Author: irfaur

  • Disiplin: kunci menuju kebebasan sejati.

    Disiplin: kunci menuju kebebasan sejati.

    Selama menempuh pendidikan baik dari tingkat mendasar hingga jenjang lanjutan, seseorang sudah pasti tidak asing lagi dengan kata Disiplin. Disiplin sendiri sering sekali disangkut-pautkan dengan berbagai macam pekerjaan atau tingkah laku, seperti disiplin dalam belajar, disiplin dalam bekerja dan masih banyak lagi. Dari beberapa contoh tadi kita dapat tahu bahwa disiplin sendiri adalah suatu elemen yang harus di satu padukan dengan pekerjaan demi tecapainya keberhasilan dalam pekejaan tersebut.

    Namun. Sebenarnya apa itu disiplin? Banyak orang yang memiliki pendapat dan pandangan yang bermacam-macam tentang disiplin. Bahkan, ada yang menganggap nya sebagai hukuman, pemaksaan dan juga pengekangan, mungkin karena disiplin identik dengan pembatasan diri. akan tetapi apakah benar? Bahwa disiplin adalah sesuatu yang membatasi diri kita dari mendapatkan kesenangan dan kebebasan.

    Sebenarnya, andai kita mau untuk berfikir lebih dalam, justru sikap disiplinlah yang menjadi senjata paling utama untuk membebaskan diri kita dari berbagai sikap yang tidak menyenangkan. Mengapa demikian? Karena  sikap disiplin mengajarkan kita untuk taat pada suatu aturan dan pengendalian diri.

    Memang dalam prosesnya disiplin memiliki level yang sangat sulit. Kita tidak boleh melakukan ini, tidak boleh melakukan  itu, serta apa-apa harus dibatasi dengan waktu, bahkan dapat menjadi sesuatu yang membosankan karena displin juga identik dengan konsisten atau dalam artian terus-menerus (continue).

    Akan tetapi perlu kita ingat karena melalui proses yang sangat sulit dan berat itu kita justru akan mendapatkan kemudahan dan kebebasan, sebagaimana dalam potongan ayat Al Quran  Surah Al-Insyirah (ayat 6) “ Sesunggahnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

    Dari penggalan ayat Al quran tersebut saya akan memberikan contoh perbedaan antara anak yang disiplin dan tidak disiplin dalam mengawali harinya.

    Anak yang displin tentu akan mengawali harinya dengan bangun lebih awal, memang hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah dan gampang untuk dilakukan, akan tetapi dari kedisplinannya  tersebut, dia akan mendapatkan kenikmatan dan kemudahan dalam hidup, karena anak yang bangun lebih awal  akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan persiapan menuju ke sekolah, sehingga dirinya akan dapat datang tepat waktu dan akan terbebas dari hukuman di sekolah.

    Sedangkan anak yang tidak disiplin, dia akan bangun kesiangan, dan hanya memiliki sedikit waktu untuk persiapan ke sekolah, sehingga dia akan tergesa-gesa dalam menyiapkan berbagai macam keperluannya, bahkan lebih buruknya lagi dia dapat datang terlambat ke sekolah dan mendapatkan hukuman dari sekolah.

    Berdasarkan contoh dan pembahasan tadi, kita bisa tahu bahwasannya disiplin itu akan membebaskan kita dari berbagai macam hal yang tidak menyenangkan, walaupun kelihatannya disiplin itu sangat berat dan tidak menyenangkan, akan tetapi  perlu kita sadari, karena disiplinlah semua pekerjaan dan aktivitas akan terlaksana dengan baik.

    Jadi, pilihan ada di tangan sob! Tinggal pilih saja “mau merasakan susahnya disiplin atau merasakan susahnya kehidupan”.

    Sekian dari saya, Barakallah fikum…                            

  • Pondok pesantren Asy syadzili gelar ujian akhir tahun.

    Pondok pesantren Asy syadzili gelar ujian akhir tahun.

