan doa terdengar kompak dan memenuhi seluruh pesantren.
    Setelah selesai dengan tahlil dan melaksanakan sholat Isya. Acara berlanjut ba’da Isya, suasana menjadi semakin meriah namun tetap khusyuk dengan adanya pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot.

    Yang membuat suasana malam itu terasa sangat istimewa adalah kehadiran para habaib dan para masyayikh di atas panggung utama. Dengan dipimpin langsung oleh para ulama dan habaib, pembacaan Dalailul Khoirot ini menjadi salah satu bagian terpenting pada malam hari ini, setelah usai membaca sholawat dalailul khoirot. Para jamaah yang dipimpin langsung oleh tim Al Banjari Asy Syadzili melantunkan sholawat Mahalul qiyam, suasana begitu khusyu’ dan tenang tak jarang ada beberapa santri yang begitu khusyu’nya membaca sholawat tanpa sadar mulai menetskan air mata, bukti puncak kerinduan pada kanjeng nabi Muhammad, pembacaan sholawat ditutup dengan doa yang dibacakan oleh beliau Al Habib dengan penuh khusyu’ menambah keberkahan acara pada malam hari ini.

    Tepat pukul 20.50 musik mengalun syahdu para hadirin terdiam, para santri membuat koreo lampu membuentuk tulisan murobiyah yang berarti sang guru. Sambil melantunkan lagu berjudul rindu (dibuat khusus untuk mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki), pseluruh santri hanyut dalam kerinduan yang ditulis melalui syair, setiap suara memanggil Namanya, merindu padanya, merindu setiap detik yang berlalu bersamanya.

  • Malam Pembuka Rangkaian Haul Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki ke 6: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Malam Pembuka Rangkaian Haul Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki ke 6: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Pondok Pesantren salaf Al Quran Asy Syadzili 1, Pakis, Malang. Hari peringatan haul simbah nyai hj Siti Rohmah Marzuki yang keenam dibuka dengan mengadakan khotmil Quran pada tanggal 9 mei 2026 kemudian dilanjut dengan penutupan khotmil Quran pada  hari ini tanggal 10 mei 2026 di Masjid Ibrahim Pakis Malang yang dimana acara kali ini dibuka oleh pembawa acara yakni Ustadz Fikri yang merupakan alumni PPSQ Asy Syadzili, khotmil Quran ditutup langsung oleh beliau KH Abdul Mun’im Syadzili sekaligus diakhiri dengan doa yang juga dibacakan langsung oleh beliau dengan khusyu’ dan khidmat guna menambah berkah pada acara yang penuh barokah kali ini.

    Acara dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah yang dibawakan oleh beliau KH Mas Ali Fikri selaku pengasuh PPSQ Asy Syadzili 6, beliau menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang begitu istimewa dikarenakan dimulai dari hal hal yang baik seperti pembacaan khotmil Quran dan juga pembacaan sholawat guna mengharap kehadiran kanjeng nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyampaikan acara kali ini penuh akan keberkahan karena dihadiri oleh para alim ulama yang turut serta mengharap barokah simbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki.

    Beliau mengambil dawuh Imam Hasyim mengatakan “biaya masuk surga adalah majelis yang penuh kebaikan” selama kita membaca dzikir sholawat dan melakukan hal-hal baik itu berarti umpama kita membangun surga disana.

    Tak lupa Beliau mengucapkan terima kasih kepada para hadirin, kemudian beliau menceritakan kisah tentang simbah Nyai Hj Siti Rahmah Marzuki yang dinikahi oleh mbah Yai Ahmad Syadzili Muhdhor pada umur yang masih belia yakni 12 tahun. Beliau juga menceritakan kisah hidup simbah nyai yang dahulu berjualan kain keliling untuk menyekolahkan putra putrinya, yang dimana hasil dari semangat juga jerih payah beliau kala itu, bisa kita lihat sekarang pada putra putrinya yang menjadi orang orang yang dipenuhi akan ilmu dan kebaikan, dari hasil perjuangan beliau juga menjadi akar dari tumbuhnya Asy Syadzili yang terus melahirkan generasi generasi teladan yang dihiasi akan ilmu ilmu Al Quran.

