Author: irfaur

  • membenahi diri dengan 5 nasehat nabi

    membenahi diri dengan 5 nasehat nabi

    ASY-SYADZILI 1 –Dawuh nabi Muhammad SAW kepada abu hurairah untuk diamalkan ataupun diajarkan kepada umat yang berisikan tentang nasehat­ dan pesan beliau. Berikut dawuh beliau yang tidak cukup dengan disimak saja akan tetapi juga perlu diamalkan.

    1. Tinggalkan perkara yang haram maka kamu akan jadi paling ahli ibadahnya manusia

    Dikatakan paling ahli ibadahnya seseorang bukanlah ia yang mampu mengerjakan sholat seribu rokaat ataupun ia yang mampu membaca alquran dan mengkhatamkannya setiap hari, akan tetapi adalah ia yang kuat untuk menjauhi apapun yang diharamkan oleh Allah SWT, dan zaman sekarang untuk melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah bukanlah suatu perkara yang sulit, dan untungya apabila kita bisa meninggalkan hal tersebut maka akan bernilai pahala yang besar disisi Allah SWT.

    2. Ridholah dengan apapun yang diberikan Allah kepadamu maka kamu akan jadi paling  kayanya manusia

    Orang yang paling kaya adalah orang yang selalu menerima pemberian Allah. Hal ini sesuai dengan konsep qonaah yang bukan berarti hanya dengan diam lantas menerima segala pemberian allah saja dapat dikatakan qonaah,akan tetapi qonaah yang sebenarnya yakni ia yang semangat dalam mencari fadhol / rizkinya Allah dan menerima apapun hasil yang diberikan ketika kita sudah maksimal dalam berusaha.

    3. Berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan jadi orang yang beriman

    Kenapa tetangga? Karena merekalah yang akan mengurusi kita dikala kita meninggalkan dunia ini, maka dari itu jangan sampai kita abai dan tutup mata tentang apapun yang berkaitan dengan tetangga kita.

    Nabi Muhammad SAW bersabda

                                                                              ….وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ….      

    “…..barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya…….”

     4. Cintailah untuk manusia apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri maka kamu akan jadi seorang muslim

    Seorang muslim yakni orang yang ketika ia dalam keadaan senang kepada sesama muslim yang mendapatkan kesenangan dan susah ketika temannya juga kesusahan, hal tersebut juga sesuai dengan konsep agama islam sendiri yakni menebarkan cinta kasih

     5. Janganlah kamu memperbanyak tertawa karena itu dapat mematikan hati

     Zaman sekarang itu pengajian yang laku yang lebih banyak membuat kita tertawa, tertawa diperbolehkan selama masih dalam keadaan tidak berlebihan karena ketika zaman nabi, nabi juga memberikan sedikit gurauan ketika berdakwah. Sedangkan yang tidak diperbolehkan adalah tertawa yang berlebihan yang nantinya dapat mematikan hati kita.

    Tentunya diharapkan setelah kita mengetahui tentang nasehat penting beliau kita dapat membenahi lagi diri dan memantaskan untuk bertemu sang ilahi.

    Amiiin….

  • semangat dan kreativitas menuju Demoday  SDPI 2024

    semangat dan kreativitas menuju Demoday  SDPI 2024

    Santripasir Media Creative atau yang sering disebut SMC salah satu bidang yang bergerak di pusat  arus informasi milik pondok Pesantren Salaf Qur’an Asy-Syadzili 1 yang telah menorehkan prestasi di kancah nasional dalam event santri digitalpreneur pada tanggal 15 Oktober 2024 kemarin, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

    Prestasi tersebut berawal dari ketertarikan untuk mengikuti pelatihan santri digitalpreneur tingkat daerah di Kabupaten Gresik yang tepatnya diselenggarakan di Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, Kabupaten Gresik pada tanggal 9 hingga 12 Juli 2024 lalu.

    Di sebutkan oleh Ilham Islamuddin Ma’ruf yang merupakan ketua tim dari 5 orang delegasi yang berangkat untuk mengikuti kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 bahwa awal mulanya mereka tidak mengetahui bahwa event Santri digitalpteneur 2024 merupakan sebuah kompetisi.