    Asy syadzili News — Pondok pesantren salaf Al Quran asy syadzili kembali menggelar ujian akhir tahun secara serentak, kegiatan ini dilakukan sebagai evaluasi rutin atas  pencapaian belajar para santri dari segi akademik dan juga pendidikan moral, kegiatan ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali.

    Pelaksanaan ujian ini mencakup ujian Tahfidz dan madrasah diniyah. Dengan mata pelajaran Fiqih, nahwu, dan Akhlak. Dalam rangka memastikan kelancaran dan ketertiban ujian, pihak pesantren telah melakukan berbagai macam persiapan, termasuk penyusunan soal yang mengacu pada kurikulum dan pengawasan ketat yang dilakukan di setiap tempat ujian.

    Ujian ini diikuti oleh berbagai macam kalangan santri, baik santri yang masih aktif sekolah, non sekolah dan juga santri dari kalangan pengurus. Untuk waktu pelaksanaannya pun juga berbeda.

    Untuk santri non sekolah, ujian tahfidz dilaksanakan di hari pertama setelah pembukaan, dan disambung dengan ujian tulis dan lisan di pagi hari pada hari-hari berikutnya. Sedangkan untuk santri sekolah, ujian tahfidz dillaksanakan pada hari kedua setelah pembukaan. Dan ujian tulis dan lisan dilaksanakan di malam hari.

    Seluruh kegiatan ujian berlangsung khidmat, Ruang ujian terbagi sesuai tingkatan kelas madinnya. Untuk kelas Ula berada di latar masjid dan sekitarnya. Sedangkan kelas wustho berada di aula gedung baru. Dengan pengawasan langsung dari para guru dan staf pengajar pondok.

    Selama pelaksanaan UAT, suasana pesantren terlihat sangat kondusif. Para santri mengikuti ujian dengan tertib dan penuh semangat. Setiap santri santri juga diharuskan mengikuti ujian dengan tertib dan tepat waktu.

    Salah satu santri kelas wustho Farel raditya rahman, mengungkapkan perasaannya menghadapi ujian UAT kali ini. “Alhamdulillah seru sekali, karena di hari itu anak-anak menjadi lebih semangat belajar, dan dari diri saya sendiri mendapat banyak pengalaman baru.“ ujarnya.

    Kegiatan ujian ini telah berlangsung selama 8 hari mulai dari tangggal 15 hingga 22 juni, Dua hari diantaranya adalah ujian susulan, yang diperuntukkan bagi para santri yang berhalangan untuk mengikuti ujian di hari yang telah ditentukan.

    Ujian ini, bertujuan untuk menguji seberapa jauh pemahaman santri terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan kepada santri selama satu tahun terakhir. Selain itu ujian ini juga bertujuan sebagai syarat naik kelas para santri.

    Dengan terselenggaranya ujian ini, pondok pesantren salaf Al Quran Asy syadzili berharap dapat meningkatkan prestasi akademik santri dan siap menghadapi ujian-ujian berikutnya.

  • Asy syadzili berkreasi, pecahkan rekor MURI.

    Asy syadzili berkreasi, pecahkan rekor MURI.

    Asy syadzili News — Dalam rangka meyemarakkan Puncak Resepsi Harlah Asy-Syadzili ke 60, segenap panitia Harlah mengadakan Festival Literasi Asy-Syadzili 2025.

    dimana festival ini mengadakan dua agenda yang diantaranya adalah lomba cipta cerpen yang dapat diikuti seluruh civitas pondok dan penulisan 2025 Puisi secara serentak Oleh Santri Menuju Rekor MURI (Museum Rekor – Dunia Indonesia).

    Dimana acara ini akan diikuti secara serantak diseluruh pondok pesantren Asy-Syadzili 1-6 dengan target melibatkan 2025 santri untuk menulis 2025 puisi untuk menyabet rekor MURI.

    Nantinya tim dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia ) juga akan turut hadir pada hari diselenggarakannya kegiatan berlangsung, dan ikut mengawasi dan memverifikasi  proses pembuatan puisi.

