Author: Habibiel

  • Umar bin Khattab: Kepemimpinan yang Sangat Mencintai Keadilan

    Umar bin Khattab: Kepemimpinan yang Sangat Mencintai Keadilan

    Nama: Umar bin Khattab.
    Lahir: 584, MakkahJazirah Arab
    Ayah: Khattab bin Nufail
    Ibu: Hantamah binti Hisyam
    Pasangan:

    • Zainab binti Mazh’un
    • Ummu Kultsum binti Jarwal
    • Quraibah binti Abu ‘Umayyah
    • Jamilah binti Tsabit
    • ‘Atikah binti Zaid
    • Ummu Hakim binti Al Harits
    • Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib

    Keturunan:
    Putra:

    Dalam sejarah Islam, ada banyak sosok yang menjadi inspirasi tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya hadir bagi rakyatnya. Salah satunya adalah Umar bin Khattab RA, khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umar memiliki peran penting dalam memperluas wilayah Islam dan membangun sistem pemerintahan yang adil. Umar bukan hanya pemimpin yang kuat, tetapi juga pribadi yang penuh kebijaksanaan. Keberanian, ketegasan, dan kepeduliannya membuat ia dikenang sebagai teladan kepemimpinan hingga hari ini. 

    Perjalanan sahabat Umar bin Khattab

    Umar bin Khattab lahir di Mekah pada tahun 584 M dari suku Banu Adi, bagian terhormat dari kabilah Quraisy. Ia wafat pada tahun 644 M setelah ditikam oleh seorang budak Persia bernama Abu Lu’lu’ah saat salat Subuh di Masjid Nabawi. Luka yang dialami sangat parah, dan ia meninggal beberapa hari kemudian.Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal dengan sikapnya yang tegas dan keras, serta dihormati oleh masyarakatnya karena keteguhan pendirian dan keberaniannya. Pada awalnya, Umar adalah salah satu musuh Islam yang paling keras dan bahkan pernah berniat membunuh Nabi Muhammad SAW untuk mempertahankan keyakinan leluhurnya.
    Namun, Allah SWT membuka hati Umar dengan cara yang luar biasa. Dalam perjalanannya menuju rumah saudarinya, Fatimah, Umar mendengar lantunan ayat Al-Qur’an yang sangat menyentuh hatinya. Setelah itu, Umar memeluk Islam dan menjadi salah satu pembela yang paling setia, berubah dari musuh menjadi sekutu kuat Nabi.

    Pemimpin yang Mengutamakan Keadilan

    Sebagai khalifah, Umar bin Khattab tidak hanya memperluas wilayah Islam hingga Romawi Timur, Mesir, Suriah, dan Palestina. Lebih dari itu, ia membangun sistem pemerintahan yang berkeadilan. Ia mendirikan Baitul Mal untuk memastikan harta negara digunakan bagi rakyat, membagi wilayah menjadi provinsi dengan pemimpin yang dipilih karena kemampuan, bukan karena kedekatan.

    Salah satu hal yang paling dikenang adalah kebiasaannya berjalan di malam hari untuk memastikan rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Umar tidak ingin hanya menerima laporan, ia ingin melihat langsung. Pernah suatu malam, ia mendapati seorang ibu yang menenangkan anaknya dengan panci kosong hanya agar sang anak bisa tertidur. Umar pun segera kembali membawa gandum di punggungnya sendiri, menyalakan api, dan memasak untuk keluarga itu. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan soal pelayanan.

    Tertarik mengamalkan nilai-nilai keberanian dan keteladanan Sayyidina Umar bin Khattab? Tunjukkan kebanggaanmu lewat penampilan.
    Dapatkan Kaos Santripasir Umar bin Khattab sekarang sebelum kehabisan!

  • Utsan bin Affan Wujud Dari Kedermawanan dan Kepemimpinan.

    Utsan bin Affan Wujud Dari Kedermawanan dan Kepemimpinan.

    Nama: Utsman bin Affan

    Berkuasa: 6 November 644 – 17 Juni 656

    Lahir: 576 (45 SH)

    Ayah: Affan bin Abi al-Ash

    Ibu: Arwa binti Kuraiz

    Pasangan:      Ummu ‘Amr

    Asma binti Abu Jahal Ruqayyah binti Muhammad

    Ummu Kultsum binti Muhammad Fakhitah binti Ghazwan

    Ummul Banin binti Uyainah Fatimah binti al-Walid Na’ilah binti al-Farafishah

    Keturunan:

    Putra

    • Abdullah bin Utsman (dari Ruqayyah binti Rasulullah)
    • Amr bin Utsman (dari Umm Amr binti Jundab)
    • Aban bin Utsman (dari Umm Amr binti Jundab)
    • Umar bin Utsman (dari Umm Amr binti Jundab)
    • Khalid bin Utsman (dari Umm Amr binti Jundab)
    • Said bin Utsman (dari Fatimah binti al-Walid)
    • Al-Walid bin Utsman (dari Fatimah binti al-Walid)
    • Anbasa bin Utsman (dari Ramlah binti Syaiba)
    • Abdul Malik bin Utsman (dari Umm Al-Banin binti Uyaynah)

    Putri

    • Maryam binti Utsman (dari Umm Amr binti Jundab)
    • Umm Said binti Utsman (dari Fatimah binti al-Walid)
    • Aisyah binti Utsman (dari Ramlah binti Syaiba)
    • Umm Aban binti Utsman (dari Ramlah binti Syaiba)
    • Umm Amr binti Utsman (dari Ramlah binti Syaiba)
    • Arwa binti Utsman (dari Na’ilah binti al-Farafishah)
    • Umm al-Banin binti Utsman (dari Umm Al-Banin binti Uyaynah)

    Kisah Utsman bin Affan RA adalah perpaduan antara kedermawanan luar biasa, kesantunan, dan pengorbanan besar demi tegaknya ajaran Islam. Beliau lahir dari klan Bani Umayyah yang terpandang di Quraisy dan dikenal sebagai seorang pedagang kaya raya yang sangat dermawan, jujur, serta pemalu.

    Utsman merupakan salah satu pemeluk Islam pertama (Assabiqunal Awwalun) melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau mendapat julukan Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah SAW secara berurutan, yaitu Ruqayyah dan, setelah Ruqayyah wafat, Ummu Kultsum.

    Kisah kedermawanan Utsman bin Affan RA adalah salah satu teladan paling indah dalam sejarah Islam. Beliau adalah seorang pedagang sukses dan kaya raya, namun kekayaannya tidak pernah bersatu di dalam hatinya—harta tersebut hanya berada di genggaman tangannya untuk dialirkan kembali demi kemaslahatan umat.

    Berikut adalah beberapa kisah monumental yang menggambarkan betapa luar biasanya kedermawanan Utsman bin Affan:

    1.  Membeli dan Mewakafkan Sumur Ruma

    Saat kaum muslimin berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka mengalami krisis air bersih. Satu-satunya sumber air yang segar dan melimpah di Madinah adalah Sumur Ruma, yang dimiliki oleh seorang pria Yahudi. Pemiliknya menjual air tersebut dengan harga yang sangat mahal, sehingga menyulitkan rakyat miskin.

    Rasulullah SAW kemudian bersabda:

    “Barang siapa yang membeli Sumur Ruma, lalu ia menjadikan timbanya bersama timba kaum muslimin (digunakan bersama secara gratis), maka baginya surga.”

    Mendengar hal itu, Utsman langsung menemui pemilik sumur dan menawarnya. Awalnya, pemilik sumur hanya mau menjual setengah kepemilikan sumur tersebut (sistem ganti hari

    pakai). Utsman membelinya seharga 12.000 dirham. Ketika giliran hari Utsman yang memegang sumur, beliau menggratiskan air tersebut untuk seluruh warga Madinah, sehingga pada hari giliran si pemilik Yahudi, tidak ada lagi orang yang membeli air darinya.

