Author: Bachrelvi

  • KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    KERAWUHAN ABUYA KH. ABDUL MUN’IM SYADZILI DARI TANAH SUCI

    Munirul Ma’had PPSQ Asy-Syadzili 1, Abuya KH Abdul Mun’im Syadzili rawuh dari tanah suci pada Rabu (4/2/2026). Para santri dengan semangat menyambut beliau dengan melantunkan sholawat. Tepat pada lantunan sholawat thola’al Badru alaina, beliau memasuki pesantren. Setelah beliau turun dari mobil sebagian santri berebut sungkem kepada beliau berharap keberkahan yang beliau bawa. sebagian lagi berdesak-desakan berusaha melihat beliau sekadar untuk melepas kerinduan. 

    Lantunan sholawat tetap berlanjut hingga beliau beranjak duduk. 

    Pertama-tama beliau mengucap syukur kepada Allah karna telah memberi kesehatan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah. kemudian beliau sedikit bercerita tentang keadaan beliau disana, yang mana sebelum berangkat membawa alat-alat kesehatan dan setibanya disana Alhamdulillah tidak terpakai, yang menandakan kondisi beliau disana sehat dan baik-baik saja. lantas beliau dawuh “tanda-tanda orang yang haji atau umrohnya mabruroh adalah ketika mereka selesai haji atau umroh ibadahnya semakin meningkat.”

    Terakhir beliau berpesan kepada para santri, mengutip dawuh dari imam abu Hasan Asy-Syadzili yang selama ini menjadi prinsip beliau. yang kurang lebih artinya ketika hati guru kepada muridnya telah berubah, meskipun para ulama dan Masyayikh berkumpul untuk merubahnya kembali akan sia-sia kecuali mendapat keridhoan dari sang guru. 

    Dawuh ini menjadi pegangan beliau hingga saat ini, dan itu terjadi besok lusa, guru beliau KH Nurul Huda Djazuli mengajak beliau untuk ziaroh kubur ke Maqom Imam Bukhori yang berada di Uzbekistan. Dengan itu beliau berpesan kepada para santri untuk mendoakan kesehatan beliau agar bisa memenuhi ajakan guru beliau. Cahaya lembut dari matahari sore seakan ikut serta menyaksikan kehangatan hubungan guru dengan muridnya. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan doa dari beliau.

  • FOMO: LARI PALING LELAH DI ERA DIGITAL

    FOMO: LARI PALING LELAH DI ERA DIGITAL

    Di tengah banyaknya gempuran trend di media sosial saat ini, banyak menyebabkan seseorang menjadi kehilangan arah, salah satu penyebabnya ialah fomo. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan mental dan finansial.

    Fomo atau fear of missing out adalah kondisi dimana seseorang takut tertinggal dari apa yang telah dilakukan atau dicapai orang lain, terutama yang ditampilkan di media sosial. Perasaan ini membuat seseorang terus membandingkan hidupnya dengan orang lain, sampai kehilangan arah dan standart hidup yang sehat.

    Hasil penelitian menyebutkan bahwa fomo berawal dari naluri sosial menusia dan rasa takut akan tertinggal. Biasanya lewat postingan orang lain dimedia sosial, seseorang yang mempunyai presepsi terhadap pengalaman orang lain lebih memuaskan daripada diri sendiri, meyebabkan munculnya tekanan sosial yang datang dari perasaan akan tertinggal suatu peristiwa atau pengalaman yang mengesankan.

    Fenomena fomo ini dapat berdampak pada kesehatan mental karena mendorong seseorang pada kecemasan dan ketidakpuasan diri. Menyebabkan seseorang bisa merasa hidupnya kurang berarti hanya karna tidak mengikuti trend.

    Rasulullah bersabda :

    اخرضِ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ با اللَّهِ وَلا تَعْجِز.

    Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah merasa lemah/malas.(HR. Muslim)

    Dalam islam, fomo bertentangan dengan sikap fokus pada hal yang bermanfaat dan rasa syukur. Rasulullah mengajarkan agar seseorang lebih memperhatikan perbaikan diri dan tidak menjadikan standart orang lain sebagai tolak ukur kebahagiaan. Dengan terus membanding-bandingkan mengakibatkan seseorang kurang mensyukuri nikmat yang diberi oleh Allah.

    Solusi dari fenomena ini tak lain adalah dengan merubah mindset kita agar lebih fokus pada penerimaan diri dan mulai membangun kembali standart diri berdasarkan gaya hidup yang sesuai dengan kemampuan diri kita. Pada akhirnya dengan jujur pada diri sendiri dan berani tampil apa adanya, merupakan perwujudan kesehatan mental yang baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

    انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

    “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam urusan dunia) dan janganlah engkau memandang orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih layak agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadamu.” (HR. Muslim)

    Dengan berpegang pada dawuh Rasulullah tersebut, menjadikan kita individu yang berkualitas dan dapat terhindar dari kecemasan sosial yang tak berujung. Jagalah kesehatan mentalmu, sebelum fomomenghancurkan harimu.

    Referensi:

    Judithya A. S. (2019). Impact of Fear of Missing Out on Psychological Well-Being Among Emerging Adulthood Aged Social Media Users. Diambil dari https://jurnal.uny.ac.id/index.php/pri/article/view/30363

    Shinta P. (2023). Hubungan Antara Perasaan Takut Tertinggal (FoMO) dengan Adiksi Media Sosial pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Diambil dari  https://doi.org/10.21009/INSGIHT.122.10

  • Semarak Sholawat Burdah Di Malam Penuh Berkah

    Semarak Sholawat Burdah Di Malam Penuh Berkah

    Rangkaian acara memperingati Haul akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35 berlanjut dengan kegiatan Sholawat burdah pada Kamis (13/11/2025). Seluruh santri mengikuti pembacaan Qosidah Burdah dengan khidmat. Acara ini bertempat di PPSQ Asy-Syadzili 1, tepatnya dipanggung utama. Dengan adanya Sholawat burdah dalam rangkaian acara ini, kita mengharapkan syafaat dari kanjeng nabi sekaligus barokah dari Kyai Syadzili.

    Pembacaan Qosidah Burdah berjalan dengan khidmat namun tetap semangat, seluruh santri melantunkan Qosidah yang dikarang Imam Bushiri dengan lantang.
    Pembacaan Sholawat burdah diakhiri dengan doa oleh Ust. Unais Muhidi, salah satu alumni Asy-Syadzili.

    Pembacaan Qosidah Burdah rutin diadakan disetiap Peringatan Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor. Berikut inilah alasan mengapa acara pembacaan Qosidah Burdah selalu menjadi pilihan, menurut Ust. Ahmad Nizar selaku wakil ketua panitia Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35.

    “Selain untuk memperingati acara Haul, kita juga mengajak seluruh teman-teman untuk mengingat Rasulullah SAW dan juga kita membaca shalawat yang lain seperti: sholawat simtudduror, Majelis sholawat Dzikrul ghofilin, Majelis sholawat Dalailul Khoirot dan lain-lain.”

    beliau menuturkan, selain untuk mengharap barokah dari Simbah Yai Syadzili, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengajak para santri mengingat Baginda Nabi Muhammad SAW melalui Sholawat-sholawat yang dilantunkan.

    Setelah Acara ditutup dengan pembacaan Syi’ir Simbah Yai Syadzili dan pembagian konsumsi kepada para santri, Kegiatan malam ini diakhiri dengan harapan mendapat barokah ilmu dari sang muassis pondok pesantren Asy-Syadzili.

  • Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Malam Pembuka Rangkaian Acara Haul-35 KH. Ahmad Syadzili Muhdlor: Khotmil Qur’an Bani Syadzili

    Dalam memulai rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke 35, Pondok pesantren Asy-Syadzili menggelar penutupan khotmil Qur’an Bani Syadzili pada Rabu (12/11/2025) yang Dimana pembukaan khataman dilakukan sehari sebelumnya, yakni selasa (11/11/2025). Kegiatan khataman tersebut dilaksanakan di Ndalem Kesepuhan yang terletak di PPSQ Asy-Syadzili 2 tepatnya di area sekitar Masjid Jami’ Al-Ibrahim.

    Khataman dibuka oleh Muhammad A’ yang merupakan santri Asy-Syadzili sekaligus Dzurriyah KH. Ahmad Syadzili Muhdlor. Acara penutupan Khotmil Qur’an Bani Syadzili dihadiri oleh bermacam kalangan, seperti: Habaib, dzurriyah KH Ahmad Syadzili Muhdlor sampai  masyarakat desa sumber pasir. Semuanya hadir guna menutup Khataman Al Qur’an sekaligus membuka Rangkaian acara Haul Akbar KH. Ahmad Syadzili Muhdlor ke-35.

    Acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh tim Al-banjari Asy-Syadzili dan dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah. lantunan indah bacaan Al-Qur’an oleh Ust. Ikhwan Fahrur Rifki mengisi setelahnya, melengkapi kekhidmatan malam ini. Dilanjut acara selanjutnya yakni pembacaan Khotmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Agus Khoirul Huda.

    kemudian sambutan oleh KH Hazimul Ahzab sebagai perwakilan keluarga besar Bani Syadzili. Beliau menyampaikan maksud diadakannya Acara Haul Akbar, tak lain merupakan bentuk pengabdian dalam berbakti kepada orang tua. Beliau menegaskan bahwa orang yang berbakti kepada orang tua hidupnya akan Bahagia. Sebaliknya, orang yang mempunyai masalah dengan hidupnya, biasanya tak luput dari konflik atau permasalahan antara orang tua dan anak.

    “Tidak ada ceritanya orang yang berbakti hidupnya tidak enak, kalau hidupnya gak enak mesti ada masalah dengan orang tuanya.”

    Tutur beliau dalam sambutannya.

    Acara penutupan Khotmil Qur’an berjalan dengan khusyuk, seluruh jamaah duduk khidmat mendengarkan.

    Beranjak ke inti acara Mauidloh Hasanah yang disampaikan oleh Dr. KH. Zainur Rozikin MM M.pd I.

    dalam ceramahnya beliau menyebutkan tiga amalan yang tidak akan terputus walaupun telah berpindah ke alam barzah,

    “konco seng apik Nang kuburan iku onok telu. Yoiku shodaqoh, ilmu seng bermanfaat, lan anak seng Soleh.” (teman baik dalam kuburan nanti ada 3, yaitu: Shodaqoh, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh)

    yang pertama yakni shodaqoh jariyah, beliau menjelaskan bahwa pahala yang berasal dari shodaqoh tidak akan terputus walaupun ruh manusia meninggalkan jasadnya .

    kedua, ilmu yang bermanfaat. Sebab jika ilmu terus diajarkan maka ia tidak akan pernah mati dan akan senantiasa hidup.

    dan yang terakhir anak yang sholeh, beliau menuturkan bahwa mempunyai anak yang sholeh merupakan investasi akhirat, sebab anak yang sholeh sudah pasti selalu mendoakan orang tuanya.

    Dr. KH. Zainur Rozikin menutup ceramahnya dengan mengirim surat Al Fatihah dikhususkan kepada KH Ahmad Syadzili Muhdlor.

    Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al Habib Usman Al-Aydrus. Setelah pembacaan doa, rampung sudah acara Khotmil Qur’an Bani Syadzili. Harapannya dengan diawali Khataman Al-Qur’an, menjadikan barokah dalam menjalani rangkaian acara Haul Akbar KH Syadzili muhdlor ke 35 selanjutnya.