    Kegiatan menulis puisi ini akan diselenggarakan pada hari kamis 26 Juni 2025 dan akan berlangsung di Aula gedung baru lt 1. Dengan ditemani oleh para pendamping profesional, nantinya para santri  akan diberi arahan dan juga materi dari para pendamping.

    Output dari pelatihan ini ialah para santri sekolah dan santri dari kalangan pengurus dapat lebih produktif lagi dan tentunya dapat menyumbangkan 1 karya puisi yang dimana karangan itu akan disetorkan kepada pihak MURI.

    Aksi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian santri terhadap Budaya literasi dan juga sebagai wadah bagi para santri untuk mengekspresikan kreatifitasnya, agar dapat tertuang menjadi suatu karya sastra yang indah.

    ilham islamuddin-selaku ketua pelaksana harlah menuturkan, adanya festival literasi tersebut bertujuan untuk menanamkan rasa minat dan cinta santri terhadap kegiatan literasi, yang mencakup aktivitas membaca, menulis ataupun berbicara.

    “Saya harap, festival literasi ini dapat menjadi awal tumbuhnya minat santri untuk membaca dan menulis. Menurut saya, literasi adalah kunci penting dalam mencerminkan kualitas sumber daya manusia suatu golongan. Oleh karena itu santri harus cinta akan literasi agar mampu bersaing dengan perkembangan zaman.” Ujarnya.

    Semoga dengan adanya festival literasi ini tidak hanya dapat memotivasi para santri saja melainkan dapat menjadi sebuah percikan awal untuk mendorong minat para anak muda bangsa untuk cinta akan literasi dan dapat lebih produktif lagi.

  • Rasa malu. sang benteng diri penjaga iman

    Rasa malu. sang benteng diri penjaga iman

    Dalam islam, rasa malu termasuk ke dalam sebagian iman seseorang. belum dikatakan berimanlah seseorang apabila dirinya belum memiliki rasa malu. Sebagaimana dalam hadist rasulullah yang berbunyi :

    Iman itu ada enam puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang iman ( HR. Bukhari no 09)

    Rasa malu merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap kalangan muslim. Karena dengan rasa malu inilah, setiap manusia dapat tertahan untuk tidak melakukan sesuatu hal yang terkesan kurang sopan.

    Dapat kita ketahui bersama, bahwa malu sebenarnya sudah terdapat di dalam diri seseorang, baik muslim maupun non muslim. Dan telah tertanam di dalam naluri manusia. Karena itulah seharusnya setiap manusia sudah dapat meraba antara manakah perilaku yang pantas untuk dilakukan dan manakah perilaku yang tidak pantas untuk dilakukan.

    Akan tetapi, apabila kita melihat fakta yang terjadi di zaman kita pada saat ini. Sungguh miris sekali, mata Kita akan melihat banyak sekali orang yang sudah tidak memiliki rasa malu. Alhasil terjadilah penurunan moral dan dampak-dampak negative lainnya, salah satunya seperti bangga pada saat melakukan hal-hal buruk.

    Maka dari itu, budaya malu saat melakukan hal buruk tetap harus kita pertahankan dan terus kita budayakan. Bahkan, andai teman-teman tahu, rasa malu ini sudah ada sejak zaman nabi Adam dan siti hawa usai memakan buah khuldi. Allah berfirman dalam Al Quran surat Thaha ayat 121:



    فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

    Artinya: “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia,”

    Pada intinya, Rasa malu tidak hanya merupakan perasaan atau emosi, tetapi juga merupakan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Muslim yang memiliki rasa malu akan selalu berusaha untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan iman dan moralitas Islam yang tinggi. Dengan menjaga rasa malu, seorang Muslim dapat memberikan teladan yang baik dalam masyarakat dan membantu memelihara integritas individu dan komunitas Muslim.

    Ada kalanya diri kita ini perlu untuk membuang rasa malu. Contohnya pada saat melakukan hal baik dan menolong sesama. Dan juga ada kalanya diri kita ini wajib dan harus menghadirkan rasa malu ke dalam hati, dikala kita melakukan perbuatan buruk ataupun kesalahan.