    “Sebenarnya saat kami mendaftarkan diri, kami hanya mendapatkan informasi bahwa event tersebut merupakan acara pelatihan untuk para santri agar bisa memajukan bisnis pesantren melalui media digital, tetapi setelah mengetahui bahwa event tersebut bukan hanya pelatihan melainkan juga kompetisi untuk menyaring para santri yang memiliki keahlian dan kreativitas dalam mempromosikan produk pesantren, kami bersemangat untuk memenangkan seleksi daerah tersebut” tutur kata Ilham yang merupakan ketua delegasi SMC PPSQ Asy-Syadzili 1 dalam acara Santri digitalpreneur 2024 tersebut.

    Acara santri digitalpreneur 2024 tingkat daerah di Kabupaten Gresik telah usai terlaksana, dan Santripasir Media Creative turun sebagai juara 1 dalam Santri digitalpreneur Kabupaten Gresik 2024 dan mendapat tiket menuju kompetisi nasional Santri digitalpreneur Indonesia 2024 di jakarta. 

    Menjadikan Santripasir Media Creative dari PPSQ Asy Syadzili 1, Pakis, Kab. Malang, sebagai perwakilan Kabupaten Gresik untuk bersaing bersama 10 pondok pesantren terbaik dari daerah masing-masing di seluruh Indonesia yang akan diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Bulan Oktober mendatang. 

    Tentunya menjawab tantangan tersebut, Santripasir Media Creative sangat antusias dan bersemangat untuk mempersiapkan konsep dan kreativitas yang akan dibawa menuju Jakarta nantinya, Mulai dari konsep produk yang menarik, pembuatan video produk iklan  yang unik serta pematangan karya yang sudah dipersiapkan sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan untuk kompetisi Santri digitalpreneur Indonesia tahun 2024.

    Setibanya Bulan Oktober 2024, Seluruh perwakilan daerah masing berangkat untuk mengikuti rangkaian kompetisi. 

    5 orang peserta (Ilham Islamuddin Ma’ruf, Ahmad Fatih Sidra Muntaha, Muhammad Zidan Abdul Adzim, Muhammad Roiqul Bihar Anwarul Wahid, Faris Audah Iman Hajwa)  beserta 1 (Muhammad Farhan Bayhaqi) berangkat menuju Jakarta dengan penuh keyakinan setelah perjalanan panjang persiapan untuk menyelesaikan produk serta video iklan yang begitu rumit karena banyak sekali evaluasi serta pembenahan saat proses pembuatan, membuat mereka yakin karya mereka layak ditampilkan dan disandingkan dengan 10 pesantren terbaik dari daerah masing masing di seluruh Indonesia.

    Menurut mereka, hal ini merupakan pengalaman dan momen yang luar biasa karena dapat bertemu para santri dari pondok pesantren di berbagai penjuru Indonesia serta dapat memperluas relasi serta jejaring antar sesama santri untuk memperkuat dakwah islamiyah serta bertemu orang – orang hebat lainnya.

    Dengan perolehan Juara 1 Santridigitalpreneur Indonesia tahun 2024, membuktikan bahwa Santripasir  mampu bersaing hingga kancah nasional.

  • Berkembangnya AI Sebagai Sarana Belajar Di Pesantren

    Berkembangnya AI Sebagai Sarana Belajar Di Pesantren

    Pendahuluan

    Pesantren telah lama menjadi pilar pendidikan Islam di Indonesia, menyediakan landasan pengetahuan agama dan etika bagi generasi muda. Namun, dengan perkembangan zaman yang semakin cepat, termasuk kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), pesantren dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Integrasi AI dalam proses pembelajaran di pesantren bukan hanya menawarkan cara baru untuk menyampaikan materi, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi pendidikan yang lebih efisien dan relevan.

    Konteks Pesantren di Indonesia

    Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional memiliki ciri khas tersendiri. Di dalamnya, santri belajar tidak hanya tentang ilmu agama, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan, akhlak, dan kemandirian. Metode pengajaran di pesantren biasanya bersifat klasikal, dengan penekanan pada diskusi, pengajian kitab kuning, dan pembelajaran dari ulama. Namun, dengan adanya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan global, banyak pesantren mulai mencari cara untuk menggabungkan metode tradisional dengan teknologi modern.

