Author: ramadhani

  • MANFAAT PUASA DALAM PRESPEKTIF SAINS DAN KESEHATAN

    MANFAAT PUASA DALAM PRESPEKTIF SAINS DAN KESEHATAN

    Bulan puasa Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh

    dunia. Pada bulan ini, Allah menutup pintu-pintu neraka dan membuka pintu-pintu surga

    selebar-lebarnya. Artinya, Allah juga melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya seluas-luasnya

    kepada hamba-Nya. Selain itu, pada bulan ini setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.

    Selain memberikan pahala yang besar karena berpuasa selama satu bulan penuh, puasa juga

    berdampak positif bagi kesehatan manusia. Saat berpuasa, tubuh berfokus pada proses

    pemulihan dan pembersihan. Beban sistem pencernaan berkurang sehingga energi dialihkan

    untuk membuang racun dalam metabolisme. Proses ini dikenal sebagai autophagy, yaitu

    mekanisme ketika sel-sel tubuh membersihkan dan memperbaiki bagian sel yang rusak atau

    tidak lagi berfungsi dengan baik.

    Puasa juga dapat meningkatkan fungsi otak. Ketika berpuasa, tubuh menghasilkan lebih

    banyak brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang berperan dalam

    menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan sel saraf. Peningkatan BDNF dapat

    membantu meningkatkan kemampuan kognitif, daya ingat, serta fokus.

    Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus

    selama kurang lebih 12 jam. Ada hal penting yang perlu diperhatikan, terutama saat berbuka.

    Banyak orang berbuka dengan makanan yang tinggi gula dan kolesterol, seperti kudapan

    manis dan gorengan berminyak, hingga melupakan kebutuhan cairan tubuh dengan

    mengonsumsi air putih yang cukup.

    Hal ini tentu sangat disayangkan. Setelah tubuh melakukan proses perbaikan sel selama

    berpuasa, konsumsi makanan yang tidak sehat justru dapat merusak kembali kondisi

    kesehatan. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita harus bijak dalam memilih menu

    berbuka. Selain menjadikan puasa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita

    juga perlu menjaga kesehatan diri. Jangan sampai banyaknya ragam takjil membuat kita lupa

    pada kebutuhan tubuh yang telah berpuasa sepanjang hari.

    Sumber : https://www.unpad.ac.id/2023/04/pakar-jelaskan-fakta-ilmiah-dari-puasa-ramadan/

    https://www.ataxia.org/scasourceposts/snapshot-what-is-brain-derived-neurotrophic-
    https://www.ataxia.org/scasourceposts/snapshot-what-is-brain-derived-neurotrophic-
  • KEUTAMAAN DAN AMALAN DI MALAM NISFU SYA’BAN

    KEUTAMAAN DAN AMALAN DI MALAM NISFU SYA’BAN

    Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan kalender hijriah. Seringkali, keutamaan-keutamaan dalam bulan ini kita lewatkan karena berada di antara bulan rajab dan bulan ramadhan, padahal di bulan inilah kita harus memperbanyak ibadah untuk mempersiapkan diri menyambut bulan yang dinantikan seluruh umat islam, yaitu bulan suci ramadhan.

    Dalam bulan Sya’ban ada satu malam yang sangat di muliakan, malam itu bertepat pada tanggal 15 Sya’ban dan di sebut sebagai malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban).  Dikarenakan pada malam ini Allah membuka pemgampunannya kepada seluruh makhluk sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW.  dalam hadist riwayat Mu’adz bin Jabal yang berbunyi:

    عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

    Artinya: Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata, “Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

    Dari hadist di atas dapat kita pahami bahwa Allah pada malam ini benar benar mengampuni kepada seluruh hambanya terkecuali orang-orang yang menyekutukannya. Maka dari itu, kita di anjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam ini. berikut beberapa amalan yang di anjurkan pada nisfu Sya’ban:

    1.Puasa Sunnah

    Puasa sunnah pada tanggal 15 Syaban. Puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunah pertengahan bulan yang dikenal dengan Ayyamul Bidh yang biasa dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Selain sebagai ibadah tambahan, puasa ini juga menjadi latihan spiritual agar tubuh dan jiwa lebih siap menyambut Ramadhan.

    2. Qiyamul lail

    Beberapa shalat sunnah yang dapat dikerjakan adalah shalat Tahajud, yang dilakukan setelah tidur di sepertiga malam terakhir, serta shalat Hajat, yang dikerjakan untuk memohon hajat tertentu kepada Allah. Selain itu, shalat Tasbih juga bisa menjadi pilihan karena memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

    3. Membaca yasin 3 kali ba’da maghrib

    Amalan ini yang seing di anjurkan oleh para ulama’ terkhusus ulama’ dari pesantren. Selain itu surat yasin memiliki keutamaan yang sangat banyak, maka akan lebih berlipat ganda apabila di baca pada saat malam nisfu Sya’ban.

