Category: Berita

  • Malam Puncak Peringatan Haul Mbah Nyai Hj. Siti Rohmah Marzuki yang Ke-6

    Malam Puncak Peringatan Haul Mbah Nyai Hj. Siti Rohmah Marzuki yang Ke-6

    Puncak peringatan Haul ke-6 Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki hari ini berlangsung sangat khidmat. Rangkaian acara kali ini kurang lebih sama dengan agenda haul tahun-tahun sebelumnya, yaitu berupa pembacaan Al-Qur’an serentak oleh santri secara di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

    Sejak waktu Subuh tadi pagi (11/05/26), suasana di sekitar maqbaroh mu’assis dan pesantren sudah riuh dengan suara lantunan ayat suci. Panitia menyelenggarakan Khotmil Qur’an yang terbagi menjadi 20 majelis. Majelis-majelis ini tersebar di beberapa tempat untuk memastikan seluruh santri ikut merasakan keberkahan khataman Al-Qur’an, serta mengharapa-harapkan keberkahan beliau.

    Menariknya, dari 20 majelis tersebut, terdapat satu majelis pusat yang menjadi poros utama. Majelis pusat ini bertempat di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor. Berbeda dengan majelis lainnya yang baru dimulai pada waktu Subuh, majelis di maqbaroh ini sudah berjalan lebih awal, yakni sejak Minggu malam.

    Dimulainya khataman di maqbaroh tersebut bertepatan dengan penutupan acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili yakni pada malam tanggal 10/05/26. Dengan memperbanyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an harapannya dapat menambah keberkahan di hari-hari penuh barokah ini.

    Di sela-sela kesibukan mempersiapkan segala kesiapan haul, para santri terlihat begitu antusias dan penuh hormat mengikuti setiap rangkaian pembacaan Al-Qur’an. Pada sore harinya, Seluruh santri berkumpul di maqbaroh KH Ahmad Syadzili Muhdlor untuk mengikuti penutupan Khotmil Qur’an. Di sana, penutupan Khotmil Qur’an berlangsung dengan sangat istimewa karena dipimpin langsung oleh Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili.

    Kegiatan berlanjut kembali setelah sholat Maghrib berjamaah. Di dalam masjid dan area utama, para jamaah duduk rapi untuk mengikuti pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Agenda ini dilakukan bersama-sama untuk mendoakan almarhumah Simbah Nyai Hj. Rohmah Marzuki agar segala amal baiknya diterima dan mendapatkan tempat yang paling mulia. Suasana terasa sangat tenang dan khidmat saat suara ratusan santri yang melantunkan tahlil dan doa terdengar kompak dan memenuhi seluruh pesantren.
    Setelah selesai dengan tahlil dan melaksanakan sholat Isya. Acara berlanjut ba’da Isya, suasana menjadi semakin meriah namun tetap khusyuk dengan adanya pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot.

    Yang membuat suasana malam itu terasa sangat istimewa adalah kehadiran para habaib dan para masyayikh di atas panggung utama. Dengan dipimpin langsung oleh para ulama dan habaib, pembacaan Dalailul Khoirot ini menjadi salah satu bagian terpenting pada malam hari ini, setelah usai membaca sholawat dalailul khoirot. Para jamaah yang dipimpin langsung oleh tim Al Banjari Asy Syadzili melantunkan sholawat Mahalul qiyam, suasana begitu khusyu’ dan tenang tak jarang ada beberapa santri yang begitu khusyu’nya membaca sholawat tanpa sadar mulai menetskan air mata, bukti puncak kerinduan pada kanjeng nabi Muhammad, pembacaan sholawat ditutup dengan doa yang dibacakan oleh beliau Al Habib dengan penuh khusyu’ menambah keberkahan acara pada malam hari ini.

    Tepat pukul 20.50 musik mengalun syahdu para hadirin terdiam, para santri membuat koreo lampu membuentuk tulisan murobiyah yang berarti sang guru. Sambil melantunkan lagu berjudul rindu (dibuat khusus untuk mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki), pseluruh santri hanyut dalam kerinduan yang ditulis melalui syair, setiap suara memanggil Namanya, merindu padanya, merindu setiap detik yang berlalu bersamanya.

  • Malam Pembuka Rangkaian Haul Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki ke 6: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Malam Pembuka Rangkaian Haul Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki ke 6: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Pondok Pesantren salaf Al Quran Asy Syadzili 1, Pakis, Malang. Hari peringatan haul simbah nyai hj Siti Rohmah Marzuki yang keenam dibuka dengan mengadakan khotmil Quran pada tanggal 9 mei 2026 kemudian dilanjut dengan penutupan khotmil Quran pada  hari ini tanggal 10 mei 2026 di Masjid Ibrahim Pakis Malang yang dimana acara kali ini dibuka oleh pembawa acara yakni Ustadz Fikri yang merupakan alumni PPSQ Asy Syadzili, khotmil Quran ditutup langsung oleh beliau KH Abdul Mun’im Syadzili sekaligus diakhiri dengan doa yang juga dibacakan langsung oleh beliau dengan khusyu’ dan khidmat guna menambah berkah pada acara yang penuh barokah kali ini.

