Bulan puasa Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh
dunia. Pada bulan ini, Allah menutup pintu-pintu neraka dan membuka pintu-pintu surga
selebar-lebarnya. Artinya, Allah juga melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya seluas-luasnya
kepada hamba-Nya. Selain itu, pada bulan ini setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.
Selain memberikan pahala yang besar karena berpuasa selama satu bulan penuh, puasa juga
berdampak positif bagi kesehatan manusia. Saat berpuasa, tubuh berfokus pada proses
pemulihan dan pembersihan. Beban sistem pencernaan berkurang sehingga energi dialihkan
untuk membuang racun dalam metabolisme. Proses ini dikenal sebagai autophagy, yaitu
mekanisme ketika sel-sel tubuh membersihkan dan memperbaiki bagian sel yang rusak atau
tidak lagi berfungsi dengan baik.
Puasa juga dapat meningkatkan fungsi otak. Ketika berpuasa, tubuh menghasilkan lebih
banyak brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang berperan dalam
menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan sel saraf. Peningkatan BDNF dapat
membantu meningkatkan kemampuan kognitif, daya ingat, serta fokus.
Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus
selama kurang lebih 12 jam. Ada hal penting yang perlu diperhatikan, terutama saat berbuka.
Banyak orang berbuka dengan makanan yang tinggi gula dan kolesterol, seperti kudapan
manis dan gorengan berminyak, hingga melupakan kebutuhan cairan tubuh dengan
mengonsumsi air putih yang cukup.
Hal ini tentu sangat disayangkan. Setelah tubuh melakukan proses perbaikan sel selama
berpuasa, konsumsi makanan yang tidak sehat justru dapat merusak kembali kondisi
kesehatan. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita harus bijak dalam memilih menu
berbuka. Selain menjadikan puasa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita
juga perlu menjaga kesehatan diri. Jangan sampai banyaknya ragam takjil membuat kita lupa
pada kebutuhan tubuh yang telah berpuasa sepanjang hari.
Sumber : https://www.unpad.ac.id/2023/04/pakar-jelaskan-fakta-ilmiah-dari-puasa-ramadan/

Leave a Reply