PENUTUPAN BAHTSUL MASA’IL FMPP (FORUM MUSYAWARAH PONDOK PESANTREN) KE 45 DI PPSQ ASY-SYADZILI 1

ASY-SYADZILI 1 – Ratusan ulama, kiai, santri, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah Jawa dan Madura menghadiri penutupan Bahtsul Masail ke-45 Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) di Pondok Pesantren Salaf Al-Quran Asy-Syadzili 1, Minggu (12/7).

Terpilihnya Asy-Syadzili sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri. Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili dalam sambutannya menyampaikan syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan. Menurut beliau, ini bukan sekadar tanggung jawab, melainkan kehormatan yang akan tercatat dalam sejarah pondok.

Sebagai agenda inti, perwakilan dari dewan perumus membacakan rumusan hasil musyawarah yang telah disepakati di setiap komisinya. Suasana hening menyelimuti ruangan ketika setiap pembacaan berlangsung, para peserta menyimak dengan penuh perhatian. Seluruh hasil yang dibacakan merupakan buah diskusi panjang yang telah berjalan selama dua hari penuh. 

Di balik kebanggaan itu, beliau mengakui segala keterbatasan. Seluruh panitia telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik, namun kesempurnaan hanya milik Allah. Dengan rendah hati, beliau memohon maaf kepada seluruh peserta atas segala kekurangan.

Forum yang berlangsung dua hari ini diwarnai diskusi hangat serta dilapisi oleh beragaman emosional antar peserta. Mereka datang dari berbagai penjuru, dari Madura hingga Jawa Barat, duduk bersama membahas persoalan yang dihadapi umat. Semua berlangsung dengan adab, sebagaimana diajarkan para ulama terdahulu.

KH. Muhammad Ma’mun Mahfudz dalam mawuidoh hasanahnya beliau menyampaikan harapan beliau kepada para santri dan para musyawirin khususnya untuk terus berusaha menjadi orang yang bermanfaat untuk semua.

Lantunan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Arsyad Qusyairi mengakhiri rangkaian acara. Seluruh hadirin memohon agar setiap pembahasan yang telah berlangsung membawa berkah bagi masyarakat luas. Panitia kembali menyampaikan maaf atas segala kekurangan.

Bahtsul Masail ke-45 resmi ditutup. Acara diakhiri dengan salaman, simbol eratnya persaudaraan di antara mereka. Asy-Syadzili mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai tuan rumah yang dipercaya menyelenggarakan agenda besar ini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *