Puncak peringatan Haul ke-6 Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki hari ini berlangsung sangat khidmat. Rangkaian acara kali ini kurang lebih sama dengan agenda haul tahun-tahun sebelumnya, yaitu berupa pembacaan Al-Qur’an serentak oleh santri secara di tempat-tempat yang sudah ditentukan.
Sejak waktu Subuh tadi pagi (11/05/26), suasana di sekitar maqbaroh mu’assis dan pesantren sudah riuh dengan suara lantunan ayat suci. Panitia menyelenggarakan Khotmil Qur’an yang terbagi menjadi 20 majelis. Majelis-majelis ini tersebar di beberapa tempat untuk memastikan seluruh santri ikut merasakan keberkahan khataman Al-Qur’an, serta mengharapa-harapkan keberkahan beliau.
Menariknya, dari 20 majelis tersebut, terdapat satu majelis pusat yang menjadi poros utama. Majelis pusat ini bertempat di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor. Berbeda dengan majelis lainnya yang baru dimulai pada waktu Subuh, majelis di maqbaroh ini sudah berjalan lebih awal, yakni sejak Minggu malam.
Dimulainya khataman di maqbaroh tersebut bertepatan dengan penutupan acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili yakni pada malam tanggal 10/05/26. Dengan memperbanyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an harapannya dapat menambah keberkahan di hari-hari penuh barokah ini.
Di sela-sela kesibukan mempersiapkan segala kesiapan haul, para santri terlihat begitu antusias dan penuh hormat mengikuti setiap rangkaian pembacaan Al-Qur’an. Pada sore harinya, Seluruh santri berkumpul di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor untuk mengikuti penutupan Khotmil Qur’an. Di sana, penutupan Khotmil Qur’an berlangsung dengan sangat istimewa karena dipimpin langsung oleh Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili.
Kegiatan berlanjut kembali setelah sholat Maghrib berjamaah. Di dalam masjid dan area utama, para jamaah duduk rapi untuk mengikuti pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Agenda ini dilakukan bersama-sama untuk mendoakan almarhumah Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki agar segala amal baiknya diterima dan mendapatkan tempat yang paling mulia. Suasana terasa sangat tenang dan khidmat saat suara ratusan santri yang melantunkan tahlil dan doa terdengar kompak dan memenuhi seluruh pesantren.
Setelah selesai dengan tahlil dan melaksanakan sholat Isya. Acara berlanjut ba’da Isya, suasana menjadi semakin meriah namun tetap khusyuk dengan adanya pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot.
Yang membuat suasana malam itu terasa sangat istimewa adalah kehadiran para habaib dan para masyayikh di atas panggung utama. Dengan dipimpin langsung oleh para ulama dan habaib, pembacaan Dalailul Khoirot ini menjadi salah satu bagian terpenting pada malam hari ini, setelah usai membaca sholawat dalailul khoirot. Para jamaah yang dipimpin langsung oleh tim Al Banjari Asy Syadzili melantunkan sholawat Mahalul qiyam, suasana begitu khusyu’ dan tenang tak jarang ada beberapa santri yang begitu khusyu’nya membaca sholawat tanpa sadar mulai menetskan air mata, bukti puncak kerinduan pada kanjeng nabi Muhammad, pembacaan sholawat ditutup dengan doa yang dibacakan oleh beliau Al Habib dengan penuh khusyu’ menambah keberkahan acara pada malam hari ini.
Tepat pukul 20.50 musik mengalun syahdu para hadirin terdiam, para santri membuat koreo lampu membuentuk tulisan murobiyah yang berarti sang guru. Sambil melantunkan lagu berjudul rindu (dibuat khusus untuk mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki), pseluruh santri hanyut dalam kerinduan yang ditulis melalui syair, setiap suara memanggil Namanya, merindu padanya, merindu setiap detik yang berlalu bersamanya.

Leave a Reply