    Manfaat AI dalam Pendidikan Pesantren

    1. Personalisasi Pembelajaran
      Salah satu keunggulan AI adalah kemampuannya untuk melakukan analisis data secara mendalam. Dengan memanfaatkan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap santri. Misalnya, jika seorang santri kesulitan memahami materi tertentu, AI dapat merekomendasikan sumber belajar tambahan yang sesuai, seperti video pembelajaran atau modul interaktif. Ini memungkinkan proses belajar yang lebih efektif dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri.
    2. Akses ke Sumber Belajar yang Beragam
      Dengan AI, pesantren dapat mengakses berbagai sumber belajar yang mungkin sebelumnya sulit didapatkan. Platform pembelajaran online yang menggunakan teknologi AI dapat menyediakan materi ajar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sains, teknologi, dan seni, tanpa mengabaikan pendidikan agama. Ini memberi santri kesempatan untuk belajar di luar batasan kurikulum tradisional dan memperluas wawasan mereka.
    3. Pembelajaran Bahasa yang Lebih Efektif
      Bahasa Arab dan Inggris merupakan dua bahasa penting dalam konteks pendidikan pesantren. AI dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran bahasa yang interaktif. Dengan teknologi pengenalan suara dan umpan balik instan, santri dapat berlatih berbicara dan mendengarkan dalam bahasa asing dengan cara yang menyenangkan. Ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri.
    4. Otomatisasi Tugas Administratif
      Pengelolaan administrasi di pesantren sering kali menjadi beban bagi pengurus. Dengan menggunakan AI, banyak tugas administratif seperti pendaftaran santri, penjadwalan kelas, dan pengelolaan keuangan dapat diotomatisasi. Ini memungkinkan pengurus untuk lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pembinaan santri, serta meningkatkan efisiensi operasional pesantren.
    5. Pembelajaran Berbasis Proyek
      AI dapat mendukung pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong santri untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas nyata. Dengan bantuan AI, santri dapat melakukan riset, menganalisis data, dan menghasilkan solusi untuk masalah yang relevan dengan masyarakat. Hal ini tidak hanya memperkuat keterampilan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepemimpinan.

    Tantangan dalam Implementasi AI di Pesantren

    Meskipun manfaatnya sangat besar, penerapan AI di pesantren tidak tanpa tantangan. Beberapa masalah yang mungkin dihadapi antara lain:

    1. Keterbatasan Infrastruktur
      Di banyak daerah, khususnya yang terpencil, infrastruktur teknologi, seperti koneksi internet yang stabil, masih menjadi kendala. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, penerapan AI dalam pendidikan menjadi sulit. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur teknologi di pesantren harus menjadi prioritas.
    2. Kurangnya Pelatihan untuk Pendidik
      Para pendidik di pesantren sering kali belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi AI. Oleh karena itu, program pelatihan dan workshop bagi para pengajar sangat penting. Dengan pelatihan yang tepat, mereka dapat memahami bagaimana menggunakan teknologi ini secara efektif dalam pengajaran.
    3. Respon Terhadap Perubahan
      Banyak pesantren masih terikat pada metode pengajaran tradisional dan mungkin skeptis terhadap penggunaan teknologi baru. Untuk mengatasi hal ini, perlu ada pendekatan yang menyeluruh untuk menjelaskan manfaat AI dalam pendidikan. Dialog yang terbuka antara pengurus pesantren, orang tua, dan masyarakat juga sangat penting untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik.
    4. Biaya Implementasi
      Pengadaan teknologi dan perangkat keras yang diperlukan untuk menerapkan AI bisa menjadi beban finansial bagi beberapa pesantren. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, lembaga donor, atau pihak swasta sangat diperlukan untuk membantu pesantren dalam mengimplementasikan teknologi ini.

    Contoh Implementasi AI di Pesantren

    Beberapa pesantren di Indonesia sudah mulai menerapkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Misalnya, ada pesantren yang menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa berbasis AI untuk membantu santri belajar bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, beberapa pesantren juga telah mulai menggunakan platform e-learning yang memungkinkan santri mengakses materi pembelajaran secara daring, yang sangat bermanfaat selama masa pandemi.

    Contoh lainnya adalah penggunaan chatbot berbasis AI yang dapat menjawab pertanyaan santri seputar materi pelajaran. Hal ini tidak hanya mempercepat proses belajar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik.