    Akhirnya, pemilik Yahudi tersebut meminta Utsman untuk membeli sisa kepemilikannya seharga 8.000 dirham. Utsman pun mewakafkan sumur tersebut sepenuhnya untuk kaum muslimin hingga akhir zaman.

    • Membiayai Pasukan Perang Tabuk (Jaysy al-‘Usrah)

    Pada tahun 9 Hijriah, umat Islam menghadapi Perang Tabuk untuk melawan pasukan Romawi. Saat itu, Madinah sedang dilanda musim kemarau panjang, cuaca sangat panas, dan terjadi kelangkaan bahan pangan. Perang ini membutuhkan biaya dan persediaan logistik yang sangat besar.

    Ketika Rasulullah SAW menyeru untuk bersedekah membiayai pasukan perang, Utsman berdiri dan menyumbangkan 300 ekor unta beserta seluruh perlengkapannya, 50 ekor kuda, serta

    1.000 dinar emas (diperkirakan setara miliaran rupiah saat ini) yang dituangkan langsung ke pangkuan Rasulullah SAW.

    Melihat kedermawanan yang tiada tanding itu, Rasulullah SAW terharu dan bersabda:

    “Tidak ada dosa bagi Utsman atas apa pun yang ia lakukan setelah hari ini.”

    3.  Kafilah Dagang di Masa Paceklik

    Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Madinah pernah dilanda musim kemarau dan paceklik yang sangat berat. Umat Islam mengalami kelaparan dan kesulitan bahan pokok.

    Di tengah krisis tersebut, kafilah dagang milik Utsman yang terdiri dari 1.000 ekor unta yang membawa gandum, minyak, dan bahan makanan tiba dari Syam. Para pedagang Madinah segera mendatangi Utsman dan menawarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut dengan keuntungan 2 sampai 5 kali lipat.

    Namun, Utsman menolaknya dan bertanya:

    “Apakah ada di antara kalian yang berani memberikan keuntungan yang lebih besar dari itu?”

    Para pedagang bingung dan menjawab: “Tidak ada pedagang lain di Madinah selain kami, siapa yang memberimu keuntungan lebih?”

    Utsman menjawab:

    “Allah telah berjanji memberikan keuntungan 10 kali lipat untuk setiap satu kebaikan, bahkan hingga 700 kali lipat. Apakah kalian bisa menandingi keuntungan dari Allah?”

    Utsman kemudian membagikan seluruh isi muatan 1.000 unta tersebut secara gratis kepada seluruh penduduk Madinah yang membutuhkan tanpa mengambil keuntungan sepeser pun.

    4.  Perluasan Masjid Nabawi

    Seiring pesatnya perkembangan jumlah umat Islam di Madinah, bangunan Masjid Nabawi tidak lagi muat untuk menampung jamaah shalat. Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang mau membeli tanah milik Fulan ini untuk ditambahkan ke dalam masjid, dan kelak ia akan mendapatkan yang lebih baik di surga?”

    Tanpa ragu, Utsman membeli tanah di sekitar Masjid Nabawi dengan uang pribadinya seharga

    25.000 dirham dan menyumbangkannya untuk perluasan masjid.

    Hikmah dari Kedermawanan Utsman

    Utsman bin Affan menunjukkan prinsip sejati dalam berharta bagi seorang muslim: bahwa harta bukanlah untuk ditumpuk atau dijadikan ajang kesombongan, melainkan alat untuk mengetuk pintu surga dan menebar kemaslahatan bagi sesama. Bahkan hingga hari ini, peninggalan wakaf sumur dan kebun milik Utsman di Madinah masih terawat dan dikelola oleh pemerintah Arab Saudi atas nama Utsman bin Affan.

    Tertarik mengamalkan nilai-nilai keberanian dan keteladanan Sayyidina Utsman bin Affan? Tunjukkan kebanggaanmu lewat penampilan.
    Dapatkan Kaos Santripasir Utsman bin Affan sekarang sebelum kehabisan!

  • Abu Bakar Ash-Shiddiq: Penerus Pertama Kepemimpinan Rasulullah SAW

    Abu Bakar Ash-Shiddiq: Penerus Pertama Kepemimpinan Rasulullah SAW

    Nama:

    Abu Bakar Ash Shiddiq

    Berkuasa:

    8 Juni 632 – 23 Agustus 634

    Lahir:

    27 Oktober 573

    Ayah:

    Abu Quhafah

    Ibu:

    Salma binti Sakhar

    Pasangan:

    • Qutailah binti Abdul Uzza
    • Ummu Ruman binti Amir
    • Asma’ binti Umais
    • Habibah binti Kharijah

    Keturunan:

    Putra

    • Abdullah
    • Abdurrahman
    • Muhammad

    Putri

    • Asma’
    • Aisyah
    • Ummu Kultsum

    Kisah sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan salah satu riwayat yang paling mengharukan dan kaya akan hikmah dalam sejarah Islam. Sebagai sahabat terkarib Rasulullah SAW, beliau memegang peranan yang sangat krusial dalam menyokong perjuangan dakwah Islam. Keikhlasan, ketulusan, serta keberaniannya menjadi teladan abadi bagi seluruh umat. Sejak awal memeluk Islam, Abu Bakar telah membuktikan komitmen yang luar biasa untuk selalu mendampingi dan membantu Rasulullah dalam setiap langkah perjuangan beliau. Kisah beliau mengajarkan ketulusan dalam beriman, keberanian menghadapi ujian hidup, serta betapa pentingnya peran seorang sahabat sejati dalam menegakkan syiar agama.

    Dalam perjalanan hidupnya, Abu Bakar melewati berbagai cobaan berat mulai dari intimidasi kaum Quraisy hingga pengorbanan besar saat mendampingi Nabi SAW dalam peristiwa hijrah yang sangat bersejarah.

    Pemimpin yang Adil dan Bijaksana

    Setelah Rasulullah SAW wafat, dedikasi Abu Bakar berlanjut saat beliau diamanahkan sebagai khalifah pertama. Meskipun tidak pernah berambisi mengejar kekuasaan, kecakapan dan integritas beliaulah yang membuat umat Islam sepakat memilihnya sebagai pemimpin. Selama mengemban amanah tersebut, Abu Bakar membuktikan kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang.Salah satu keputusan monumental yang beliau ambil adalah menindak tegas gerakan murtad dan pembangkangan zakat pasca-wafatnya Rasulullah. Keberanian dan ketegasan beliau dalam mengukuhkan hukum Islam menjadi pilar penting bagi keberlangsungan umat. Selain itu, beliau juga menginisiasi pengumpulan lembaran-lembaran Al-Qur’an hingga akhirnya tersusun menjadi satu mushaf utuh yang kita gunakan sampai hari ini.

    Masa kepemimpinan Abu Bakar menyajikan pelajaran berharga tentang hakikat seorang pemimpin: mengutamakan keadilan, mendengarkan aspirasi rakyat, dan menempatkan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi. Kisah perjalanan hidup Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah cerminan dari keikhlasan, keberanian, dan pengorbanan tanpa batas. Dari awal pemelukannya terhadap Islam, kesetiaannya mendampingi Nabi SAW, hingga masa kepemimpinannya sebagai khalifah, seluruhnya menunjukkan kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Semoga kita dapat meneladani keteguhan iman, kesetiaan, serta kepemimpinan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

  • Dari Asy-Syadzili untuk Negeri, MERDEKA!: Gelora Rasa Syukur dan Nasionalisme Santri di HUT ke-81 RI

    Dari Asy-Syadzili untuk Negeri, MERDEKA!: Gelora Rasa Syukur dan Nasionalisme Santri di HUT ke-81 RI

    ASY SYADZILI NEWS – Memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada Senin, 17 Agustus 2026, Pondok Pesantren Salafiah Al-Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili 1 menggelar serangkaian perayaan khidmat sekaligus meriah. Mengusung tasyakur kemerdekaan, perhelatan ini menjadi wujud nyata komitmen santri dalam merawat spiritualitas dan membakar semangat cinta tanah air.