    Demikian sedikit dari banyaknya amalan-amalan yang utama dalam nisfu Sya’ban, maka dari itu kita sebagi umat muslim setidaknya tidak menganggap remeh bulan Sya’ban terlebih pada malam nisfu Sya’ban.

  • DEMOKRASI SEHAT DIMULAI DARI KESADARAN DIRI

    DEMOKRASI SEHAT DIMULAI DARI KESADARAN DIRI

    Indonesia adalah negara yang mengunakan paham demokrasi Pancasila yang artinya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, bukan berada di tangan presiden atau lembaga nasional lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus terus mengawal semua kebijakan dan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Namun, tahukah kalian di samping kewajiban kita sebagai warga negara ada satu hal yang lebih penting yang sering dilupakan banyak orang, terutama kita sebagai umat muslim. Apa itu?
    Yakni kesadaran diri sendiri, di saat kita terlalu sibuk akan mengkritik pemerintahan kita dan memantau kondisi geopolitik yang semakin memanas, kita sampai lupa untuk mengintropeksi diri kita sendiri. Karena perilaku pemerintahan yang ada adalah cerminan dari perilaku masyarakatnya sendiri, sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi sebagai berikut:

    إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا، مَالِكُ الْمُلُوكِ، وَمَلِكُ الْمُلُوكِ، قُلُوبُ الْمُلُوكِ فِي يَدِي، وَإِنَّ الْعِبَادَ إِذَا أَطَاعُونِي حَوَّلْتُ قُلُوبَهُمْ عَلَيْهِمْ بِالسَّخَطِ وَالنِّقْمَةِ، فَسَامُوهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ، فَلَا تَشْغَلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالدُّعَاءِ عَلَى الْمُلُوكِ، وَلَكِنِ اشْغَلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالذِّكْرِ وَالتَّضَرُّعِ إِلَيَّ أَكْفِكُمْ مُلُوكَكُمْ.

    Yang artinya:
    “Sesungguhnya Allah عز وجل berfirman: Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Aku adalah Pemilik para raja dan Raja dari para raja. Hati para raja berada di tangan-Ku. Apabila para hamba menaati-Ku, niscaya Aku akan membalikkan hati mereka (para raja) kepada rakyatnya dengan kemurahan dan kasih sayang. Namun apabila para hamba mendurhakai-Ku, Aku akan membalikkan hati mereka dengan kemurkaan dan azab, sehingga mereka menimpakan siksaan yang buruk. Maka janganlah kalian menyibukkan diri dengan mendoakan keburukan atas para raja, tetapi sibukkanlah diri kalian dengan berzikir dan merendahkan diri kepada-Ku; niscaya Aku akan mencukupkan kalian dari (kezaliman) para penguasa kalian.”

    Hadis qudsi di atas menjelaskan bahwa jika kita banyak bermaksiat, maka Allah dengan mudah membalikkan hatinya para raja untuk berbuat zalim, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, sebelum kita membenahi rezim yang ada, alangkah baiknya kita memantaskan diri terlebih dahulu dengan terus menjaga iman dan menjauhi larangannya. Hadis di atas bukan berarti kita tidak boleh tersibukkan akan masalah demokrasi, namun lebih untuk menghimbau dan mengingatkan untuk kita menjalani demokrasi dengan sehat.

  • Hari ke-4 rangkaian Haul-35: Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan Pembacaaan Sholawat Dalailul Khoirot

    Hari ke-4 rangkaian Haul-35: Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan Pembacaaan Sholawat Dalailul Khoirot

    Santripasir.id Sabtu (15/11/2025) adalah hari ke empat rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35, yang diisi dengan Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh dan pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot. kegiatan berlangsung di panggung utama PPSQ Asy-Syadzili 1. Pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot dimulai ba’da ashar, dihadiri oleh seluruh santri dan para jama’ah Dalailul Khoirot. Menjelang maghrib, setelah pembacaan Dalailul Khoirot selesai, seluruh jama’ah bergeser ke masjid PPSQ Asy-Syadzili 1 untuk menjalani jama’ah sholat maghrib sekaligus Khataman dalam Sholat.