    Kesimpulan

    Perkembangan AI sebagai sarana belajar di pesantren merupakan langkah signifikan dalam modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi ini, pesantren tidak hanya dapat meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga memperluas akses terhadap sumber belajar dan menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan santri. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, kolaborasi antara pengurus pesantren, pemerintah, dan sektor teknologi dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

    Di masa depan, diharapkan pesantren dapat menjadi contoh integrasi antara nilai-nilai tradisional dan teknologi modern, mempersiapkan santri tidak hanya untuk memahami ilmu agama, tetapi juga untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Dengan cara ini, pesantren akan tetap relevan sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

  • ranjau bernama malas dan puas

    ranjau bernama malas dan puas

    ‘besok aja ah, masih jam segini, ngerjain bentar ntar juga kelar.’ Dan mantra mantra sakti lainnya. Sering terjadi, blunder yang menjadi kebiasaan kaum muda, terkhusus kalangan remaja, apalagi kalau bukan menunda suatu pekerjaan. Tak mengenal hujan badai angin ribut, rasa nyaman menunda nunda ini dapat menyerang kapan saja dimana saja, tak kenal muda maupun tua, menyerang begitu saja bagai desing peluru. Dan tak perlu didustakan lagi, hal satu ini memang selezat itu. Saat pikiran sudah tak keruan setelah kegiatan seharian, tulang belulang remuk tak tertahan, tapi tanggungan tak kunjung selesai, maka nikmat sudah hidangan ini.

    Mengapa hal ini dapat terjad? Menurut pengalaman penulis pribadi, hal ini sering bahkan nyaris setiap hari menghampiri. tentu saja yang mendasari semua ini adalah rasa, malas. Perlu diketahui dan disadari bahwa rasa malas ini adalah musuh terbesar umat manusia. kenapa demikian? Karena Dengan kemalasan seseorang  berhenti bekerja dan menjadi benalu bagi orang sekitarnya, dengan kemalasan seseorang tak akan dapat berkembang dalam segi apapun itu, dengan kemalasan seseorang dapat jatuh dalam berbagai penyesalan. Bahkan Jika diperhatikan lebih dalam lagi, kemalasan menjadi awal dari hancurnya suatu umat dan bangsa.  dan hal menunda nunda tadi merupakan langkah pertama seseorang menuju kemalasan yang berkelanjutan, menjadi ranjau yang mematikan bagi masa depan, keluarga, bahkan dirinya sendiri.

    Dalam perspektif lain, terdapat suatu hal yang bertolak belakang namun dampak yang diberikan tak beda jauh dari kasus kemalasan tadi. Apakah itu? Kita sebut saja dengan kepuasan. Kepuasan dalam konteks belajar, berkarya dll. Mengapa bertolak belakang dengan kasus malas tadi? sebab mereka yang merasa puas ini sejatinya bukan dari kaum pemalas. karena mereka bekerja, berkarya, dan melakukan hal-hal yang menghasilkan. Hanya saja, rasa puas atas suatu capaian yang menodai seluruh usaha tadi. Dan perasaan ini perlu dihindari, teman teman sekalian. Buang jauh jauh bila perlu.

    Mengapa perlu dihindari? Tak bolehkah kita merasa senang dan puas atas pencapaian kita selama ini? Tentu saja boleh, sangat boleh, apalagi saat itu semua memberi manfaat bagi diri kita masing masing. tapi dengan catatan, tidak menjadikan rasa puas kita sebagai suatu alasan agar kita berhenti belajar, berkarya dan menghasilkan hal-hal yang bermanfaat. Karena ketahuilah. Orang yang merasa cukup dan puas atas sesuatu yang dicapainya adalah orang yang sombong, dan orang sombong sangat sulit untuk berkembang, karena tujuan mereka adalah validasi dari orang lain, bukan substansi dan esensi dari belajar atau berkarya itu sendiri. Dan ketika semua itu terjadi, maka sebenarnya yang mereka lakukan adalah hanya berputar putar pada lingkaran yang sama, tak beranjak sama sekali.

    Maka dari itu, mari kita sadari dan benahi bersama sama detail-detail kecil seperti ini, sebuah ranjau kecil yang tak pernah kita sadari keberadaannya, dan hanya soal waktu dimana kita akan menginjak ranjau ranjau ini hingga akhirnya menghancurkan apa yang kita punya sekaligus. Terlepas dari itu semua, disini sebenarnya penulis hanya ingin berbagi perasaan yang selama ini menjadi penghambat rutinitas dan mengajak para pembaca sekalian untuk beranjak kedalam lingkungan yang produktif, kreatif dan inovatif. Tentunya dengan terus haus akan belajar, berkarya, dan hal bermanfaat lainnya, sebab dengan belajarlah seseorang dapat mengetahui luasnya semesta, dengan berkaryalah seseorang akan abadi dan berharga. Kosongkan selalu gelasmu, kawan. sekian.

    jazakumullah khairan

  • Satu hal yang patut kita syukuri

    Satu hal yang patut kita syukuri

    Hal yang patut kita syukuri

    Ada satu hal yang amat penting untuk kita syukuri, apa itu?

     ketika orang tua  ingin anaknya mulia dengan cara menempatkannya di pondok pesantren dan anak itu pun mau dan semangat untuk mencari ilmu.