    Oleh karena itu, kita harus pandai memposisikan dan mengarahkan naluri rasa malu kita ini untuk menjadi pendorong timbulnya perbuatan-perbuatan baik. Dan jangan sampai rasa malu kita menjadi pedang bermata dua yang justru akan menghambat pertumbuhan diri. sekian artikel ini ditulis sebagai pengingat kita bersama, Barakallah fikum..

  • Rasa malu. sang benteng diri penjaga iman

    Rasa malu. sang benteng diri penjaga iman

    Dalam islam, rasa malu termasuk ke dalam sebagian iman seseorang. belum dikatakan berimanlah seseorang apabila dirinya belum memiliki rasa malu. Sebagaimana dalam hadist rasulullah yang berbunyi :

    Iman itu ada enam puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang iman ( HR. Bukhari no 09)

    Rasa malu merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap kalangan muslim. Karena dengan rasa malu inilah, setiap manusia dapat tertahan untuk tidak melakukan sesuatu hal yang terkesan kurang sopan.

    Dapat kita ketahui bersama, bahwa malu sebenarnya sudah terdapat di dalam diri seseorang, baik muslim maupun non muslim. Dan telah tertanam di dalam naluri manusia. Karena itulah seharusnya setiap manusia sudah dapat meraba antara manakah perilaku yang pantas untuk dilakukan dan manakah perilaku yang tidak pantas untuk dilakukan.

    Akan tetapi, apabila kita melihat fakta yang terjadi di zaman kita pada saat ini. Sungguh miris sekali, mata Kita akan melihat banyak sekali orang yang sudah tidak memiliki rasa malu. Alhasil terjadilah penurunan moral dan dampak-dampak negative lainnya, salah satunya seperti bangga pada saat melakukan hal-hal buruk.

    Maka dari itu, budaya malu saat melakukan hal buruk tetap harus kita pertahankan dan terus kita budayakan. Bahkan, andai teman-teman tahu, rasa malu ini sudah ada sejak zaman nabi Adam dan siti hawa usai memakan buah khuldi. Allah berfirman dalam Al Quran surat Thaha ayat 121:



    فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

    Artinya: “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia,”

    Pada intinya, Rasa malu tidak hanya merupakan perasaan atau emosi, tetapi juga merupakan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Muslim yang memiliki rasa malu akan selalu berusaha untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan iman dan moralitas Islam yang tinggi. Dengan menjaga rasa malu, seorang Muslim dapat memberikan teladan yang baik dalam masyarakat dan membantu memelihara integritas individu dan komunitas Muslim.

    Ada kalanya diri kita ini perlu untuk membuang rasa malu. Contohnya pada saat melakukan hal baik dan menolong sesama. Dan juga ada kalanya diri kita ini wajib dan harus menghadirkan rasa malu ke dalam hati, dikala kita melakukan perbuatan buruk ataupun kesalahan.

    Oleh karena itu, kita harus pandai memposisikan dan mengarahkan naluri rasa malu kita ini untuk menjadi pendorong timbulnya perbuatan-perbuatan baik. Dan jangan sampai rasa malu kita menjadi pedang bermata dua yang justru akan menghambat pertumbuhan diri. sekian artikel ini ditulis sebagai pengingat kita bersama, Barakallah fikum..

  • Amanat inspektur upacara

    Amanat inspektur upacara

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Atas nikmat dan karunia Allah, kita semua dapat hadir pada acara upacara peringatan HUT RI ke-80 yang doadakan di YPS. Asy-Syadzili dalam keadaan sehat wal afiyat.

    Tak lupa sholawat serta salam semoga dapat tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW. Kita semua bangga dapat terlibat secara langsung dalam peringatan HUT RI Ke-80 sesuai peran kita masing-masing yang hakikatnya adalah sama, dalam rangka mensyukuri nikmat Allah atas berkah kemerdekaan.