    Rangkaian peringatan telah dimanifestasikan sejak Minggu malam (16/8/2026) melalui gelaran spiritual bertajuk “Asy-Syadzili Bermunajat”. Berpusat di halaman utama pesantren, ribuan santri bersama jajaran pengasuh larut dalam pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama yang ditujukan khusus bagi para pahlawan serta syuhada bangsa. Suasana khusyuk melingkupi lokasi saat melantunkan bait-bait doa untuk keselamatan dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Tak hanya sarat akan nuansa spiritual, malam puncak munajat tersebut juga dibalut dengan panggung ekspresi seni santri. Berbagai pertunjukan kebudayaan bernuansa islami dan kebangsaan—mulai dari pembacaan puisi drama sejarah perjuangan, penampilan musik islami, hingga koreografi kolosal—turut menyemarakkan acara.

    Keesokan harinya, tepat pada 17 Agustus 2026 pagi, puncak peringatan diwujudkan melalui Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak. Seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan—mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK IT Asy-Syadzili—melebur menjadi satu dalam barisan upacara yang presisi dan penuh disiplin di lapangan utama sekolah.

    Para santri yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) menjalankan tugas dengan penuh khidmat saat Sang Saka Merah Putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momentum ini menegaskan kembali peran pesantren sebagai pilar pembentuk generasi muda yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan berjiwa nasionalis.

    Asy Syadzili 1, Dari santri untuk negeri.

  • HASIL FMPP KE-45: Layang -Layang Meresahkan Warga | PP. Fadllul Wahid Ngangkruk

    HASIL FMPP KE-45: Layang -Layang Meresahkan Warga | PP. Fadllul Wahid Ngangkruk

    Deskripsi masalah:

    Sudah bukan hal asing lagi kata “layangan” di telinga kita. Permainan satu ini menjadi hiburan yang digemari oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di berbagai daerah. Para penggemar layangan bahkan tak segan merogoh kocek cukup dalam, hingga ratusan ribu rupiah, demi memodifikasi layangan mereka. Mulai dari pemberian corak warna yang menarik, pemasangan dinamo, lampu hias, hingga aksesoris-aksesoris unik lainnya. 

    Dan Terkadang ada saja orang yang nyeleneh dalam membentuk layangannya karna Akhir-akhir ini terjadi suatu hal mengejutkan yang dianggap tabu ( jawa: saru ) dan kurang wajar oleh sebagian masyarakat. Pasalnya, ada sebuah layangan dengan model berbentuk celana dalam wanita dan berbentuk alat kelamin pria lengkap dengan 2 buah

    bijinya yang terbang sukses ikut serta menghiasi angkasa.

    Dan kalau membahas layangan, tentu kurang lengkap tanpa membicarakan adu layangan. Dalam permainan ini, bukan hanya soal siapa yang bisa menerbangkan layangannya paling tinggi, tetapi juga siapa yang mampu memutuskan benang lawan. Suara khas gesekan benang gelasan—benang yang dilapisi kaca halus—mengiringi pertarungan udara yang seru itu. Ketika sebuah layangan berhasil memutus benang lawan dan terlepas terbawa angin, suasana mendadak berubah. Anak-anak yang tadinya berdiri santai langsung berlarian mengejar layangan yang melayang terbawa angin ke mana pun ia terbang. Ini karena sudah ada aturan tidak tertulis: siapa pun yang berhasil menangkap layangan putus, dia berhak memilikinya. Jadi, mau layangan itu milik siapa sebelumnya, selama sudah putus, berarti bebas siapa cepat dia dapat.

    Namun, layangan yang putus itu seringkali nyangkut di tempat-tempat yang tak diharapkan—seperti di atap rumah orang, ranting pepohonan, bahkan yang paling sering adalah kabel listrik dan kabel jalan. Tidak jarang, kejadian ini menyebabkan kerusakan fasilitas umum.

    Pertanyaan:

    A. Bagaimana hukum membuat bentuk layangan yang nyeleneh seperti yang dijelaskan dalam deskripsi?

    Jawaban:

    1. Hukum membuat layangan dengan bentuk yang tabu seperti alat kelamin adalah haram karena berpotensi menimbulkan fitnah, seperti memancing imajinasi seksual, merusak akhlak anak bangsa, dll

    REFERENSI
     .1 الحلال و الحرام في الِسلام ص: 113 .٢ روائع البيان تفسير آيات الأحكام ٢ /٦1٤  
     .3 روائع البيان تفسير آيات الأحكام ٢ /٦1٤ —  محمد علي الصابوني )ت 1٤٤٢(    ٤.
    1. الحلال و الحرام في الاسلام ص: 113 فتصوير النساء عاريات أو شبه عاريات وإبراز موانع الِنوثة والفتنة منهن و رسمهن أو تصويرهن في أوضاع مثيرة للشهوات موقظة للغوائر الدنيا كما ترى ذلك واضحا في بعض المجلة و الصحف ودور ) السينما ( كل ذلك مما لِ شك في حرمته وحرمة تصويره وحرمة نشره على الناس وحرمة اقتنائه والتخاذه في البيوت أو المكاتب والمجلات وتعليقه على الجدران وحرمة القصد الى

    رؤيته ومشاهدته  

    • روائع البيان تفسير آيات الأحكام ٢/٦1٤ — محمد علي الصابوني )ت 1٤٤٢(

    أقول: إن التصوير الشمسي )الفوتوغرافي( لِ يَرج عن كونه نو اعا من أنواع التصوير، فما يَرج بالآلة يس ىمَّ )صورة(، والشخص الذي يحترف هذه الحرفة يسمَّ في اللغة والعرف )مص ىو ارا( فهو وإن كان لِ يشمله النص الصريح، لأنه ليس تصوي ارا باليد، وليس فيه مضاهاة لْلق الله، إ ىلِ  أنه لِ يَرج عن كونه ضرباا من ضروب التصوير، فينبغي أن يقتصر في الإباحة على )ح ىد الضرورة(، وما يتحقق به من المصلحة، *قد يكون إلى جانبها مفسدة عظيمة، كما هو حال معظم المجلات اليوم، التي تنفث سمومها في شبابنا وقد تخ ىصصت للفتنة والإغراء، حيث تصَُوَّر فيها المرأةُ بشكل يندى له الجبين، بأوضاع وأشكال تفسد الدين والأخلاق.*   *فالصور العارية، والمناظر المخزية، والأشكال المثيرة للفتنة، التي تظهر بها المجلات الْليعة، وتملأ معظم صفحاتها بهذه الأنواع من المجون، مما لِ يشك عاقل في حرمته، مع أنه ليس تصوي ارا باليد، ولكنه في الضرر والحرمة أشد من التصوير باليد*.

    • ترشيخ المستفدين ص 3٢٤3٢5

    }تنبيه{قال القسطلان على البخارى قال ابن العربى : حاصل ما فى اتحاذ الصورة انها ان كانت ذات اجسام حرم بالإجماع وان كانت رقما فاربعة اقوال : الجواز مطلقا لظاهر حديث الباب والمنع مطلقا حتى الرقم ، والتفصيل فإن كانت الصورة باقية الهيئة قائمة الشكل حرام وان قطعت الرأس وتفرقت الأجناء جاز قال هذا هو الأصح والِبع ان كان مما يمتهن جاز وان كان معلقا فلا .اهـ بالحرف .وانطر ما عمت به البلوى فى هذه الأزمنة من اتخاذ الصور المأخوذة رقما بالفوتغراف هل يجرى في ه هذا الْلاف لكونها من جملة المرقوم اوتجوز مطلقا بلا خلاف لكونها من قبيل الصورة التى ترى فى المرآة وتوصلوا الى حبسمها حتى كأنها هي كما تقضى به المشاهدة حرره فإن لم أقف على من تعرض لذلط من ارباب المذاهب المتبعة وعلى كل ففيما نقلته فسخة للناس ووسعة .

    إه

    Pertanyaan:

    B. Bagaimana hukum mengenai adu layangan, dan apakah layangan yang benangnya putus masih menjadi hak milik orang yang mendapatkannya atau

    tetap milik pemilik pertama?