    Acara dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah yang dibawakan oleh beliau KH Mas Ali Fikri selaku pengasuh PPSQ Asy Syadzili 6, beliau menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang begitu istimewa dikarenakan dimulai dari hal hal yang baik seperti pembacaan khotmil Quran dan juga pembacaan sholawat guna mengharap kehadiran kanjeng nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyampaikan acara kali ini penuh akan keberkahan karena dihadiri oleh para alim ulama yang turut serta mengharap barokah simbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki.

    Beliau mengambil dawuh Imam Hasyim mengatakan “biaya masuk surga adalah majelis yang penuh kebaikan” selama kita membaca dzikir sholawat dan melakukan hal-hal baik itu berarti umpama kita membangun surga disana.

    Tak lupa Beliau mengucapkan terima kasih kepada para hadirin, kemudian beliau menceritakan kisah tentang simbah Nyai Hj Siti Rahmah Marzuki yang dinikahi oleh mbah Yai Ahmad Syadzili Muhdhor pada umur yang masih belia yakni 12 tahun. Beliau juga menceritakan kisah hidup simbah nyai yang dahulu berjualan kain keliling untuk menyekolahkan putra putrinya, yang dimana hasil dari semangat juga jerih payah beliau kala itu, bisa kita lihat sekarang pada putra putrinya yang menjadi orang orang yang dipenuhi akan ilmu dan kebaikan, dari hasil perjuangan beliau juga menjadi akar dari tumbuhnya Asy Syadzili yang terus melahirkan generasi generasi teladan yang dihiasi akan ilmu ilmu Al Quran.

    Acara berjalan dengan khusyu’ dan khidmat, seluruh jama’ah terlihat begitu antusias mengikuti satu demi satu rangkaian acara pada hari ini.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh beliau KH Hj Hazimul Ahzab selaku pengasuh PPSQ Asy Syadzili 2.

    Setelah selesai pembacaan doa para tamu dan para hadirin dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang disediakan sebagai ramah tamah, suasana terlihat begitu hangat para hadirin terlihat bercengkrama satu sama lain.

    Setelah selesai para tamu beramah tamah tim media santri pasir mengadakan sesi wawancara langsung bersama beliau Drs Agus Hj Abdul Mujib Syadzili atau yang kerap disapa dengan Gus Mujib selaku putra dari sang ummul ma’had mbah nyai hj Siti Rohmah Marzuki, pada wawancara tersebut beliau menceritakan kisah keteguhan mbah nyai dalam hal apapun, sebagai contoh beliau bercerita kala mbah nyai ditinggal wafat oleh Kh Ahmad Syadzili Muhdor beliau diberi wasiat “arek arek kudu tetep golek ilmu” anak anak harus tetap mencari ilmu, yang dimana pada saat itu putra putri beliau berjumlah 9 orang anak pada saat itu juga kondisi ekonomi keluarga Syadzili sangat terpuruk bahkan beliau tidak menerima warisan sepeser harta pun Mbah Yai Ahmad Syadzili Muhdhor, keadaan tersebut sangatlah berat tentunya bagi mbah nyai atau bahkan bagi siapapun namun mbah nyai tidak menolak amanah wasiat yang diberikan padanya beliau menjalaninya dengan penuh keteguhan sebagai bentuk mahabbah nya pada sang suami sekaligus gurunya, puluhan tahun kemudian hasil dari keteguhan tersebut berbuah manis putra putri beliau tumbuh dewasa menjadi orang orang yang berilmu dan bermanfaat bagi ummat.

    Kisah keteguhan beliau yang lain juga diceritakan oleh Gus Mujib yang mana keteguhan beliau terlihat pada saat beliau meminta dibangunkan gedung 7 lantai yang mana pada saat itu keadaan ekonomi masih terpuruk sehingga putra putri beliau menawar untuk dibangun gedung lantai 3 saja namun beliau mbah nyai bersikukuh agar tetap dibangun 7 lantai, alhamdulillah sekarang permintaan beliau sudah terwujudkan denhgan adanya gedung Graha Manarul Quran yang sekarang dimanfaatkan untuk perguruan tinggi Institut agama Islam Asy Syadzili (IAI).