    Acara berjalan dengan khusyu’ dan khidmat, seluruh jama’ah terlihat begitu antusias mengikuti satu demi satu rangkaian acara pada hari ini.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh beliau KH Hj Hazimul Ahzab selaku pengasuh PPSQ Asy Syadzili 2.

    Setelah selesai pembacaan doa para tamu dan para hadirin dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang disediakan sebagai ramah tamah, suasana terlihat begitu hangat para hadirin terlihat bercengkrama satu sama lain.

    Setelah selesai para tamu beramah tamah tim media santri pasir mengadakan sesi wawancara langsung bersama beliau Drs Agus Hj Abdul Mujib Syadzili atau yang kerap disapa dengan Gus Mujib selaku putra dari sang ummul ma’had mbah nyai hj Siti Rohmah Marzuki, pada wawancara tersebut beliau menceritakan kisah keteguhan mbah nyai dalam hal apapun, sebagai contoh beliau bercerita kala mbah nyai ditinggal wafat oleh Kh Ahmad Syadzili Muhdor beliau diberi wasiat “arek arek kudu tetep golek ilmu” anak anak harus tetap mencari ilmu, yang dimana pada saat itu putra putri beliau berjumlah 9 orang anak pada saat itu juga kondisi ekonomi keluarga Syadzili sangat terpuruk bahkan beliau tidak menerima warisan sepeser harta pun Mbah Yai Ahmad Syadzili Muhdhor, keadaan tersebut sangatlah berat tentunya bagi mbah nyai atau bahkan bagi siapapun namun mbah nyai tidak menolak amanah wasiat yang diberikan padanya beliau menjalaninya dengan penuh keteguhan sebagai bentuk mahabbah nya pada sang suami sekaligus gurunya, puluhan tahun kemudian hasil dari keteguhan tersebut berbuah manis putra putri beliau tumbuh dewasa menjadi orang orang yang berilmu dan bermanfaat bagi ummat.

    Kisah keteguhan beliau yang lain juga diceritakan oleh Gus Mujib yang mana keteguhan beliau terlihat pada saat beliau meminta dibangunkan gedung 7 lantai yang mana pada saat itu keadaan ekonomi masih terpuruk sehingga putra putri beliau menawar untuk dibangun gedung lantai 3 saja namun beliau mbah nyai bersikukuh agar tetap dibangun 7 lantai, alhamdulillah sekarang permintaan beliau sudah terwujudkan denhgan adanya gedung Graha Manarul Quran yang sekarang dimanfaatkan untuk perguruan tinggi Institut agama Islam Asy Syadzili (IAI).

    Gus mujib juga menyatakan bahwa sifat keteguhan mbah nyai adalah sifat yang sangat pantas untuk ditiru oleh siapapun terkhusus generasi muda sekarang beliau menyampaikan pesan

    “keteguhan, jadi kalau kita teguh dalam menjalankan sesuatu itu adalah jalan untuk menuju kesuksesan”

    Acara haul kali ini bukan sekedar acara rutinan belaka yang giat dilakukan setiap tahunnya, namun acara haul kali ini adalah sebagai bentuk wadah cinta dan terimakasih kita kepada beliau atas semua jasa dan perjuangan yang beliau berikan untuk kita semua, haul kali ini juga adalah tempat untuk mengingat bahwa akar dari tumbuh nya Asy Syadzili ini adalah buah dari segala doa dan usaha yang mbah nyai lakukan, beliau adalah wanita yang luar biasa hebatnya, wanita tangguh pejuang Al Quran Beliau Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki.

    Mbah nyai segala doa dan salam rindu kami haturkan untukmu.

  • KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    Munirul Ma’had PPSQ Asy-Syadzili 1, Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili rawuh dari tanah suci pada Rabu (4/2/2026). Para santri dengan semangat menyambut beliau dengan melantunkan sholawat. Tepat pada lantunan sholawat thola’al Badru alaina, beliau memasuki pesantren. Setelah beliau turun dari mobil sebagian santri berebut sungkem kepada beliau berharap keberkahan yang beliau bawa. sebagian lagi berdesak-desakan berusaha melihat beliau sekadar untuk melepas kerinduan. 

    Lantunan sholawat tetap berlanjut hingga beliau beranjak duduk. 

    Pertama-tama beliau mengucap syukur kepada Allah karna telah memberi kesehatan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah. kemudian beliau sedikit bercerita tentang keadaan beliau disana, yang mana sebelum berangkat membawa alat-alat kesehatan dan setibanya disana Alhamdulillah tidak terpakai, yang menandakan kondisi beliau disana sehat dan baik-baik saja. lantas beliau dawuh “tanda-tanda orang yang haji atau umrohnya mabruroh adalah ketika mereka selesai haji atau umroh ibadahnya semakin meningkat.”

    Terakhir beliau berpesan kepada para santri, mengutip dawuh dari imam abu Hasan Asy-Syadzili yang selama ini menjadi prinsip beliau. yang kurang lebih artinya ketika hati guru kepada muridnya telah berubah, meskipun para ulama dan Masyayikh berkumpul untuk merubahnya kembali akan sia-sia kecuali mendapat keridhoan dari sang guru. 

    Dawuh ini menjadi pegangan beliau hingga saat ini, dan itu terjadi besok lusa, guru beliau KH Nurul Huda Djazuli mengajak beliau untuk ziaroh kubur ke Maqom Imam Bukhori yang berada di Uzbekistan. Dengan itu beliau berpesan kepada para santri untuk mendoakan kesehatan beliau agar bisa memenuhi ajakan guru beliau. Cahaya lembut dari matahari sore seakan ikut serta menyaksikan kehangatan hubungan guru dengan muridnya. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan doa dari beliau.

  • IAI ASY-SYADZILI GELAR SIMULASI VISITASI PENDIRIAN INSTITUT BERSAMA PARA PAKAR PENDIDIKAN TINGGI 

    IAI ASY-SYADZILI GELAR SIMULASI VISITASI PENDIRIAN INSTITUT BERSAMA PARA PAKAR PENDIDIKAN TINGGI 

    Pelaksanaan Simulasi Visitasi 

    Malang – Institut Agama Islam (IAI) Asy-Syadzili Malang menyelenggarakan Simulasi Visitasi Pendirian Institut pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat IAI Asy-Syadzili. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi, para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi), serta dosen pendamping dari seluruh program studi, yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), serta Ekonomi Syariah (ES). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut persiapan menghadapi visitasi pendirian Institut guna memastikan kesiapan kelembagaan, akademik, dan tata kelola institusi secara menyeluruh. 

    Arahan Dan Sambutan Rektor 

    Dalam sambutannya, Rektor IAI Asy-Syadzili Malang, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si., menyampaikan bahwa upaya pendirian Institut Agama Islam Asy-Syadzili merupakan ikhtiar strategis untuk menjawab kebutuhan yang mendesak dari para santri Asy-Syadzili yang memiliki minat dan potensi untuk berkiprah pada berbagai bidang keilmuan, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan tradisi pesantren. 

    “IAI Asy-Syadzili dihadirkan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi santri, tanpa tercerabut dari nilai Al-Qur’an, akhlak, dan jati diri pesantren. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para wali santri, agar ikhtiar pendirian Institut ini dapat terwujud dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat,” tegas beliau. 

    Pemateri Dan Substansi Kegiatan 

    Simulasi visitasi ini menghadirkan para pemateri nasional yang berkompeten di bidang tata kelola dan penjaminan mutu perguruan tinggi, yaitu Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Prof. Amka) selaku Wakil Ketua LPTNU Jawa Timur, Dr. KH. Kusoy Fadiliyah, M.Si. selaku Rektor Institut NU Ciamis, serta Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. selaku Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Para narasumber memberikan penguatan terkait strategi menghadapi visitasi, penyiapan dokumen kelembagaan, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pemetaan peran setiap unit kerja. Kegiatan berlangsung lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta sebagai wujud kesungguhan IAI Asy-Syadzili Malang dalam mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. 

