Author: ramadhani

  • DEMOKRASI SEHAT DIMULAI DARI KESADARAN DIRI

    DEMOKRASI SEHAT DIMULAI DARI KESADARAN DIRI

    Indonesia adalah negara yang mengunakan paham demokrasi Pancasila yang artinya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, bukan berada di tangan presiden atau lembaga nasional lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus terus mengawal semua kebijakan dan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Namun, tahukah kalian di samping kewajiban kita sebagai warga negara ada satu hal yang lebih penting yang sering dilupakan banyak orang, terutama kita sebagai umat muslim. Apa itu?
    Yakni kesadaran diri sendiri, di saat kita terlalu sibuk akan mengkritik pemerintahan kita dan memantau kondisi geopolitik yang semakin memanas, kita sampai lupa untuk mengintropeksi diri kita sendiri. Karena perilaku pemerintahan yang ada adalah cerminan dari perilaku masyarakatnya sendiri, sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi sebagai berikut:

    إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا، مَالِكُ الْمُلُوكِ، وَمَلِكُ الْمُلُوكِ، قُلُوبُ الْمُلُوكِ فِي يَدِي، وَإِنَّ الْعِبَادَ إِذَا أَطَاعُونِي حَوَّلْتُ قُلُوبَهُمْ عَلَيْهِمْ بِالسَّخَطِ وَالنِّقْمَةِ، فَسَامُوهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ، فَلَا تَشْغَلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالدُّعَاءِ عَلَى الْمُلُوكِ، وَلَكِنِ اشْغَلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالذِّكْرِ وَالتَّضَرُّعِ إِلَيَّ أَكْفِكُمْ مُلُوكَكُمْ.

    Yang artinya:
    “Sesungguhnya Allah عز وجل berfirman: Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Aku adalah Pemilik para raja dan Raja dari para raja. Hati para raja berada di tangan-Ku. Apabila para hamba menaati-Ku, niscaya Aku akan membalikkan hati mereka (para raja) kepada rakyatnya dengan kemurahan dan kasih sayang. Namun apabila para hamba mendurhakai-Ku, Aku akan membalikkan hati mereka dengan kemurkaan dan azab, sehingga mereka menimpakan siksaan yang buruk. Maka janganlah kalian menyibukkan diri dengan mendoakan keburukan atas para raja, tetapi sibukkanlah diri kalian dengan berzikir dan merendahkan diri kepada-Ku; niscaya Aku akan mencukupkan kalian dari (kezaliman) para penguasa kalian.”

    Hadis qudsi di atas menjelaskan bahwa jika kita banyak bermaksiat, maka Allah dengan mudah membalikkan hatinya para raja untuk berbuat zalim, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, sebelum kita membenahi rezim yang ada, alangkah baiknya kita memantaskan diri terlebih dahulu dengan terus menjaga iman dan menjauhi larangannya. Hadis di atas bukan berarti kita tidak boleh tersibukkan akan masalah demokrasi, namun lebih untuk menghimbau dan mengingatkan untuk kita menjalani demokrasi dengan sehat.

  • Hari ke-4 rangkaian Haul-35: Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan Pembacaaan Sholawat Dalailul Khoirot

    Hari ke-4 rangkaian Haul-35: Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan Pembacaaan Sholawat Dalailul Khoirot

    Santripasir.id Sabtu (15/11/2025) adalah hari ke empat rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35, yang diisi dengan Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot. kegiatan berlangsung di panggung utama PPSQ Asy-Syadzili 1. Pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot dimulai ba’da ashar, dihadiri oleh seluruh santri dan para jama’ah Dalailul Khoirot. Menjelang maghrib, setelah pembacaan Dalailul Khoirot selesai, seluruh jama’ah bergeser ke masjid PPSQ Asy-Syadzili 1 untuk menjalani jama’ah sholat maghrib sekaligus Khataman dalam Sholat.

    Selepas Maghrib, rangkaian selanjutnya digelar. Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh yang dipimpin langsung oleh KH. Mas Aly Fikri berjalan dengan meriah. acara dipenuhi berbagai kalangan, baik santri, alumni, Masyarakat sekitar, hingga jama’ah Ar-riyadh yang berbondong datang dari pasuruan. Gema sholawat memenuhi seluruh penjuru pesantren. Dengan penuh semangat, KH. Mas Aly Fikri turut mengajak dan mendoakan siapa pun yang mengangkat suaranya dalam bersholawat. 