    Gus mujib juga menyatakan bahwa sifat keteguhan mbah nyai adalah sifat yang sangat pantas untuk ditiru oleh siapapun terkhusus generasi muda sekarang beliau menyampaikan pesan

    “keteguhan, jadi kalau kita teguh dalam menjalankan sesuatu itu adalah jalan untuk menuju kesuksesan”

    Acara haul kali ini bukan sekedar acara rutinan belaka yang giat dilakukan setiap tahunnya, namun acara haul kali ini adalah sebagai bentuk wadah cinta dan terimakasih kita kepada beliau atas semua jasa dan perjuangan yang beliau berikan untuk kita semua, haul kali ini juga adalah tempat untuk mengingat bahwa akar dari tumbuh nya Asy Syadzili ini adalah buah dari segala doa dan usaha yang mbah nyai lakukan, beliau adalah wanita yang luar biasa hebatnya, wanita tangguh pejuang Al Quran Beliau Mbah Nyai Hj Siti Rohmah Marzuki.

    Mbah nyai segala doa dan salam rindu kami haturkan untukmu.

  • KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    Munirul Ma’had PPSQ Asy-Syadzili 1, Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili rawuh dari tanah suci pada Rabu (4/2/2026). Para santri dengan semangat menyambut beliau dengan melantunkan sholawat. Tepat pada lantunan sholawat thola’al Badru alaina, beliau memasuki pesantren. Setelah beliau turun dari mobil sebagian santri berebut sungkem kepada beliau berharap keberkahan yang beliau bawa. sebagian lagi berdesak-desakan berusaha melihat beliau sekadar untuk melepas kerinduan. 

    Lantunan sholawat tetap berlanjut hingga beliau beranjak duduk. 

    Pertama-tama beliau mengucap syukur kepada Allah karna telah memberi kesehatan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah. kemudian beliau sedikit bercerita tentang keadaan beliau disana, yang mana sebelum berangkat membawa alat-alat kesehatan dan setibanya disana Alhamdulillah tidak terpakai, yang menandakan kondisi beliau disana sehat dan baik-baik saja. lantas beliau dawuh “tanda-tanda orang yang haji atau umrohnya mabruroh adalah ketika mereka selesai haji atau umroh ibadahnya semakin meningkat.”

    Terakhir beliau berpesan kepada para santri, mengutip dawuh dari imam abu Hasan Asy-Syadzili yang selama ini menjadi prinsip beliau. yang kurang lebih artinya ketika hati guru kepada muridnya telah berubah, meskipun para ulama dan Masyayikh berkumpul untuk merubahnya kembali akan sia-sia kecuali mendapat keridhoan dari sang guru. 

    Dawuh ini menjadi pegangan beliau hingga saat ini, dan itu terjadi besok lusa, guru beliau KH Nurul Huda Djazuli mengajak beliau untuk ziaroh kubur ke Maqom Imam Bukhori yang berada di Uzbekistan. Dengan itu beliau berpesan kepada para santri untuk mendoakan kesehatan beliau agar bisa memenuhi ajakan guru beliau. Cahaya lembut dari matahari sore seakan ikut serta menyaksikan kehangatan hubungan guru dengan muridnya. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan doa dari beliau.

  • IAI ASY-SYADZILI GELAR SIMULASI VISITASI PENDIRIAN INSTITUT BERSAMA PARA PAKAR PENDIDIKAN TINGGI 

    IAI ASY-SYADZILI GELAR SIMULASI VISITASI PENDIRIAN INSTITUT BERSAMA PARA PAKAR PENDIDIKAN TINGGI 

    Pelaksanaan Simulasi Visitasi 

    Malang – Institut Agama Islam (IAI) Asy-Syadzili Malang menyelenggarakan Simulasi Visitasi Pendirian Institut pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat IAI Asy-Syadzili. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi, para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi), serta dosen pendamping dari seluruh program studi, yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), serta Ekonomi Syariah (ES). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut persiapan menghadapi visitasi pendirian Institut guna memastikan kesiapan kelembagaan, akademik, dan tata kelola institusi secara menyeluruh. 

    Arahan Dan Sambutan Rektor 

    Dalam sambutannya, Rektor IAI Asy-Syadzili Malang, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si., menyampaikan bahwa upaya pendirian Institut Agama Islam Asy-Syadzili merupakan ikhtiar strategis untuk menjawab kebutuhan yang mendesak dari para santri Asy-Syadzili yang memiliki minat dan potensi untuk berkiprah pada berbagai bidang keilmuan, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan tradisi pesantren. 

    “IAI Asy-Syadzili dihadirkan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi santri, tanpa tercerabut dari nilai Al-Qur’an, akhlak, dan jati diri pesantren. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para wali santri, agar ikhtiar pendirian Institut ini dapat terwujud dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat,” tegas beliau. 

    Pemateri Dan Substansi Kegiatan 

    Simulasi visitasi ini menghadirkan para pemateri nasional yang berkompeten di bidang tata kelola dan penjaminan mutu perguruan tinggi, yaitu Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Prof. Amka) selaku Wakil Ketua LPTNU Jawa Timur, Dr. KH. Kusoy Fadiliyah, M.Si. selaku Rektor Institut NU Ciamis, serta Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. selaku Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Para narasumber memberikan penguatan terkait strategi menghadapi visitasi, penyiapan dokumen kelembagaan, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pemetaan peran setiap unit kerja. Kegiatan berlangsung lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta sebagai wujud kesungguhan IAI Asy-Syadzili Malang dalam mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. 

    Reporter: Muchammad Jauhari

  • Malam Puncak Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35.

    Malam Puncak Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35.

    Asy News- Malang (Ahad) 16/11/25. Seluruh pondok pesantren Asy syadzili 1 hingga 6 menggelar rangkaian kegiatan haul inti mulai pagi hingga malam dengan penuh khidmat. Seluruh kalangan mulai dari santri, alumni, asatidz hingga masyarakat turut hadir untuk memeriahkan dan meneladani kisah perjuangan seorang hamilul Quran sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar jema’ah.

    Acara dimulai sejak jam 06:00 dengan pembukaan majelis khataman se malang raya, yang dibuka langsung oleh Abuya kh Abdul Mun’im Syadzili. Karena saking luasnya khataman majelis se malang raya ini, sehingga melibatkan beberapa pondok cabang mulai dari asy- syadzili 2, 3 hingga Asy syadzili 4. Lantunan ayat suci Al Quran pun menggema di seluruh sudut kota malang dan sekitarnya.

    Pada siang harinya, kegiatan khataman ini Kembali ditutup oleh Abuya KH Abdul Mun’im di maqbarah Mbah Nyai Haji Siti Rahmah.

    Memasuki malam hari, Kawasan pondok Kembali dipadati oleh para jama’ah. Rangkaian acara diawali dengan prosesi wisuda tahfidz dan tasmi’ 30 juz oleh para santri yang telah menuntaskan setoran hafalannya, dan juga dapat membacanya secara bil’ghoib (tanpa melihat) bagi santri yang wisuda tasmi’. Doa, haru dan tangisan dari para wali santri menghiasi sakralnya prosesi wisuda tersebut.

    setelah rangkaian prosesi wisuda selesai, lantunan adzan isya’ dikumandangkan. Menjadi alarm bagi setiap muslim untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Tak lama kemudian, para Jema’ah pun bergeser ke masjid guna melaksanakan sholat isya’ berjama’ah.

    Setelah sholat isya’, para jema’ah Kembali mengisi tempat di depan panggung utama. Tidak sabar untuk menyaksikan langsung prosesi acara ceremonial haul KH Ahmad Syadzili muhdlor yang ke 35.

    Tidak lama kemudian, MC dari acara inti  masuk. Memberikan penghormatan kepada tamu-tamu penting yang  hadir, terkhusus para masyayikh ploso dan para masyayikh kh Ahmad syadzili.

    Seusai pembukaan, acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Ust Ahmad Fauzan Muhson yang merupakan alumni dari pondok pesantren  Asy syadzili 1.

    Kemudian acara dilanjut dengan sambutan oleh keluarga besar bani syadzili yang disampaikan oleh Agus KH abdul Mujib Syadzili. yang dalam sambutannya beliau menyampaikan akan betapa pentingnya Pendidikan di era modern.

    Bahwasannya Pendidikan formal berbasis pesantren memiliki daya saing yang tak kalah kuat dari sekolah-sekolah negeri pada umumnya. “Bahkan tidak hanya nasional saja, bahkan santri mampu bersaing di tingkat internasional“  tutur beliau, di dalam sambutannya.

    Setelah sambutan dari keluarga ndalem. Acara berlanjut dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Musthofa Hadi. diikuti oleh seluruh jamaah yang memenuhi area pesantren. Suasana khidmat semakin terasa ketika tahlil berlangsung, menandai penghormatan mendalam kepada orang yang didoakan.

    Selanjutnya, acara beralih ke pembacaan syi’ir untuk almarhum mbah yai. Sepatah dua patah syi’ir dinyanyikan. Membuat seluruh jema’ah yang hadir terdiam untuk mendengarkan. Arti yang sangat mendalam dari syi’ir tersebut benar-benar berhasil membuat hati para santrinya rindu akan beliau. Bahkan tidak jarang ada santri yang menangis apabila benar-benar menghayati satu persatu kata yang dibacakan.

    Kemudian, telah sampailah di penghujung acara. Yakni mauidloh hasanah oleh Agus KH Abdurrahman Al Kausar, yang dalam dawuhnya beliau menjelaskan bahwasannya Guru dan orang tua merupakan perantara kita untuk mengenal tuhan. beliau mengambil dalil:

    لَوْلَا الْمُرَبِّي مَا عَرَفّْتُ رَبِّي

    “Andai bukan sebab guruku, aku tak akan mengenal Tuhanku”.