    Selepas Maghrib, rangkaian selanjutnya digelar. Majelis Ta’lim Wad Da’wah Ar-riyadh yang dipimpin langsung oleh KH. Mas Aly Fikri berjalan dengan meriah. acara dipenuhi berbagai kalangan, baik santri, alumni, Masyarakat sekitar, hingga jama’ah Ar-riyadh yang berbondong datang dari pasuruan. Gema sholawat memenuhi seluruh penjuru pesantren. Dengan penuh semangat, KH. Mas Aly Fikri turut mengajak dan mendoakan siapa pun yang mengangkat suaranya dalam bersholawat. 

    Setelah pembacaan syair dan sholawat, hadir Al Habib Musthofa Alaydrus  untuk menyampaikan Mauidloh Hasanah. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan betapa pentingnya bersholawat:

    “Manfaat sholawat bukan hanya bermanfaat kepada diri sendiri melainkan juga kepada orang tua kita, maka sholawat adalah bagian dari Birul Walidain.” 

    selain itu beliau juga mengingatkan kepada seluruh jama’ah untuk tidak mengedepankan hadir dalam majelis maulid saja, tapi juga selalu ingat kepada orang tua. Di akhir penyampaiannya, beliau menekankan kepada seluruh generasi muda maupun orang tua untuk saling menjaga dari siksa neraka, yang dimana, penyebabnya bisa datang dari mana saja bahkan dari hal remeh sekalipun.

    Usai Mauidloh Hasanah yang di sampaikan oleh Al Habib Musthofa Alaydrus,

    seluruh jamaah berdiri untuk mahallul qiyam. Do’a penutup setelahnya, mengakhiri rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35 pada malam ini.

  • Majelis Dzikrul Ghofilin

    Majelis Dzikrul Ghofilin

    Santripasir.id Jumat (14/11/2025) Memasuki hari ketiga Haul Akbar KH. Ahmad Muhdlor ke-35, rangkaian acara malam ini adalah Dzikrul Ghofilin yang digelar di panggung utama PPSQ Asy Syadzili 1. Selepas salat Isya’, para santri berkumpul di lapangan futsal. Acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh tim banjari Asy Syadzili sembari menunggu kedatangan Gus Ferry, cucu dari KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus miek) yang akan memimpin majelis.

    Pukul 19.33 WIB, Gus Ferry tiba di lokasi. Dengan didampingi beberapa orang, beliau langsung menuju panggung utama. Setelah dibuka oleh MC, Gus Ferry memimpin pembacaan Dzikrul Ghofilin yang diikuti seluruh jamaah dengan khidmat.

    Pukul 19.51 WIB, KH. Sabuth Panoto Projo hadir di area acara. Beliau disambut hangat dan diarahkan menuju ndalem pengasuh oleh yang bertugas. Sesampainya di sana, beliau disambut langsung oleh Abuya KH. Abdul Mun’im Syadzili.

    Setelah pembacaan Dzikrul Ghofilin selesai, KH. Sabuth Panoto Projo memimpin Mauidloh Hasanah. Dalam dawuhnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya Mendoakan orang tua yang sudah meninggal.

    “manusia kalau sudah menjadi ahli kubur hanya butuh ampunan dari Allah dan kiriman Al Fatihah dari ahli warisnya” tutur beliau.

    Beliau juga menceritakan kisah Rasulullah SAW saat memberitakan istrinya tentang betapa mengerikannya alam kubur. Rasulullah bersabda :

    إن الميت في قبره كالغريق الغريب ينتظر دعوةً تصل إليه من أبٍ أو أمٍ أو أخٍ أو صديق.”
    “Sesungguhnya mayit di dalam kuburnya itu seperti orang yang tenggelam dan terasing. Ia menunggu doa yang sampai kepadanya, baik dari ayah, ibu, saudara, atau sahabatnya.”  nabi mengibaratkan orang yang sudah masuk  dalam kubur itu seperti orang yang tenggelam di dalam lautan yang senantiasa membutuhkan pertolongan. kemudian Sayyidati Aisyah bertanya bagaimana cara aku agar dapat menyelamatkan orang yang orang yang ada di alam barzah, Rasulullah pun menjawab dengan membacakan salah satu ayat Al Qur’an untuk orang tersebut.

    Dari sini beliau mengingatkan kita untuk senantiasa mendoakan orang tua kita terlebih yang sudah meninggal.

    Sebelum beliau mengakhiri mauidhoh Hasanah, beliau mendoakan khusus untuk keluarga besar Bani Syadzili terlebih kepada KH. Abdul Mun’im pengasuh PPSQ ASY SYADZILI 1. dan beliau juga mendoakan kepada seluruh jamaah dzikrul Ghofilin seluruh nusantara. sebagai penutup dari dawuh beliau acara pun di akhiri dengan pembacaan Syi’ir Dzikru Ghofilin yang di pimpin kembali oleh Gus ferry.