    Sebuah perjalanan yang panjang menuju kemerdekaan, saya tidak bisa membayangkan berapa generasi kita dijajah, yang pasti tidak singkat, kita dijajah dalam waktu yang sangat panjang, ada enam negara penjajah. Ditengah penjajahan ini, muncul sosok-sosok pejuang yang menginginkan Indonesia merdeka, dari putra-putra terbaik bangsa untuk memerdekakan NKRI, dari tahun ke tahun ternyata perjuangan itu membuahkan hasil pada 17 Agustus 1945, sekaligus kemerdekaan Indonesia dapat diproklamirkan oleh bapak proklamator kita.

    Kemerdekaan ini bukan hadiah ataupun pemberian, melainkan perjuangan dari putra-putri terbaik bangsa hingga kita merasakan kenikmatan kemerdekaan ini. Seperti tiga perang yakni, perang perebutan kemerdekaan oleh pahlawan-pahlawan yang sangat banyak sekali, darahnya terkucur untuk bumi pertiwi. Kemudian, setelah dinyatalan kemerdekaan, ternyata perjuangan belum selesai, negara yang dulunya menjajah Indonesia tidak terima, seperti Belanda dan ditunggangi Inggris yang ditugaskan oleh PBB untuk melucuti Jepang, pahlawan kita terus berjuang, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran kembali berkobar oleh arek-arek Suroboyo, terutama para santri, mereka berjuang agar Indonesia tetap mempertahankan kemerdekaannya.

    Perjuangan-perjuangan itulah yang harus kita warisi, bahkan sampai nyawapun mereka pertaruhkan untuk perjuangan bangsa ini. Ini harus menjadi momen kita bersama untuk secara tulus melanjutkan perjuangan-perjuangan mereka dalam merawat kemerdekaan ini. Yang ketika, dalam menjaga kemerdekaan ini, kita harus bertekat dalam mengisi kemerdekaan dengan berjuang mencerdaskan pendidikan bangsa, hingga mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan maju untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, terutama para santri yang terpanggil untuk melaksanakan resolusi jihad.

    Tentu tekad ini harus tetap kuat sesuai peran kita masing-masing sesuai peran kita masing-masing. Bapak ibu guru harus berkomitmen untuk menciptalan suasana pendidikan yang baik dan berkualiyas, dan para murid harus belajar dengan rajin dan bersungguh-sungguh, untuk menjadikan Indonesia cerdas dan bermartabat.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  • pers release upacara peringatan hut ri ke-80 di Asy-Syadzili

    pers release upacara peringatan hut ri ke-80 di Asy-Syadzili

    MALANG, 17 Agustus 2025 – Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS.) Asy-Syadzili hari ini menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung di lapangan YPS. Asy-Syadzili ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staf, serta sejumlah tamu undangan, menciptakan suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme.

    Upacara dimulai tepat pukul 07.26 WIB, diawali dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang merupakan perwakilan siswa-siswa terbaik Asy-Syadzili. Dengan langkah tegap dan serentak, mereka berhasil menunaikan tugas dengan sempurna, diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan lantang oleh seluruh peserta upacara.

    Dalam amanatnya, Kepala YPS. Asy-Syadzili, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili M.Si. Selaku Kepala YPS. Asy-Syadzili, menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan. “Kemerdekaan ini bukan hadiah ataupun pemberian, melainkan perjuangan dari para pahlawan yang menjadi putra-putri terbaik bangsa hingga kita merasakan kenikmatan kemerdekaan ini.” “Tentu tekad ini harus tetap kuat sesuai peran kita masing-masing. Bapak ibu guru harus berkomitmen untuk menciptalan suasana pendidikan yang baik dan berkualiyas, dan para murid harus belajar dengan rajin dan bersungguh-sungguh, untuk menjadikan Indonesia cerdas dan bermartabat.” Tambahnya

    Setelah upacara bendera, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan dari tim paduan suara, paskibra, dan marching band yang semakin memeriahkan suasana, penampilan ini membuktikan kualitas pendidikan di YPS. Asy-Syadzili dalam pendidikan non akademiknya.

    Ketua YPS. Asy-Syadzili berharap, melalui peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, seluruh komponen pendidikan dapat terus memupuk semangat patriotisme dan nasionalisme, serta berkomitmen untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, bermartabat, cerdas, dan sejahtera.

  • ENERGI TAK TERBATAS DARI KREATIVITAS

    ENERGI TAK TERBATAS DARI KREATIVITAS

    Sebenarnya, apa sih kreativitas itu?  sejak kecil tentu sudah tidak asing lagi bagi kita untuk mengenal kata kreatif. Tapi, apakah temen-temen sudah tau, apa arti  dari kata kreatif yang sudah kita kenal sejak lama. Mungkin beberapa orang menyangkut pautkan atau bahkan menyamai kata kreatif dengan “cerdas”. Padahal, sebenarnya keduanya memiliki perbadaan yang terletak pada kefokusannya.

    Cerdas, berfokus pada kemampuan manusia untuk memahami, belajar, bahkan memecahkan masalah dengan benar dan logis. Sedangkan kreatif, ialah kemampuan manusia untuk menciptakan suatu gagasan atau ide yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.  Walaupun keduanya memiliki keterkaitan yang kuat, akan tetapi keduanya tetaplah suatu hal yang berbeda.

    saya akan memberi contoh seberapa besar dampak kreativitas dalam kehidupan manusia. Pada zaman dahulu, nenek moyang kita memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bisa lebih dari setahun untuk sampai di tanah suci mekah guna melaksanakan ibadah umroh ataupun haji.

    Namun, berkat kreativitas manusia. Seiring berjalannya waktu hadirlah di kehidupan manusia transportasi yang bernama kapal, dengannya nenek moyang kita dapat menempuh perjalanan umroh ataupun haji hanya dengan waktu beberapa minggu atau bulan saja.

    akan tetapi tidak berhenti disitu, manusia masih dapat terus mengembangkan kreativitasnya. Maka tak lama kemudian hadirlah transportasi udara yakni pesawat yang dapat membawa kita untuk pergi umroh ataupun haji hanya dengan beberapa jam saja.

    Dari contoh tersebut kita dapat tahu, bahwa kreativitas membawa dampak perubahan yang signifikan dalam kehidupan manusia. Dengan terus mengembangkan ide dan teknologi, manusia telah mampu menghancurkan batasan waktu dan jarak. Dengan adanya daya cipta manusia untuk membuat ide dan gagasan yang bermanfaat, manusia dapat menciptakan peradaban maju dan meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

    Lantas, Bagaimana nasib manusia apabila tidak dikaruniai kemampuan  kreativitas dalam hidupnya?  dikutip dari buku The power of creativity karya Peng khen sun, kreativitas merupakan sebuah kelebihan dan kekuatan yang hanya dimiliki oleh manusia saja, sedangkan kehidupan hewan adalah kehidupan yang tidak ada kreativitas di dalamnya. untuk pemahaman lebih lanjut saya akan menyertakan contohnya.

     Mulai sejak zaman dahulu hingga saat ini, Singa selalu berburu dengan cara yang sama. Tidak pernah ada ceritanya singa di zaman purba berburu menggunakan tombak apalagi singa di zaman modern berburu menggunakan tembak atau sejenisnya.

    Mulai zaman dahulu hingga zaman modern saat ini, Monyet selalu membuka kulit pisang dengan cara yang sama, tidak ada tindakan kreatif yang dia lakukan untuk membuka kulit pasang bahkan untuk mengolahnya menjadi makanan yang lebih unik saja dia tidak bisa.

    Nah, beberapa contoh di atas adalah bukti bahwa tidak ada kreativitas di dalam dunia hewan. Dan tentu saja apabila kehidupan manusia tidak memiliki kreativitas seperti dunia hewan, maka akan terjadi Stagnasi dan juga manusia akan kesulitan menyelesaikan masalah. karena tidak ada kretivitas untuk melawan tantangan yang terus muncul dalam kehidupan sehari-hari

    Kreativitas juga sering disebut dengan “Energi tak terbatas”. Yakni kreativitas merupakan sesuatu yang dapat terus berkembang dan memperkuat dirinya secara continue.  Bukan berarti kreativitas ini sesuatu yang secara tiba-tiba mutlaq dapat memberikan manusia ide yang luar biasa. Melainkan, seperti kata seorang penulis amerika: “you can’t use up the creativity. The more you use, the more you have.”