    “Acara-acara seperti haul ini merupakan kebutuhan, terutama bagi kita sebagai santri dan para putra. Sebab penting sekali untuk terus membentuk suatu halaqoh batiniah dengan para guru.” Ucap Gus Kausar. Di dalam mauidloh hasanahnya.

    Kemudian rangkaian acarapun ditutup oleh doa yang dipimpin oleh KH Nurul Huda Jazuli.

  • Majelis Dzikrul Ghofilin

    Majelis Dzikrul Ghofilin

    Santripasir.id Jumat (14/11/2025) Memasuki hari ketiga Haul Akbar KH. Ahmad Muhdlor ke-35, rangkaian acara malam ini adalah Dzikrul Ghofilin yang digelar di panggung utama PPSQ Asy Syadzili 1. Selepas salat Isya’, para santri berkumpul di lapangan futsal. Acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh tim banjari Asy Syadzili sembari menunggu kedatangan Gus Ferry, cucu dari KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus miek) yang akan memimpin majelis.

    Pukul 19.33 WIB, Gus Ferry tiba di lokasi. Dengan didampingi beberapa orang, beliau langsung menuju panggung utama. Setelah dibuka oleh MC, Gus Ferry memimpin pembacaan Dzikrul Ghofilin yang diikuti seluruh jamaah dengan khidmat.

    Pukul 19.51 WIB, KH. Sabuth Panoto Projo hadir di area acara. Beliau disambut hangat dan diarahkan menuju ndalem pengasuh oleh yang bertugas. Sesampainya di sana, beliau disambut langsung oleh Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili.

    Setelah pembacaan Dzikrul Ghofilin selesai, KH. Sabuth Panoto Projo memimpin Mauidloh Hasanah. Dalam dawuhnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya Mendoakan orang tua yang sudah meninggal.

    “manusia kalau sudah menjadi ahli kubur hanya butuh ampunan dari Allah dan kiriman Al Fatihah dari ahli warisnya” tutur beliau.

    Beliau juga menceritakan kisah Rasulullah SAW saat memberitakan istrinya tentang betapa mengerikannya alam kubur. Rasulullah bersabda :

    إن الميت في قبره كالغريق الغريب ينتظر دعوةً تصل إليه من أبٍ أو أمٍ أو أخٍ أو صديق.”
    “Sesungguhnya mayit di dalam kuburnya itu seperti orang yang tenggelam dan terasing. Ia menunggu doa yang sampai kepadanya, baik dari ayah, ibu, saudara, atau sahabatnya.”  nabi mengibaratkan orang yang sudah masuk  dalam kubur itu seperti orang yang tenggelam di dalam lautan yang senantiasa membutuhkan pertolongan. kemudian Sayyidati Aisyah bertanya bagaimana cara aku agar dapat menyelamatkan orang yang orang yang ada di alam barzah, Rasulullah pun menjawab dengan membacakan salah satu ayat Al Qur’an untuk orang tersebut.

    Dari sini beliau mengingatkan kita untuk senantiasa mendoakan orang tua kita terlebih yang sudah meninggal.

    Sebelum beliau mengakhiri mauidhoh Hasanah, beliau mendoakan khusus untuk keluarga besar Bani Syadzili terlebih kepada KH. Abdul Mun’im pengasuh PPSQ ASY SYADZILI 1. dan beliau juga mendoakan kepada seluruh jamaah dzikrul Ghofilin seluruh nusantara. sebagai penutup dari dawuh beliau acara pun di akhiri dengan pembacaan Syi’ir Dzikru Ghofilin yang di pimpin kembali oleh Gus ferry.

  • Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Dalam memulai rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35, Pondok pesantren Asy-Syadzili menggelar penutupan khotmil Qur’an Bani Syadzili pada Rabu (12/11/2025) yang Dimana pembukaan khataman dilakukan sehari sebelumnya, yakni selasa (11/11/2025). Kegiatan khataman tersebut dilaksanakan di Ndalem Kesepuhan yang terletak di PPSQ Asy-Syadzili 2 tepatnya di area sekitar Masjid Jami’ Al-Ibrahim.

    Khataman dibuka oleh Muhammad A’ yang merupakan santri Asy-Syadzili sekaligus Dzurriyah KH. Ahmad Syadzili Muhdlor. Acara penutupan Khotmil Qur’an Bani Syadzili dihadiri oleh bermacam kalangan, seperti: Habaib, dzurriyah KH Ahmad Syadzili Muhdlor sampai  masyarakat desa sumber pasir. Semuanya hadir guna menutup Khataman Al Qur’an sekaligus membuka Rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35.

    Acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh tim Al-banjari Asy-Syadzili dan dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah. lantunan indah bacaan Al-Qur’an oleh Ust. Ikhwan Fahrur Rifki mengisi setelahnya, melengkapi kekhidmatan malam ini. Dilanjut acara selanjutnya yakni pembacaan Khotmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Agus Khoirul Huda.

    kemudian sambutan oleh KH Hazimul Ahzab sebagai perwakilan keluarga besar Bani Syadzili. Beliau menyampaikan maksud diadakannya Acara Haul Akbar, tak lain merupakan bentuk pengabdian dalam berbakti kepada orang tua. Beliau menegaskan bahwa orang yang berbakti kepada orang tua hidupnya akan Bahagia. Sebaliknya, orang yang mempunyai masalah dengan hidupnya, biasanya tak luput dari konflik atau permasalahan antara orang tua dan anak.

    “Tidak ada ceritanya orang yang berbakti hidupnya tidak enak, kalau hidupnya gak enak mesti ada masalah dengan orang tuanya.”

    Tutur beliau dalam sambutannya.

    Acara penutupan Khotmil Qur’an berjalan dengan khusyuk, seluruh jamaah duduk khidmat mendengarkan.

    Beranjak ke inti acara Mauidloh Hasanah yang disampaikan oleh Dr. KH. Zainur Rozikin MM M.pd I.

    dalam ceramahnya beliau menyebutkan tiga amalan yang tidak akan terputus walaupun telah berpindah ke alam barzah,

    “konco seng apik Nang kuburan iku onok telu. Yoiku shodaqoh, ilmu seng bermanfaat, lan anak seng Soleh.” (teman baik dalam kuburan nanti ada 3, yaitu: Shodaqoh, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh)

    yang pertama yakni shodaqoh jariyah, beliau menjelaskan bahwa pahala yang berasal dari shodaqoh tidak akan terputus walaupun ruh manusia meninggalkan jasadnya .

    kedua, ilmu yang bermanfaat. Sebab jika ilmu terus diajarkan maka ia tidak akan pernah mati dan akan senantiasa hidup.

    dan yang terakhir anak yang sholeh, beliau menuturkan bahwa mempunyai anak yang sholeh merupakan investasi akhirat, sebab anak yang sholeh sudah pasti selalu mendoakan orang tuanya.

    Dr. KH. Zainur Rozikin menutup ceramahnya dengan mengirim surat Al Fatihah dikhususkan kepada KH Ahmad Syadzili Muhdlor.

    Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al Habib Usman Al-Aydrus. Setelah pembacaan doa, rampung sudah acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili. Harapannya dengan diawali Khataman Al-Qur’an, menjadikan barokah dalam menjalani rangkaian acara Haul Akbar KH Syadzili muhdlor ke 35 selanjutnya.

  • Asy-Syadzili membawa gelar finalis

    Asy-Syadzili membawa gelar finalis

    Alhamdulillahirabbil ‘alamiin…

    Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Selasa-Jum’at tanggal 9-12 Juli 2024 perwakilan tim Santripasir Media Creative dari PPSQ Asy-Syadzili 1 berhasil pulang membawa predikat “kelompok terbaik” dalam pelatihan Santri Digital Preneur Indonesia 2024 (disana para santri membawa produk dari pesantren masing-masing dan diberi tantangan membuat foto dan video iklan produk dengan waktu dan peralatan yang sangat terbatas) yang membuat bangga, tim dari PPSQ As-Syadzili 1 berhasil menyelamatkan tiket untuk acara Demoday Santri Digital Preneur Indonesia 2024 di Jakarta nanti dan juga mendapatkan “satu set alat produksi konten kreatif digital” berupa : laptop 1 set, kamera canon r100, Tripod beserta memori card nya.

    Yuk dukung produk Santripasir dengan membeli merchandise Santripasir di :
    📍Stand bazar santripasir (lapangan voli PPSQ Asy-Syadzili 1)
    🗓 Sambangan Ahad Pon
    🕗 08:00-selesai (selama waktu sambangan santri)

    Santripasir

    Jum’at, 2 Agustus 2024

    santripasir#ppsqasysyadzili1

    banggajadisantriasysyadzili

  • menteri kemenparekraf apresiasi santripasir merchandise

    menteri kemenparekraf apresiasi santripasir merchandise

    Alhamdulillahirabbil ‘alamiin…

    Pada hari ini (Ahad, 28 Juli 2024) mas Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno mereview dan memberikan apresiasi terhadap produk merchandise “Santripasir”. Beliau sangat senang sekali setelah menerima pemberian kami dan berharap agar para santri terus dapat berkarya se kreatif mungkin untuk mengembangkan produk-produk dari pesantren. Melalui program Santri Digital Preneur Indonesia, kemenparekraf memberikan pelatihan kepada para santri dari pondok pesantren di Indonesia, hal ini juga dapat memberikan sisi positif yakni mematahkan stigma masyarakat yang menganggap santri itu gaptek (gagap teknologi). Dengan sologannya “Generasi kreatif, berdaya saing”.