    Jawaban:

    B. Hukum adu layangan dibenarkan, dengan syarat tidak merusak fasilitas umum atau hak milik orang lain, dan lain-lain. Adapun layangan yang benangnya putus tetap menjadi pemiliknya kecuali jika nilai layangan tersebut

    tidak seberapa dan ada indikasi kuat direelakan pemiliknya.

    REFERENSI
     .1   حاشية الجمل على شَح المنهج، =  81٢/5 .٢ تحفة المحتاج في شَح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي 9 /337  
     .3 الفتاوى الفقهية الكبرى – )ج ٤ ص 11٦( .٤ الفتاوى الفقهية الكبرى – )ج 3 / ص 105(  
     .5 تحفة المحتاج في شَح المنهاج – )ج 9 / ص338 (  ٦.
    1. حاشية الجمل على شرح المنهج، 81٢/ 5

    )وشَطها( أي المسابقة بين اثنين مثلا )كون المعقود عليه عدة قتال( ؛ لأن المقصود منها التأهب له ولهذا قال الصيمري لِ تجوز المسابقة من النساء؛ لأنهن لسن أهلا للحرب ومثلهن الْناثى )كذي حافر( من خيل وبغال وحمير )و( ذي )خف( من إبل وفيلة )و( ذي )نصل( كسهام ورماح ومسلات )ورمي بأحجار( بيد أو مقلاع بخلاف إشالتها المسماة بالعلاج، والمراماة بها بأن يرميها كل منهما إلى الآخر )ومنجنيق لِ كطير وصراع( بكسر أوله ويقال بضمه )وكرة محجن وبندق وعوم وشطرنج( بفتح وكسر أوله المعجم والمهمل )وخاتم( ووقوف على رجل ومعرفة ما بيده من شفع ووتر ومسابقة بسفن وأقدام )بعوض( فيها؛ لأنها لِ تنفع في الحرب

    • تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي 9/337 — ابن حجر الهيتمي )ت 97٤(

    فرع يزول ملكه بالإعراض عن نحو كسرة خبز من رشيد، وعن سنابل الحصادين، وبرادة الحدادين، ونحو ذلك مما يعرض عنه عادة فيملكه آخذه، وينفذ تصرفه فيه أخذا بظاهر أحوال السلف ومنه يؤخذ أنه لِ فرق في ذلك بين ما تتعلق به الزكاة، وغيره مسامحة بذلك لحقارته عادة لكن بحث الزركشي، ومن تبعه التقييد بما لِ تتعلق به؛ لأنها تتعلق بجميع السنابل، والمالك مأمور بجمعها ،وإخراج نصيب المستحقين منها؛ إذ لِ يحل له التصرف قبل إخراجها كالشريك في المشترك بغير إذن شَيكه فلا يصح إعراضه قال: ولعل الجواز محمول على ما لِ زكاة فيه، أو على ما إذا زادت أجرة جمعها على ما يؤخذ منها. اه. ومر في زكاة النبات عن مجلي، وغيره ما له تعلق بذلك فراجعه نعم محل جواز أخذ ذلك كما هو ظاهر ما لم تدل قرينة من المالك على عدم رضاه كأن، وكل من يلقطه له، وبه يعلم أن مال المحجور لِ يملك منه شيء بذلك؛ إذ لِ يتصور منه إعراض

  • HASIL FMPP KE-45: Validitas Diagnosa Medis Dalam Penentuan Status Haid Dan Istihadhah | Sail: PP.Al Falah Ploso

    HASIL FMPP KE-45: Validitas Diagnosa Medis Dalam Penentuan Status Haid Dan Istihadhah | Sail: PP.Al Falah Ploso

    Deskripsi Masalah:

    Dalam kitab Fathul Wahhab bi Syarhi Manhaj ath Thullab Syekh Zakaria al Anshari memberikan batasan teknis mengenai sumber keluarnya darah haid dan istihadhah sebagai berikut:

    “Dan secara syara’ haid adalah darah pembawaan yang keluar dari pangkal rahim (Aqsha al Rahim) wanita pada waktu waktu tertentu. Sedangkan istihadhah adalah darah penyakit yang keluar dari urat yang mulutnya berada di bawah rahim (Adna al Rahim) yang disebut al Adzil menurut pendapat yang masyhur baik keluar segera setelah haid maupun tidak”.

    Dengan semakin berkembangnya teknologi kedokteran saat ini, dunia medis telah mampu menentukan titik asal keluarnya darah secara lebih presisi melalui alat medis modern seperti USG transvaginal atau histeroskopi, dokter dapat memastikan secara visual apakah darah berasal dari peluruhan lapisan endometrium di dalam rongga rahim (Aqsha al Rahim) yang merupakan darah haid atau berasal dari pendarahan di luar sistem peluruhan dinding rahim seperti robekan pembuluh darah di serviks atau mulut rahim yang secara fisik sesuai dengan deskripsi urat (al Adzil) yang menjadi sumber darah istihadhah.

    Di sisi lain, banyak wanita mengalami gangguan siklus haid akibat penggunaan KB hormonal. Penggunaan KB hormonal sering menyebabkan perubahan pola haid karena hormon sintetis mengubah keseimbangan alami tubuh, menekan pelepasan sel telur dan menipiskan lapisan dinding rahim. Bentuk gangguan yang sering terjadi antara lain:

    • Siklus tidak teratur: Haid datang lebih cepat terlambat atau tidak dapat diprediksi terutama pada satu sampai tiga bulan pertama pemakaian;
    • Flek di luar jadwal: Keluar darah sedikit sedikit di antara waktu haid yang sering disebut pendarahan terobosan;
    • Jumlah darah berubah: Dapat menjadi sangat sedikit berlangsung singkat atau justru lebih banyak dan lebih lama dari biasanya;
    • Tidak haid sama sekali: Lapisan rahim menjadi terlalu tipis sehingga tidak ada jaringan yang luruh. Kondisi ini sering terjadi pada pengguna KB suntik tiga bulan implan atau IUD hormonal

    Saat ini banyak ulama kontemporer berpendapat bahwa masalah haid yang berkaitan dengan darah perempuan dapat pula dipertimbangkan berdasarkan keterangan para dokter. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Syekhah Syifa binti Muhammad Hasan Hitto, dalam karyanya Imta al Asma:

    إمتاع الأسماع في شرح متن أبي شجاع لشفاء بنت محمد حسن هيتو صـ 51 وأقل النفاس  لحظة وأكثره ستون يوما وغالبه أربعون يوما وأقل الطهر بين الحيضتين خمسة عشر يوما ولِ حد لأكثره فإن جاء الحيض قبل مضي خمسة عشر يوما اعتبر استحاضة لكن إن قال الأطباء بإمكان مجيئه قبل مضي خمسة عشر يوما فلا بأس من

    اتباع كلامهم  

    “Waktu nifas yang paling sedikit adalah sesaat, sedangkan yang paling lama adalah enam puluh hari, dan yang paling umum terjadi adalah empat puluh hari. Adapun masa suci paling pendek di antara dua masa haid adalah lima belas hari, sedangkan masa suci yang paling lama tidak ada batasannya. Jika darah haid muncul sebelum genap lima belas hari maka darah tersebut dianggap sebagai istihadhah. Namun jika para dokter menyatakan bahwa darah haid bisa saja muncul sebelum genap lima belas hari maka tidak masalah mengikuti pendapat mereka”.

    Kondisi ini sempat menimbulkan kebingungan bagi seorang santri mengenai apakah diagnosa dokter tersebut dapat dijadikan pegangan hukum atau tidak mengingat standar umum dalam fikih sering kali hanya menggunakan hitungan waktu dan warna darah. Namun keraguan tersebut terjawab setelah ia menemukan referensi dalam Hasyiyah al Bujairami ala Syarhil Manhaj:   وَيُعْرَفُ كَوْنُ الدَّمِ حَي اضْا مَعَ اتصَِّالِهِ بِدَمِ النِّفَاسِ بِقَوْلِ أهَْلِ الِْْبْرَةِ مِنْ القَْوَابِلِ أوَْ ا لْأطَِبَّاءِ

    Dan dapat diketahui keberadaan darah sebagai darah haid saat bersambung dengan darah nifas melalui keterangan para Ahl al-Khubrah baik dari kalangan bidan maupun para dokter.