    Artinya, kamu tidak akan bisa menghabiskan kreatifitas. Karena semakin anda menggunakan kreatifitas maka akan semakin meningkat dan berkembang pula kreatifitas tersebut. Bagaikan pohon yang terus terus tumbuh, dengan terus mencari air dan matahari. Begitupula dengan kreativitas, yang terus mencari ide dan inspirasi untuk tumbuh lebih baik dan berinovasi.

    Mungkin dengan beberapa contoh di atas, teman-teman sudah mulai paham arti dari kreativitas. sebelum saya tutup penulis akan memberikan beberapa tips yang dapat pembaca amalkan guna mengembangkan kreativitas kita.

    1.     Menelan buku sebanyak-banyaknya.

    Karena dengan membaca buku, sama halnya kita menyerap suatu ide dan juga gagasan yang telah penulis tumpahkan ke lembaran kertas.

    • Memelihara rasa ingin tahu.

    Rasa ingin tahu merupakan salah satu modal kita untuk menjemput suatu pengetahuan dan modal kita untuk menghapus kebodohan.

    • Berani mencoba, berani mengambil resiko.

    Takut untuk mencoba sesuatu adalah penyebab terhambatnya kreativitas. Sedangkan berani untuk mencoba sesuatu merupakan langkah awal kita untuk mempertajam kemampuan kita supaya lebih kreatif lagi.

    Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, sampai jumpa lagi. barakallahfikum..

  • HAL KECIL YANG MESTI DIPERBAIKI

    HAL KECIL YANG MESTI DIPERBAIKI

    Terkadang tanpa kita sadari berkata kasar sudah menjadi biasa dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi bagaimana tanggapan agama dengan itu? Mari kita renungkan kembali, apakah hidup kita yang tak tahu kapan berakhir ini telah sesuai dengan ajaran Nabi.

    Berkata kasar atau kotor sejatinya berasal dari hati, orang yang hatinya bersih besar kemungkinan perkataan yang keluar dari mulutnya merupakan kalimat-kalimat yang baik, namun sebaliknya, jika seseorang hatinya kotor perkataanya pun demikian.

    Sesuai dangan sabda Rasulullah :

    أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

     “ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dana apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya.ingatlah ia adalah hati.”

    Qolbu dalam arti kongkret adalah jantung, dan jantung sendiri dalam dunia kesehatan merupakan organ penting yang dapat mempengaruhi organ-organ lain dalam tubuh manusia.

    Jika dalam artian abstrak Qolbu merupakan hati, sejatinya hati manusia itu selalu berubah-ubah, semisal tadi siang ingin ini pas malamnya ingin itu, maka kita selalu dianjurkan berdoa pada saat duduk tasyahud akhir.

    يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
    Artinya: “Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

    Pada akhirnya, setiap orang yang mempunyai hati bersih perkataan maupun perbuatannya akan ikut bersih. Sebaliknya, orang yang mempunyai hati yang kotor, perkataan dan perbuatnya mencerminkan hatinya. Memiliki hati yang bersih, bukan sesuatu yang lahiriah, sesederhana apapun yang kotor selalu dapat dibersihkan, begitu pula hati. Dengan selalu ingat akan murka Allah, setidaknya akan menyapu perlahan apa-apa yang kotor dalam diri kita–dari hati, tindakan, sampai pikiran. Dan segala hal yang menyebabkan murka Allah, menjauh pula ridhonya. 

    جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ  

    Artinya: “sebagai pembalasan yang setimpal.”

    Na’udzubillah min dzalik

    Sebagai seorang muslim, sudah semestinya menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak merugikan, entah bagi orang lain maupun diri sendiri. Karena muslim yang baik adalah yang menjaga dirinya dari yang buruk, menjadikan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam setiap tindakan yang diambil.