    Setelah pembacaan syair dan sholawat, hadir Al Habib Musthofa Alaydrus  untuk menyampaikan Mauidloh Hasanah. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan betapa pentingnya bersholawat:

    “Manfaat sholawat bukan hanya bermanfaat kepada diri sendiri melainkan juga kepada orang tua kita, maka sholawat adalah bagian dari Birul Walidain.” 

    selain itu beliau juga mengingatkan kepada seluruh jama’ah untuk tidak mengedepankan hadir dalam majelis maulid saja, tapi juga selalu ingat kepada orang tua. Di akhir penyampaiannya, beliau menekankan kepada seluruh generasi muda maupun orang tua untuk saling menjaga dari siksa neraka, yang dimana, penyebabnya bisa datang dari mana saja bahkan dari hal remeh sekalipun.

    Usai Mauidloh Hasanah yang di sampaikan oleh Al Habib Musthofa Alaydrus,

    seluruh jamaah berdiri untuk mahallul qiyam. Do’a penutup setelahnya, mengakhiri rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35 pada malam ini.

  • Majelis Dzikrul Ghofilin

    Majelis Dzikrul Ghofilin

    Santripasir.id Jumat (14/11/2025) Memasuki hari ketiga Haul Akbar KH. Ahmad Muhdlor ke-35, rangkaian acara malam ini adalah Dzikrul Ghofilin yang digelar di panggung utama PPSQ Asy Syadzili 1. Selepas salat Isya’, para santri berkumpul di lapangan futsal. Acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh tim banjari Asy Syadzili sembari menunggu kedatangan Gus Ferry, cucu dari KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus miek) yang akan memimpin majelis.

    Pukul 19.33 WIB, Gus Ferry tiba di lokasi. Dengan didampingi beberapa orang, beliau langsung menuju panggung utama. Setelah dibuka oleh MC, Gus Ferry memimpin pembacaan Dzikrul Ghofilin yang diikuti seluruh jamaah dengan khidmat.

    Pukul 19.51 WIB, KH. Sabuth Panoto Projo hadir di area acara. Beliau disambut hangat dan diarahkan menuju ndalem pengasuh oleh yang bertugas. Sesampainya di sana, beliau disambut langsung oleh Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili.

    Setelah pembacaan Dzikrul Ghofilin selesai, KH. Sabuth Panoto Projo memimpin Mauidloh Hasanah. Dalam dawuhnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya Mendoakan orang tua yang sudah meninggal.

    “manusia kalau sudah menjadi ahli kubur hanya butuh ampunan dari Allah dan kiriman Al Fatihah dari ahli warisnya” tutur beliau.

    Beliau juga menceritakan kisah Rasulullah SAW saat memberitakan istrinya tentang betapa mengerikannya alam kubur. Rasulullah bersabda :

    إن الميت في قبره كالغريق الغريب ينتظر دعوةً تصل إليه من أبٍ أو أمٍ أو أخٍ أو صديق.”
    “Sesungguhnya mayit di dalam kuburnya itu seperti orang yang tenggelam dan terasing. Ia menunggu doa yang sampai kepadanya, baik dari ayah, ibu, saudara, atau sahabatnya.”  nabi mengibaratkan orang yang sudah masuk  dalam kubur itu seperti orang yang tenggelam di dalam lautan yang senantiasa membutuhkan pertolongan. kemudian Sayyidati Aisyah bertanya bagaimana cara aku agar dapat menyelamatkan orang yang orang yang ada di alam barzah, Rasulullah pun menjawab dengan membacakan salah satu ayat Al Qur’an untuk orang tersebut.

    Dari sini beliau mengingatkan kita untuk senantiasa mendoakan orang tua kita terlebih yang sudah meninggal.

    Sebelum beliau mengakhiri mauidhoh Hasanah, beliau mendoakan khusus untuk keluarga besar Bani Syadzili terlebih kepada KH. Abdul Mun’im pengasuh PPSQ ASY SYADZILI 1. dan beliau juga mendoakan kepada seluruh jamaah dzikrul Ghofilin seluruh nusantara. sebagai penutup dari dawuh beliau acara pun di akhiri dengan pembacaan Syi’ir Dzikru Ghofilin yang di pimpin kembali oleh Gus ferry.