    Melalui referensi ini ia memahami bahwa dalam masalah darah wanita pun otoritas kedokteran memiliki peran dan pertimbangan hukum yang diakui oleh para ulama untuk memperjelas status darah yang sulit dibedakan hanya dengan pengamatan lahiriah.

    Pertanyaan: 

    A. Apakah hasil diagnosa dokter spesialis kandungan melalui alat medis modern seperti USG atau histeroskopi dapat dijadikan pertimbangan hukum yang mu’tabar dalam menentukan status haid atau istihadhah mengingat medis saat ini telah mampu menentukan lokasi sumber keluarnya darah secara fisik dan akurat serta dengan mempertimbangkan gangguan siklus haid akibat penggunaan KB hormonal?

    Jawaban:

    A. Hasil diagnosis dokter melalui instrumen medis modern (seperti USG atau histeroskopi) tidak serta-merta mengubah standar hukum baku fikih dalam menentukan status haid atau istihadhah. Teknologi tersebut berfungsi sebagai indikator pendukung untuk mempertegas sumber fisik dan penyebab keluarnya darah (seperti efek KB hormonal atau penyakit). Namun, kepastian status hukumnya tetap wajib dikembalikan pada kriteria batasan waktu (durasi) dan siklus yang telah dirumuskan oleh para fuqaha

    REFERENSI
     .1 حاشية الجمل –  )ج 1/ ص 35٦( .٢ الميسر في أحكام الحيض والِستحاضة والنفاس  ص53-5٤ المؤلف: د.أيمن عبد الحميد البدارين
     .3 المُيسََر في أحكام الحيض والنفاس والإستحاضة لدكتور أيمن عبد الحميد البدارين صـ: 119 دار الكتب العلمية   .٤ الفقه على المذاهب الأربعة ) 1/103(
     .5 الحاوي الكبير، 3٤ /1  ٦.
    1. حاشية الجمل – )ج1 / ص 35٦

    ) قوله : في أدنَ رحم المرأة(  ومن الطرق التي تعرف بها المرأة كونه دم حيض أو استحاضة أن تأخذ من قام بها ما ذكر ماسورة مثلا وتجعلها في فرجها ، فإن دخل الدم فيها فهو حيض ، وإن ظهر على جوانبها فهو استحاضة وهذه علامة ظنية فقط لِ قطعية  وإلِ لم يوجد لنا متحيرة ا هـ ع ش على م ر  

    • الميسر في أحكام الحيض والاستحاضة والنفاس             ص53 المؤلف: د.أيمن عبد الحميد البدارين 

    )المبحث الثامن أقل مدة الحيض وأكثره( – الى ان قال-  )المطلب الأول: من الناحية العلمية( من الناحية العلمية لِ يوجد شيء اسمه أقل الحيض وأكثره، فبطانة الرحم عندما تنسلخ تختلف مدة سقوطها كاملة من امرأة إلى أخرى، ففي حالِت نادرة جدا قد تقتصر على ساعات، وفي حالِت نادرة أيضا قد تصل 15 يوما أو أكثر، فضابط التمييز هو ضابط طبي يعرفه الطبيب أو يعرف بالفحص المخبري، هل هذا الدم الذي نزل هو بقايا هذه البطانة التي انسلخت من رحم المرأة، أم أن له سببا آخر. والتعويل على حكم الطبيب أو الفحص المخبري في تحديد طبيعة هذا الدم فيه عسر شديد ومشقة على النساء أن تزور الطبيب لسؤاله عن هذا الأمر الذي يتكرر كل شهر، ناهيك عن الحرج العظيم الذي تجده النساء في السؤال عن مثل هذه القضايا حتى لبنات جنسها؛ لذلك لِ بد من علامات وضوابط يسهل معها التمييز بين دم الحيض والِستحاضة، ومن أفضل هذه العلامات والضوابط المعظم ،أي الغلبة الساحقة بالنظر إلى حال معظم النساء فما أقل أيام الحيض وما أكثره بالنسبة للمعظم، وهنا أركز على كلمة «المعظم »وليس على كلمة «الغالب لأن المعظم لِ يشذ عنه إلِ النادر، أما الغالب فيشذ عنه الكثير. -الى ان قال-  فللأكثر حكم الكل ،وللنادر حكم العدم لأن اعتبار النادر يوقعنا في تناقضات كثيرة، ويوقع الناس في حرج وحيرة كبيرة، ويحدث اضطرابات في الأحكام وبين الناس لِ يحمد عقباها، بل قد يكون بابا للطعن في الفقه كمن جعل أكثر الحمل أربع سنين، فالضبط مقصد شَعي معتبر، وهو ديدن الفقهاء على مر الأعصار .

    • المُيَسَر في أحكام الحيض والنفاس والإستحاضة لدكتور أيمن عبد الحميد البدارين صـ: 119 دار الكتب العلمي ة ولو اطردت عادة امرأة بأنها تحيض أقل من يوم وليلة، أو أكثر من 15 يوماا، لم يتبع ذلك على الأصح. عند الشافعية؛ لأن بحث الأولين أتم، واحتمال عروض دم فساد للمرأة أقرب من خرق العادة المستقرة(، والذي أراه هذه الحالة النادرة ال تي تقل عادتها عن يوم أو تزيد عن 15 يوم وثبت بالطب أنه حيض فهو حيض، ويكون حكما خاصا بها لِ يعمم على غيرها .
    • الفقه على المذاهب الأربعة) 1/ 103

    والحاصل أن الدم الذي تراه الحامل أو الصغيرة أو الآيسة من الحيض لِ يقال له: حيض وإنما يقال له: استحاضة أما دم افتضاض البكارة فأمر ظاهر لأنه ليس من الرحم فلا يقال له: حيض باتفاق وبعضهم يقتصر في التعريف على قوله: دم خرج من رحم امرأة ويعلل ذلك بأن دم الِستحاضة لِ يَرج من الرحم الذي هو وعاء الولد وإنما يقال له: خرج من الفرج ولعل هذا التدقيق من اختصاص الأطباء أما الفقهاء فإنهم لِ يحتاجون إليه وما داموا قد حددوا سن المرأة التي تعتبر حائضة من صغرها إلى شيخوختها وحددوا مدة معينة لأكثر الحيض وأقله فإن كل ما وراء ذلك تدقيق لِ ينبغي الْوض فيه إلِ للعالم بالطب الذي يمكنه أن يعرف عمليا الفرق بين دم الِستحاضة ودم الحيض وهل هما يَرجان من محل واحد أو لِ .

    • الحاوي الكبير ،/ 1

    فأما ما حمي بالشمس ثم برد فقد اختلف أصحابنا في كراهة استعماله على وجهين:  

    أحدهما: أنه على حال الكراهة لثبوت الحكم له قبل البرد .

    والوجه الثاني: أنه غير مكروه، لأن معنى الكراهة كان لأجل الحمي، فإذا زال الحمي زال معنى الكراهة، وكان بعض متأخري أصحابنا يقول: ينبغي أن يرجع فيه إلى عدول الطب فإن قالوا: إنه بعد برده يورث البرص كان مكروها، وإن قالوا: إنه لِ  يورث البرص لم يكن مكروها، وهذا لِ وجه له، لأن الأحكام الشرعية لِ تثبت بغير أهل الِجتهاد في الشريعة، لأن من الطب من ينكر أن يكون الماء المشمس يورث البرص ولِ يرجع إلى قوله فيه .

    Pertanyaan:

    B. Sejauh mana batasan ucapan atau pendapat dokter tersebut dapat diiktibar sebagai landasan hukum dalam permasalahan haid dan istihadhah?