    Reporter: Muchammad Jauhari

  • Malam Puncak Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35.

    Malam Puncak Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35.

    Asy News- Malang (Ahad) 16/11/25. Seluruh pondok pesantren Asy syadzili 1 hingga 6 menggelar rangkaian kegiatan haul inti mulai pagi hingga malam dengan penuh khidmat. Seluruh kalangan mulai dari santri, alumni, asatidz hingga masyarakat turut hadir untuk memeriahkan dan meneladani kisah perjuangan seorang hamilul Quran sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar jema’ah.

    Acara dimulai sejak jam 06:00 dengan pembukaan majelis khataman se malang raya, yang dibuka langsung oleh Abuya kh Abdul Mun’im Syadzili. Karena saking luasnya khataman majelis se malang raya ini, sehingga melibatkan beberapa pondok cabang mulai dari asy- syadzili 2, 3 hingga Asy syadzili 4. Lantunan ayat suci Al Quran pun menggema di seluruh sudut kota malang dan sekitarnya.

    Pada siang harinya, kegiatan khataman ini Kembali ditutup oleh Abuya KH Abdul Mun’im di maqbarah Mbah Nyai Haji Siti Rahmah.

    Memasuki malam hari, Kawasan pondok Kembali dipadati oleh para jama’ah. Rangkaian acara diawali dengan prosesi wisuda tahfidz dan tasmi’ 30 juz oleh para santri yang telah menuntaskan setoran hafalannya, dan juga dapat membacanya secara bil’ghoib (tanpa melihat) bagi santri yang wisuda tasmi’. Doa, haru dan tangisan dari para wali santri menghiasi sakralnya prosesi wisuda tersebut.

    setelah rangkaian prosesi wisuda selesai, lantunan adzan isya’ dikumandangkan. Menjadi alarm bagi setiap muslim untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Tak lama kemudian, para Jema’ah pun bergeser ke masjid guna melaksanakan sholat isya’ berjama’ah.

    Setelah sholat isya’, para jema’ah Kembali mengisi tempat di depan panggung utama. Tidak sabar untuk menyaksikan langsung prosesi acara ceremonial haul KH Ahmad Syadzili muhdlor yang ke 35.

    Tidak lama kemudian, MC dari acara inti  masuk. Memberikan penghormatan kepada tamu-tamu penting yang  hadir, terkhusus para masyayikh ploso dan para masyayikh kh Ahmad syadzili.

    Seusai pembukaan, acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Ust Ahmad Fauzan Muhson yang merupakan alumni dari pondok pesantren  Asy syadzili 1.

    Kemudian acara dilanjut dengan sambutan oleh keluarga besar bani syadzili yang disampaikan oleh Agus KH abdul Mujib Syadzili. yang dalam sambutannya beliau menyampaikan akan betapa pentingnya Pendidikan di era modern.

    Bahwasannya Pendidikan formal berbasis pesantren memiliki daya saing yang tak kalah kuat dari sekolah-sekolah negeri pada umumnya. “Bahkan tidak hanya nasional saja, bahkan santri mampu bersaing di tingkat internasional“  tutur beliau, di dalam sambutannya.

    Setelah sambutan dari keluarga ndalem. Acara berlanjut dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Musthofa Hadi. diikuti oleh seluruh jamaah yang memenuhi area pesantren. Suasana khidmat semakin terasa ketika tahlil berlangsung, menandai penghormatan mendalam kepada orang yang didoakan.

    Selanjutnya, acara beralih ke pembacaan syi’ir untuk almarhum mbah yai. Sepatah dua patah syi’ir dinyanyikan. Membuat seluruh jema’ah yang hadir terdiam untuk mendengarkan. Arti yang sangat mendalam dari syi’ir tersebut benar-benar berhasil membuat hati para santrinya rindu akan beliau. Bahkan tidak jarang ada santri yang menangis apabila benar-benar menghayati satu persatu kata yang dibacakan.