    Yuk dukung produk Santripasir dengan membeli merchandise Santripasir di :
    📍Stand bazar santripasir (lapangan voli PPSQ Asy-Syadzili 1)
    🗓 Setiap Sambangan Ahad Pon
    🕗 08:00-selesai (selama waktu sambangan santri)

    Foto :

    • Plakat penghargaan kelompok terbaik “Santri Digital Preneur Indonesia 2024”.
    • Mas mentri membawa buku Biografi KH. Ahmad Syadzili Muhdlor.
    • Mas mentri membawa Tumbler Santripasir.
    • Mas mentri membawa Kaos Santripasir dan Gantungan Kunci Santripasir.

    Santripasir

    Jum’at, 2 Agustus 2024

    santripasir#ppsqasysyadzili1

    banggajadisantriasysyadzili

  • Sampah Melangitkan Manusia

    Sampah Melangitkan Manusia

    ASY-SYADZILI 1 – Dalam kehidupan ini pastinya kita dituntut untuk selalu beribadah pada Allah Subhanahu wataa’la
    Mulai dari melaksanakan kewajiban, melakukan sunnah-sunnahnya, hingga berbuat baik kepada sesama. 
    Tetapi kita tak tahu amalan apa yang membuat kita yang bisa menggiring kita masuk surga Allah Subhanahu wataa’la. 
    Belajar dari kisah kisah terdahulu kita tak bisa menilai seseorang dari penampilan atau perilaku yang tampak oleh mata saja, seperti hal nya, kisah dari Barseso seorang yang alim yang terobsesi untuk bisa lebih alim lagi, dan ternyata ia terperosok dalam kemaksiatan yang amat sangat buruk karena hasutan syaitan,hingga ia meninggal dalam keadaan Su’ul Khotimah  Naudzubillah.
    Dari kisah Seorang pendosa yang memberi minum seekor anjing juga kita bisa ambil pelajaran, bahwasanya orang yang memiliki perjalanan hidup yang buruk belum tentu ia memiliki akhir yang buruk juga, berkat kebaikan hati diakhir hanyatnya, justru itu yang menjadi sebab ia masuk surga. 
    Kesimpulan dari 2 cerita diatas ialah, kita memang harus terus berusaha berbuat amal – amal baik, karena kitapun tak tau hal apa yang bisa membuat kita masuk syurga, mungkin karena kita menyisakan sedikit makanan untuk diberikan kepada seekor kucing, atau menyingkirkan batu ditengah jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas, kita tak pernah tahu.


    DUNIA PESANTREN 
    Begitu pula, dalam pondok pesantren, kepintaran kita dalam menyerap ilmu bukan menjadi faktor kesuksesan kita, karena dalam pondok pesantren ada sebuah faktor yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, yaitu faktor X (atau yang disebut dengan  barokah ), kita tak pernah tau bagaimana faktor ini bekerja, tetapi jika seseorang telah mendapat barokah maka taka da susah dalam kehidupannya, dan cara mendapatkan barokah yaitu dengan berkhidmah  (ngabdi/ngawulo) kepada guru. 


    KHIDMAH 
    Banyak macam cara berkhidmah untuk medapatkan barokah, mulai dari membantu bagian dapur, menjadi keamanan dan ketertiban, menjadi dari bagian dakwah pondok pesantren melalui media social, ataupun menjadi ketua kamar, tetapi berkhidmah bukan hanya itu saja, makna berkhidmah memiliki cakupan yang luas.
    Kita menyapu latar masjid dengan niatan agar jamaah sholat merasa nyaman itu termasuk khidmah, kita menata sandal agar jamaah tidak kebingungan mencarinya juga termasuk khidmah, hal apapun yang kita lakukan dengan niatan untuk kemaslahatan bersama juga termasuk dari khidmah.