    Jawaban:

    B. Idem

  •  HASIL FMPP KE-45: Nobar Pesta Babi | Sail: PP. HY Lirboyo

     HASIL FMPP KE-45: Nobar Pesta Babi | Sail: PP. HY Lirboyo

    Deskripsi masalah:

    Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi perhatian publik nasional karena mengangkat persoalan pembabatan hutan dan konflik ruang hidup masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Film ini menampilkan kehidupan masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Muyu, dan Yei yang disebut mengalami perubahan besar akibat masuknya proyek-proyek berskala nasional di wilayah mereka.

    Dalam film tersebut digambarkan bahwa pembukaan hutan dilakukan untuk kepentingan proyek perkebunan tebu, sawit, bioetanol, food estate, serta program ketahanan pangan dan energi yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Hutan yang sebelumnya menjadi sumber hidup masyarakat adat perlahan berubah menjadi kawasan industri dan perkebunan skala besar. Film juga memperlihatkan bagaimana masyarakat mulai kehilangan tanah adat, sumber pangan tradisional, serta ruang hidup yang selama ini menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya mereka.

    Selain menyoroti pembabatan hutan, film ini juga menggambarkan adanya ketegangan sosial yang muncul akibat masuknya investasi besar ke Papua Selatan. Dalam beberapa adegan ditampilkan penolakan masyarakat terhadap penguasaan lahan, simbol-simbol protes warga adat, serta dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam pengamanan proyek-proyek tersebut. Narasi film dibangun dengan pendekatan dokumenter investigatif yang berusaha menunjukkan sisi lain pembangunan di Papua yang jarang muncul di ruang publik nasional.

    Namun sejak rencana pemutaran film dilakukan di berbagai daerah, muncul polemik baru di tengah masyarakat.  Sejumlah agenda nonton bareng (nobar) di kampus dan ruang publik mengalami pembatalan, penolakan, bahkan pembubaran oleh pihak tertentu dengan alasan menjaga stabilitas, menghindari provokasi, dan mencegah munculnya kegaduhan sosial. Peristiwa ini kemudian memunculkan perdebatan luas karena hingga saat itu belum terdapat keputusan resmi negara yang secara jelas menetapkan bahwa film Pesta Babi dilarang untuk ditonton ataupun ditayangkan kepada publik.

    Sebagian pihak menilai pembubaran tersebut merupakan langkah pencegahan untuk menghindari konflik dan penggiringan opini publik terhadap pemerintah maupun aparat negara. Namun pihak lain menilai tindakan tersebut justru menimbulkan kesan adanya pembatasan ruang diskusi publik dan kebebasan masyarakat untuk mengakses suatu karya sebelum adanya dasar hukum yang jelas.

    Pertanyaan: 

    A. Bagaiman hukum pembuatan serta penyebaran film dokumenter sebagaimana deskripsi di atas? Jawaban :

    A. Karena minimnya data dari sumber yang valid maka di ma’fukan.

  • Hasil FMPP 45:                     Shopee VIP | Sail: Panitia

    Hasil FMPP 45: Shopee VIP | Sail: Panitia

    Deskripsi Masalah:

    Shopee merupakan platform e-commerce yang sudah tidak asing dalam kehidupan kita, bahkan bagi sebagian kalangan platform ini sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform yang berpusat di Singapura ini tidak pernah berhenti dalam menciptakan inovasi, tak terkecuali meluncurkan penerapan layanan berlangganan digital (subscription service) melalui program Shopee VIP.

    Dalam program Shopee VIP ini, perusahaan menawarkan berbagai keuntungan eksklusif kepada para penggunanya, seperti potongan harga, voucher gratis ongkir, dan akses prioritas terhadap promo tertentu. Untuk bisa mengaktifkan langganan Shopee VIP, pengguna bisa mengaktifkan salah satu paket yang ditawarkan Shopee, yakni:

    1. Paket 1 bulan seharga Rp. 14.900;
      1. Paket 3 bulan seharga Rp. 29.900;
      1. Paket 6 bulan seharga Rp. 39.900 (harga di setiap akun bisa berbeda).1

    Adapun benefit yang didapatkan pengguna Shopee VIP ialah:2

    https://help.shopee.co.id/s/article/ShopeeVIP

    2 https://shopee.co.id/m/voucher

    Salah satu fitur utama Shopee VIP adalah fasilitas gratis ongkir. Hal ini membantu pengguna mengurangi biaya pengiriman, terutama untuk barang yang dikirim dari egula jauh, sehingga transaksi menjadi lebih efisien dan ekonomis.

    2. Berbagai macam Voucher Diskon dan Promo Khusus

    Pengguna Shopee VIP memperoleh akses ke berbagai voucher diskon yang diperbarui secara berkala. Voucher ini bisa digunakan untuk belanja berbagai produk di Shopee maupun memesan makanan melalui Shopee Food yang mana promo eksklusif ini hanya tersedia bagi anggota VIP, sehingga memberikan keuntungan tambahan dibandingkan pengguna regular

    3. Layanan Pelanggan Prioritas

    Anggota Shopee VIP mendapatkan akses ke layanan pelanggan prioritas, termasuk penanganan keluhan dan pertanyaan lebih cepat. Fitur ini menambah kenyamanan bagi pengguna dalam bertransaksi.

    Karakteristik Benefit3

    Perlu dipahami bahwa tidak semua keuntungan Shopee VIP bersifat tetap atau selalu sama. Secara umum, benefit dapat dibagi menjadi dua jenis:

    1. Benefit tetap

    Benefit tetap, merupakan keuntungan utama yang hampir selalu tersedia dan biasanya ditampilkan sejak awal, seperti gratis ongkir, akses voucher eksklusif, dan layanan prioritas.

    2. Benefit dinamis (berubah-ubah)

    Sebagian voucher dan promo bersifat tidak tetap. Jumlah, jenis, dan nilainya dapat berbeda pada tiap pengguna maupun periode waktu tertentu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti riwayat belanja, lokasi pengguna, serta promo yang sedang berlangsung.

    Dengan demikian, beberapa penawaran seperti diskon besar, voucher makanan, atau promo khusus (misalnya harga Rp. 1) tidak selalu muncul secara tetap, melainkan mengikuti sistem personalisasi dan kampanye promosi yang aktif.

    Tidak berhenti di situ, pihak Shopee juga menerapkan mode perpanjang otomatis, yang mana ketika masa berlangganan sudah habis maka saldo Shopee akan berkurang secara otomatis guna membayar langganan berikutnya. Sehingga untuk menghindari hal ini seseorang harus memilih “batalkan berlangganan” supaya tidak melanjutkan berlangganan yang diaktifkan otomatis oleh pihak Shopee.

    Singkatnya, Shopee VIP menawarkan berbagai bonus dan potongan harga. Syarat dan ketentuan demikian sudah dijelaskan oleh pihak Shopee saat hendak berlangganan. Pihak customer dapat melihat terlebih dahulu keuntungan yang ia miliki. Untuk ilustrasinya sebagaimana berikut ini:

    3 https://shopee.co.id/m/shopeefood-vip

    Fokus kajian :

    1. Pengguna (pelanggan) membayar sejumlah uang tertentu kepada Shopee untuk memperoleh akses terhadap paket benefit selama periode yang disepakati — menjadikan transaksi ini bercorak akad ijarah atas manfaat atau jasa tertentu.
    2. Sebagian benefit bersifat tetap dan jelas (gratis ongkir, layanan prioritas), sedangkan sebagian lain bersifat dinamis dan tidak pasti jumlah maupun nilainya, sehingga terdapat potensi unsur gharar (ketidakjelasan objek manfaat) dalam akad.
    3. Shopee menerapkan mekanisme perpanjangan otomatis, di mana pembayaran berikutnya dilakukan tanpa ijab qabul baru dari pengguna, kecuali pengguna secara aktif membatalkannya terlebih dahulu.
    4. Syarat dan ketentuan program, termasuk sifat dinamis sebagian benefit, telah diinformasikan oleh Shopee sebelum akad dilakukan, sehingga perlu dikaji apakah hal ini sudah memenuhi syarat kejelasan objek (ma’qud ‘alaih) dalam akad.

    Pertanyaan :

    A. Bagaimana hukum berlangganan Shopee VIP?

    A. Hukum berlangganan Shopee VIP diperbolehkan, sedangkan biaya yang dikeluarkan member berstatus uang kompensasi atas izin akses benefit yang disediakan.

    REFERENSI
     1.  حاشية ابن قاسم على تحفة المحتاج 1٤٢/٦       ٢.  اسعاد الرفيق ج ٢ ص 151           
    3.٤.

    .1 حاشية ابن قاسم على تحفة المحتاج 1٤٢/٦

    )قوله نعم يجوز دخول الحمام بأجرة إجماعا الخ(

    انظر صورة المعاقدة الصحيحة على دخول الحمام مع تعدد الداخلين فانه مثلا لو قال استأجرت منك هذا الحمام بكذا وقدر مدة استحق منفعة جميعه فلا يمكن المعاقدة مع غيره أيضا أو لم يقدر مدة فبعد تسليم الصحة يستحق منفعة الجميع أيضا ولا تمكن المعاقدة مع غيره ولعل من صورها أذنت لك في دخول الحمام بدرهم فيقبل أو ائذن لي في دخول الحمام بدرهم

    فيقول أذنت فليتأمل

    اسعاد الرفيق ج ٢ ص 151

    (أو استرضاء) فيه أى طلب منه البراءة منه قال السحيمى ولو براءة مجهولة عند أبى حنيفة ومالك وأما عندنا فلا تصح من المجهول بناء على أن الإبراء تمليك المدين الدين فيشترط علمهما به إلا فى إبل الدية ومن ذلك الغيبة فلا بد من ذكر اللفظ الواقع منه ومن وقع عنده لاختلاف الغرض بذلك ولا أثر لإبراء الوارث فأن تعذر بموته أو تعسر لنحو غيبة طويلة استغفر له ليصل إليه من جهته حسنات عسى تعدل سيا ته وتكون سببا للعفو عنه وكذا من لم تبلغه الغيبة يكفى فيها الاستغفار والتوبة ولا يجوز إعلام المغتاب إذا خشى ضررا به على نفسه أو غيره قال السيوطى ولو لم يرض صاحب الحق فى نحو الغيبة إلا ببذل مال كان للتائب بذله سعيا فى خلاص ذمته والغبطة فى ذلك له ومحل التوقف على الاسترضاء والاستبراء ما لم يخش زيادة غيظ أو تحريك فتنة وإلا بأن خاف ضررا على نفسه أو غيره فليرغب إلى الله تعالى أن يرضيه عنه ويكثر الاستغفار له

  • FMPP Ke-45: Ditengah Modernitas Dapatkah Kitab Kuning Menjadi Kompas?

    FMPP Ke-45: Ditengah Modernitas Dapatkah Kitab Kuning Menjadi Kompas?

    Berdasarkan wawancara dengan Ketua FMPP, KH. Muhammad Bahaudin.

    “Tugas kita berat kedepan, kita memiliki tantangan zaman yang luar biasa, maka maksimalkan pembelajaran di pondok pesantren”

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tidak sedikit yang menganggap kitab kuning sudah tidak lagi relevan dengan kehidupan modern. Anggapan bahwa kitab kuning hanya menjadi warisan masa lalu masih sering terdengar. Namun, Ketua Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP), KH. Muhammad Bahaudin, menegaskan bahwa pandangan tersebut lahir karena belum memahami hakikat kitab kuning secara utuh.

    “Kitab sering kali dianggap ketinggalan zaman. Padahal kenyataannya, kita tidak pernah lepas dari realita kehidupan sehari-hari. Kita hidup bermasyarakat, dan sebagai santri kita punya tanggung jawab agar apa yang diajarkan dalam kitab kuning tetap berjalan sesuai hukum syariat.”

    Menurut beliau, kehidupan memang terus berubah dan persoalan yang dihadapi masyarakat semakin beragam. Akan tetapi, perubahanitu membuat kita kehilangan syariat sebagai pijakan. Justru, santri memiliki tugas untuk menghubungkan realitas kehidupan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan kitab kuning. Sebagaimana yang diucapkan oleh beliau:

    “Prinsip kita sebagai santri itu jangan kita paksakan kitab yang sesuai dengan kita tapi bagaimana kita dalam kehidupan sehari hari kita itu sesuai denga napa  yang diajarkan oleh para guru guru kita yang ada di kitab kitab kita”

    Melalui Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP), para santri dilatih untuk membahas persoalan-persoalan aktual menggunakan metodologi para ulama. FMPP diharapkan menjadi ruang belajar yang membuktikan bahwa kitab kuning tidak hanya dipelajari sebagai warisan keilmuan, tetapi juga sebagai pedoman dalam menjawab persoalan umat.

    “Mau seperti apa pun permasalahannya, semua jawabannya pasti ada di kitab kuning. Kalau orang menganggap kitab kuning itu bukan jawaban, berarti dia belum benar-benar memahami kitab kuning. Kalau dia benar-benar mengerti kitab kuning, saya rasa tidak akan ada permasalahan yang tidak ada jawabannya.”

    Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar santri di masa kini bukan hanya perkembangan teknologi atau arus globalisasi, tetapi bagaimana tetap istiqamah memegang ajaran para guru. Jangan sampai keinginan mengejar keuntungan dunia membuat santri meninggalkan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para ulama.

    “Jangan sampai kita terpaksa banting setir meninggalkan kitab kita hanya demi mendapatkan keuntungan-keuntungan duniawi yang hanya sesaat. Agar iman kita kuat, kita harus mempertahankan ajaran guru-guru kita dan syariat yang ada di kitab.”

    Bagi KH. Muhammad Bahaudin, seorang santri tidak boleh memaksa kitab mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, kehidupan manusialah yang harus diarahkan agar sesuai dengan tuntunan syariat.

    “Prinsip kita sebagai santri itu jangan memaksakan kitab yang sesuai dengan kita, tetapi bagaimana kehidupan kita yang harus sesuai dengan apa yang diajarkan para guru dalam kitab-kitab kita.”

    Di akhir wawancara, beliau menyampaikan harapannya agar FMPP tidak hanya dikenal di lingkungan pesantren, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat luas dalam mencari jawaban atas persoalan keagamaan. Menurutnya, selama umat berpegang pada Al-Qur’an dan kitab kuning, relevansi keduanya tidak akan pernah berakhir.

    “Harapan saya, FMPP mampu menjadi jawaban umat. Menunjukkan bahwa relevansi Al-Qur’an dan kitab-kitab kuning itu tidak ada akhirnya. Bukan berarti zaman berubah lalu kitab kuning selesai. Mau sampai kapan pun, relevansi itu masih ada.”

    Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan santri hari ini dan di masa depan bukanlah mempertahankan kitab kuning dari perubahan zaman, melainkan membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap mampu menjadi pedoman dan solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi umat.

  • PPSQ Asy Syadzili 1 Gelar Penutupan Ujian Akhir dan Penganugerahan Santri Berprestasi

    PPSQ Asy Syadzili 1 Gelar Penutupan Ujian Akhir dan Penganugerahan Santri Berprestasi

    Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an (PPSQ) Asy Syadzili 1 menggelar acara Penutupan Ujian Akhir Tahun Ajaran sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para santri selama menempuh proses pembelajaran. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh jajaran pengasuh, asatidz, serta seluruh santri.

    Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Syaifudin Zuhri. Suasana semakin khusyuk ketika lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menggema, mengawali kegiatan yang sarat akan nilai keilmuan dan spiritualitas.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pondok Pesantren, Ust. Muhammad Wafi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada seluruh santri agar terus istiqamah dalam menuntut ilmu serta menjaga semangat belajar demi meraih keberkahan ilmu dan masa depan yang lebih baik.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan asatidz, Ust. Hamidullah. Beliau menegaskan bahwa lahirnya Asy Syadzili tidak lain adalah untuk membentuk karakter santri dan menanamkan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Beliau menyampaikan untuk selalu mengutamakan akhlak sebelum ilmu. Menurutnya, memiliki ilmu saja tidak otomatis menjadikan seseorang diangkat derajatnya oleh Allah. Oleh karena itu, beliau berpesan agar para santri tidak pernah merasa puas hanya dengan menjadi orang yang alim, melainkan terus berusaha menjadi pribadi yang berakhlak mulia sepanjang hayat.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maklumat Madrasah oleh Ust. Anang Ma’ruf Amin. Dalam maklumat tersebut disampaikan berbagai ketentuan terkait kenaikan kelas serta sejumlah aturan yang berlaku di lingkungan madrasah. Pada kesempatan itu, beliau juga mengumumkan bahwa pada tahun ajaran mendatang PPSQ Asy Syadzili akan membuka program pembelajaran Bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan santri dalam menghadapi perkembangan zaman dan juga menunjukan keseriusan tekad PPSQ Asy Syadzili untuk memajukan generasi.

    Memasuki acara inti, panitia membacakan nominasi dan penghargaan bagi santri-santri berprestasi dalam berbagai bidang pembelajaran.

    Santri berprestasi bidang tahfidz jenjang Tahsin

    Kelas Tahsin 1

    1. Dimas Sahrul Gazi (90)

    Kelas Tahsin 2

    1. Ahmad Anis Syauqi (94)

    Kelas Tahsin 3

    1. Nafi Amrullah Ardiansyah (93)

    Santri berprestasi program Tahfidz jenjang SMP

    Kelas Tahfidz jenjang 1

    1. Muhammad Evan Alfaro Makhbub (91)
    2. Ahmad Mustafid (91)
    3. Muhammad Taufiqqurahman (89)

    Kelas tahfidz jenjang 2

    1. Mishari Ar Rasyid (91)
    2. Kaffa Rabbi Ahla Syarif (80)
    3. Abad Wafi Rabbani Rochmad (80)

    Santri berprestasi program Tahfidz jenjang SMA

    Kelas Tahfidz jenjang 1

    1. Owynn Ayyuasi Taj Azzam (99,5)
    2. Fizam Zami Ahmad Karim (96)
    3. Fairuz Arkan Lazuardi (94)

    Kelas Tahfidz jenjang 2

    1. Muhammad Kanzul Azam (98)
    2. Ahmad Nawwaru Ukasyah Azzahir (95,5)
    3. Muhammad Azriel Chamiel (94)

    Kelas Tahfidz jenjang 3

    1. Muhammad Azkiyan Birbik (98)
    2. Muhammad Mu’afi Mansur (88)
    3. Muhammad Ilmi Fadilah (88)

    Santri berprestasi program Tahfidz jenjang Non Formal

    Kelas Tahfidz jenjang 1

    1. Muhammad Qoidul Ghunil Muhajilin (94)
    2. Widadul Musthofa (77)
    3. Nasrullah Husain (53)

    Kelas Tahfidz jenjang 2

    1. Brian Erlangga (90)
    2. Muhammad Huda Arridwan (84)
    3. Muhammad Rizki Arifin (83,5)

    Kelas Tahfidz jenjang 3

    1. Muhammad Ainul Haq (98)
    2. Fahmi Rosyadi (95)
    3. Yasfi Fuadana (83)

    Santri berprestasi program Takmil

    Kelas Takmil Formal

    1. Muhammad Haidar Naufal Afifuddin (74)
    2. Nabil Siroj (72)
    3. Ahmad Amrin Haqiqi (71)

    Kelas Takmil Non Formal

    1. Muhammad Afriandika Romli (98)
    2. Ali Mufid Zulkarnain (97)
    3. Muhammad Ishomuddin (96)

    Santri berprestasi Madrasah Diniyah

    Jenjang Ula 1

    1. Fizamzami Achmad Karim (297)
    2. Muhammad Fitzal Ashfa (297)
    3. Muhammad Irfan Zulkarnain (295)

    Jenjang Ula 2

    1. Ahmad Atqo Imanul Wakil (348)
    2. Muhammad Evan Alfaro Makhbub (347)
    3. Ahmad Nizam (340)

     Jenjang Ula 3

    1. Abad Wafi Ramdhani Rochmad (345)
    2. Muhammad Afif Khoirul Anam (344)
    3. Muhammad Akbar Sulton (344)

    Madrasah Diniyah jenjang Wustho

    Kelas Wustho 1 Formal

    1. Ahmad Adi Febriansyah (342)
    2. Misbahuddin Nadhif (323)
    3. Nabil Siroj Basyari (321)

    Kelas Wustho 1 Non Formal

    1. Abdul Mun’im Zam Zami (244)
    2. Fahmi Zainul Muttaqin (195)
    3. Muhammad Fakhri Jauhari (180)

    Kelas Wustho 2 Formal

    1. Muhammad Fandi Narendra Muttaqin (379)
    2. Alif Maulana Fachris (361)
    3. Aldi Varinico Ensa Ridwanda (354)

    Kelas Wustho 2 Non Formal

    1. Brian Erlangga (354)
    2. Fadlan Hafiz Ramadana (353)
    3. Muhammad Fahmi Rosyadi (296)

    Kelas Wustho 3 Formal

    1. Dzateghib Roobith Aufi Halabiyah (357)
    2. Ahmad Islahul Umam (345)
    3. Ali Mufid Zulkarnain (340)

    Madrasah Diniyah jenjang Ulya

    1. Ahmad Qusyairi (230)
    2. Ali Muhdlor Salam (210)
    3. Ahmad Faizul Musyafa (145)

    Santri berprestasi program Markazul Lughoh

    Kelas Mubtadi 1

    1. Ahmad Badawi (167)

    Kelas Mubtadi 2 SMA

    1. Muhammad Dhafiq Kanz (180)

    Kelas Mubtadi 2 SMP

    1. Ahmad Maulana Ikmal (190)

    Kelas Mutawasit

    1. Ahmad Fahri Hidayat (173)

    Selain penghargaan untuk santri berprestasi, panitia juga memberikan apresiasi kepada para pengajar yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi terbaik selama satu tahun pembelajaran.

    The Best Teacher program Tahfidz

    1. Ust. Muhammad Nafi Addiyar
    2. Ust. Muhammad Izzul Bahri
    3. Ust. Ali Mufid Zulkarnain
    4. Ust. Haidar Naufal
    5. Ust. Muhammad Afriandika Romli

    The Best Teacher program Diniyah

    1. Ust. Ahmad Jufri
    2. Ust. Ahmad Soleh
    3. Ust. Muhammad Hizbullah
    4. Ust. Muhammad Khozin
    5. Ust. Muhammad Uwais Al Qorni

    The Best Teacher program Markazul Lughoh

    1. Habib Abdul Hadi Al Muhdhor
    2. Ust. Dzateghib Roobith Aufi Halabiyah

    Setelah seluruh penghargaan selesai dibacakan, acara dilanjutkan dengan prosesi seremonial penutupan Ujian Akhir yang dipimpin oleh Ust. Muhammad Rofiqi Al Kubro selaku Kepala Madrasah PPSQ Asy Syadzili 1. Prosesi ini menjadi simbol berakhirnya rangkaian evaluasi pembelajaran sekaligus penanda dimulainya persiapan menuju tahun ajaran baru.

    Pada penghujung acara, seluruh hadirin mengikuti pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Habib Abdullah Al Attas. Dengan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan agar ilmu yang telah diperoleh para santri menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan menjadi bekal dalam mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

    Acara Penutupan Ujian Akhir PPSQ Asy Syadzili 1 tahun ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para santri dan asatidz berprestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya akhlak, ilmu, serta semangat belajar yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Pesan yang disampaikan sepanjang acara menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kualitas akhlak dan ketulusan dalam menuntut ilmu.