    Kemudian, telah sampailah di penghujung acara. Yakni mauidloh hasanah oleh Agus KH Abdurrahman Al Kausar, yang dalam dawuhnya beliau menjelaskan bahwasannya Guru dan orang tua merupakan perantara kita untuk mengenal tuhan. beliau mengambil dalil:

    لَوْلَا الْمُرَبِّي مَا عَرَفّْتُ رَبِّي

    “Andai bukan sebab guruku, aku tak akan mengenal Tuhanku”.

    “Acara-acara seperti haul ini merupakan kebutuhan, terutama bagi kita sebagai santri dan para putra. Sebab penting sekali untuk terus membentuk suatu halaqoh batiniah dengan para guru.” Ucap Gus Kausar. Di dalam mauidloh hasanahnya.

    Kemudian rangkaian acarapun ditutup oleh doa yang dipimpin oleh KH Nurul Huda Jazuli.

  • Majelis Dzikrul Ghofilin

    Majelis Dzikrul Ghofilin

    Santripasir.id Jumat (14/11/2025) Memasuki hari ketiga Haul Akbar KH. Ahmad Muhdlor ke-35, rangkaian acara malam ini adalah Dzikrul Ghofilin yang digelar di panggung utama PPSQ Asy Syadzili 1. Selepas salat Isya’, para santri berkumpul di lapangan futsal. Acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh tim banjari Asy Syadzili sembari menunggu kedatangan Gus Ferry, cucu dari KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus miek) yang akan memimpin majelis.

    Pukul 19.33 WIB, Gus Ferry tiba di lokasi. Dengan didampingi beberapa orang, beliau langsung menuju panggung utama. Setelah dibuka oleh MC, Gus Ferry memimpin pembacaan Dzikrul Ghofilin yang diikuti seluruh jamaah dengan khidmat.

    Pukul 19.51 WIB, KH. Sabuth Panoto Projo hadir di area acara. Beliau disambut hangat dan diarahkan menuju ndalem pengasuh oleh yang bertugas. Sesampainya di sana, beliau disambut langsung oleh Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili.

    Setelah pembacaan Dzikrul Ghofilin selesai, KH. Sabuth Panoto Projo memimpin Mauidloh Hasanah. Dalam dawuhnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya Mendoakan orang tua yang sudah meninggal.

    “manusia kalau sudah menjadi ahli kubur hanya butuh ampunan dari Allah dan kiriman Al Fatihah dari ahli warisnya” tutur beliau.

    Beliau juga menceritakan kisah Rasulullah SAW saat memberitakan istrinya tentang betapa mengerikannya alam kubur. Rasulullah bersabda :

    إن الميت في قبره كالغريق الغريب ينتظر دعوةً تصل إليه من أبٍ أو أمٍ أو أخٍ أو صديق.”
    “Sesungguhnya mayit di dalam kuburnya itu seperti orang yang tenggelam dan terasing. Ia menunggu doa yang sampai kepadanya, baik dari ayah, ibu, saudara, atau sahabatnya.”  nabi mengibaratkan orang yang sudah masuk  dalam kubur itu seperti orang yang tenggelam di dalam lautan yang senantiasa membutuhkan pertolongan. kemudian Sayyidati Aisyah bertanya bagaimana cara aku agar dapat menyelamatkan orang yang orang yang ada di alam barzah, Rasulullah pun menjawab dengan membacakan salah satu ayat Al Qur’an untuk orang tersebut.

    Dari sini beliau mengingatkan kita untuk senantiasa mendoakan orang tua kita terlebih yang sudah meninggal.

    Sebelum beliau mengakhiri mauidhoh Hasanah, beliau mendoakan khusus untuk keluarga besar Bani Syadzili terlebih kepada KH. Abdul Mun’im pengasuh PPSQ ASY SYADZILI 1. dan beliau juga mendoakan kepada seluruh jamaah dzikrul Ghofilin seluruh nusantara. sebagai penutup dari dawuh beliau acara pun di akhiri dengan pembacaan Syi’ir Dzikru Ghofilin yang di pimpin kembali oleh Gus ferry.

  • Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Dalam memulai rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35, Pondok pesantren Asy-Syadzili menggelar penutupan khotmil Qur’an Bani Syadzili pada Rabu (12/11/2025) yang Dimana pembukaan khataman dilakukan sehari sebelumnya, yakni selasa (11/11/2025). Kegiatan khataman tersebut dilaksanakan di Ndalem Kesepuhan yang terletak di PPSQ Asy-Syadzili 2 tepatnya di area sekitar Masjid Jami’ Al-Ibrahim.

    Khataman dibuka oleh Muhammad A’ yang merupakan santri Asy-Syadzili sekaligus Dzurriyah KH. Ahmad Syadzili Muhdlor. Acara penutupan Khotmil Qur’an Bani Syadzili dihadiri oleh bermacam kalangan, seperti: Habaib, dzurriyah KH Ahmad Syadzili Muhdlor sampai  masyarakat desa sumber pasir. Semuanya hadir guna menutup Khataman Al Qur’an sekaligus membuka Rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35.

    Acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh tim Al-banjari Asy-Syadzili dan dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah. lantunan indah bacaan Al-Qur’an oleh Ust. Ikhwan Fahrur Rifki mengisi setelahnya, melengkapi kekhidmatan malam ini. Dilanjut acara selanjutnya yakni pembacaan Khotmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Agus Khoirul Huda.

    kemudian sambutan oleh KH Hazimul Ahzab sebagai perwakilan keluarga besar Bani Syadzili. Beliau menyampaikan maksud diadakannya Acara Haul Akbar, tak lain merupakan bentuk pengabdian dalam berbakti kepada orang tua. Beliau menegaskan bahwa orang yang berbakti kepada orang tua hidupnya akan Bahagia. Sebaliknya, orang yang mempunyai masalah dengan hidupnya, biasanya tak luput dari konflik atau permasalahan antara orang tua dan anak.

    “Tidak ada ceritanya orang yang berbakti hidupnya tidak enak, kalau hidupnya gak enak mesti ada masalah dengan orang tuanya.”

    Tutur beliau dalam sambutannya.

    Acara penutupan Khotmil Qur’an berjalan dengan khusyuk, seluruh jamaah duduk khidmat mendengarkan.

    Beranjak ke inti acara Mauidloh Hasanah yang disampaikan oleh Dr. KH. Zainur Rozikin MM M.pd I.

    dalam ceramahnya beliau menyebutkan tiga amalan yang tidak akan terputus walaupun telah berpindah ke alam barzah,

    “konco seng apik Nang kuburan iku onok telu. Yoiku shodaqoh, ilmu seng bermanfaat, lan anak seng Soleh.” (teman baik dalam kuburan nanti ada 3, yaitu: Shodaqoh, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh)

    yang pertama yakni shodaqoh jariyah, beliau menjelaskan bahwa pahala yang berasal dari shodaqoh tidak akan terputus walaupun ruh manusia meninggalkan jasadnya .

    kedua, ilmu yang bermanfaat. Sebab jika ilmu terus diajarkan maka ia tidak akan pernah mati dan akan senantiasa hidup.

    dan yang terakhir anak yang sholeh, beliau menuturkan bahwa mempunyai anak yang sholeh merupakan investasi akhirat, sebab anak yang sholeh sudah pasti selalu mendoakan orang tuanya.

    Dr. KH. Zainur Rozikin menutup ceramahnya dengan mengirim surat Al Fatihah dikhususkan kepada KH Ahmad Syadzili Muhdlor.

    Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al Habib Usman Al-Aydrus. Setelah pembacaan doa, rampung sudah acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili. Harapannya dengan diawali Khataman Al-Qur’an, menjadikan barokah dalam menjalani rangkaian acara Haul Akbar KH Syadzili muhdlor ke 35 selanjutnya.