    SAMPAH SEPELE YANG MEMBAWA BAROKAH 
    Kita selalu berpikir bahwa khidmah itu menjadi ketua kamar, menjadi keamanan, menjadi abdi ndalem, malah banyak dari kita tidak berpikir untuk membuang sampah yang ada disekitar kita padahal itu adalah peluang kita untuk berkhidmah yang sangat mulia.
    Banyak dari kita memandang khidmah dibagian kebersihan sebagai hal yang biasa saja, tetapi malah hal itulah yang membuat mereka cepat dalam mendapatkan barokah, karena mereka rela kotor, demi para santri nyaman dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya, banyak sekali kisah kesuksesan dari santri yang bersih-bersih menjadi kebiasaan sehari – hari, seperti halnya kisah santri yang diutus selalu bersih-bersih tidak pernah mengaji, tetapi ketika pulang beliau menjadi seorang kyai.
    Maka dari itu, kita tak usah bingung hal apa yang bisa kita lakukan untuk berkhidmah, minimal kita buang sampah di sekitar kita dengan niatan untuk kemaslahatan bersama, Insyallah, jika Allah berkehendak hal-hal seperti itu menjadi penyebab kita mendapat barokah serta ridho Allah Subhanahu wataa’la. 
    Amin yaa robbal AlaminASY-SYADZILI 1 – Dalam kehidupan ini pastinya kita dituntut untuk selalu beribadah pada Allah Subhanahu wataa’la
    Mulai dari melaksanakan kewajiban, melakukan sunnah-sunnahnya, hingga berbuat baik kepada sesama. 
    Tetapi kita tak tahu amalan apa yang membuat kita yang bisa menggiring kita masuk surga Allah Subhanahu wataa’la. 
    Belajar dari kisah kisah terdahulu kita tak bisa menilai seseorang dari penampilan atau perilaku yang tampak oleh mata saja, seperti hal nya, kisah dari Barseso seorang yang alim yang terobsesi untuk bisa lebih alim lagi, dan ternyata ia terperosok dalam kemaksiatan yang amat sangat buruk karena hasutan syaitan,hingga ia meninggal dalam keadaan Su’ul Khotimah  Naudzubillah.
    Dari kisah Seorang pendosa yang memberi minum seekor anjing juga kita bisa ambil pelajaran, bahwasanya orang yang memiliki perjalanan hidup yang buruk belum tentu ia memiliki akhir yang buruk juga, berkat kebaikan hati diakhir hanyatnya, justru itu yang menjadi sebab ia masuk surga. 
    Kesimpulan dari 2 cerita diatas ialah, kita memang harus terus berusaha berbuat amal – amal baik, karena kitapun tak tau hal apa yang bisa membuat kita masuk syurga, mungkin karena kita menyisakan sedikit makanan untuk diberikan kepada seekor kucing, atau menyingkirkan batu ditengah jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas, kita tak pernah tahu.


    DUNIA PESANTREN 
    Begitu pula, dalam pondok pesantren, kepintaran kita dalam menyerap ilmu bukan menjadi faktor kesuksesan kita, karena dalam pondok pesantren ada sebuah faktor yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, yaitu faktor X (atau yang disebut dengan  barokah ), kita tak pernah tau bagaimana faktor ini bekerja, tetapi jika seseorang telah mendapat barokah maka taka da susah dalam kehidupannya, dan cara mendapatkan barokah yaitu dengan berkhidmah  (ngabdi/ngawulo) kepada guru. 


    KHIDMAH 
    Banyak macam cara berkhidmah untuk medapatkan barokah, mulai dari membantu bagian dapur, menjadi keamanan dan ketertiban, menjadi dari bagian dakwah pondok pesantren melalui media social, ataupun menjadi ketua kamar, tetapi berkhidmah bukan hanya itu saja, makna berkhidmah memiliki cakupan yang luas.
    Kita menyapu latar masjid dengan niatan agar jamaah sholat merasa nyaman itu termasuk khidmah, kita menata sandal agar jamaah tidak kebingungan mencarinya juga termasuk khidmah, hal apapun yang kita lakukan dengan niatan untuk kemaslahatan bersama juga termasuk dari khidmah.

    SAMPAH SEPELE YANG MEMBAWA BAROKAH 
    Kita selalu berpikir bahwa khidmah itu menjadi ketua kamar, menjadi keamanan, menjadi abdi ndalem, malah banyak dari kita tidak berpikir untuk membuang sampah yang ada disekitar kita padahal itu adalah peluang kita untuk berkhidmah yang sangat mulia.
    Banyak dari kita memandang khidmah dibagian kebersihan sebagai hal yang biasa saja, tetapi malah hal itulah yang membuat mereka cepat dalam mendapatkan barokah, karena mereka rela kotor, demi para santri nyaman dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya, banyak sekali kisah kesuksesan dari santri yang bersih-bersih menjadi kebiasaan sehari – hari, seperti halnya kisah santri yang diutus selalu bersih-bersih tidak pernah mengaji, tetapi ketika pulang beliau menjadi seorang kyai.
    Maka dari itu, kita tak usah bingung hal apa yang bisa kita lakukan untuk berkhidmah, minimal kita buang sampah di sekitar kita dengan niatan untuk kemaslahatan bersama, Insyallah, jika Allah berkehendak hal-hal seperti itu menjadi penyebab kita mendapat barokah serta ridho Allah Subhanahu wataa’la. 
    Amin yaa robbal Alamin