     Terlebih lagi, orang tua selalu diberi rezeki untuk selalu bisa mencukupi anaknya yang sedang menimba ilmu dipondok pesantren, maka itu adalah salah satu kenikmatan yang luar biasa yang patutnya kita syukuri setiap saat.

     Karena diluar sana pun, terdapat orang tua yang ingin anaknya menimba ilmu dipondok pesantren, tetapi anaknya tidak memiliki keinginan dan semangat dalam mencari ilmu

    Ada juga seorang anak yang semangat dan ingin menimba ilmu di pondok pesantren tetapi orang tuanya tidak memiliki keinginan  yang sama dengan anaknya

    Salah satu alasan terpenting orang tua ingin memondokkan anaknya tidak lain dan tidak bukan hanya karna ingin anaknya mulia, tidak menginginkan  balasan apapun dari itu, karena dengan putra-putrinya  menjadi mulia karena ilmu adalah hal yang akan selalu bermanfaat bagi kedua orang tuanya di dunia maupun di akhirat

    ۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۝٢

    ”Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

     Tugasnya seorang anak ialah selalu berusaha membantu dan berbakti pada kedua orang tua, bagaimana caranya membantu? Caranya dengan rajin dipondok, tidak melanggar peraturan dan selalu mendo’akannya.

    Semua manusia itu pasti punya masalah, apalagi dengan orang tua kita, maka dari itu cara apa yang bisa kita lakukan?

    Dengan cara selalu mendorongnya dengan doa yang penuh kesungguhan supaya kedua orang tua kita di beri jalan keluar atas seluruh masalahnya dan kelancaran atas segala urusannya. Allahumma Amin.

    Jangan sampai kita  menjadi anak yang malas, karna malas itu termasuk perbuatan dzolim, sebab kedua orang tua dirumah sudah berkerja keras untuk kebutuhan anaknya tetapi ia ketika di pondok bermalas-malasan, dan tidak mau berusaha.

    Itu merupakan perilaku yang sanagt dzolim kepada kedua orang tua kita

    Jika kita menjalankan kegiatan pondok pesantren dengan semangat dan maksimal serta terus berusaha meskipun belum mendapatkan hasil, itu sudah termasuk menyempurnakan nikmat orang tua yang sudah bersusah payah untuk mengusahakan anaknya yang mencari  ilmu.

    Dan juga kita jangan lupa dengan yang namanya Wirid (Berdzikir) karena itu penting,

    Belajar dari kisah Abdullah bin Mas’ud, ketika beliau sudah sakit keras menjelang wafat  lalu beliau hanya memberikan kepada anak-anaknya wasiat yakni surah Al-Waqiah.

    Maka wirid atau dzikir selalu kita amalkan insyaallah orang tua kita akan diberikan kemudahan oleh allah..

  • Ada yang lebih bahaya dari dajjal?

    Ada yang lebih bahaya dari dajjal?

    Sebagai muslim, kita pasti sudah sangat familiar dengan yang namanya Dajjal. Siapakah Dajjal?

    Dajjal adalah makhluk yang diberi kelebihan oleh Allah, di akhir zaman nantinya ia akan muncul dengan tujuan untuk  menyesatkan manusia, yang  menjadi salah satu tanda akan terjadinya kiamat.

    Tetapi ada yang lebih dikhawatirkan Rasulullah daripada Dajjal.

    Rasulullah bersabda:

    “أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال فقيل: وما هو يارسول الله؟، فقال: علماء السوء”

     “Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal. Beliau kemudian ditanya, Apa itu wahai Rasulullah?` Beliau menjawab, ulama su` (buruk).”

    Ulama su’ adalah ulama akhir zaman yang jelek, apa definisi dari jelek tersebut? ‘Alimul lisan wa jahilul qolbi (pandai berbicara tapi hatinya bodoh).

    ulama su’ lebih dikhawatirkan oleh Rasulullah daripada Dajjal, sebab, kalau Dajjal itu tujuannya sudah jelas dan tentu kita semua tau yaitu untuk menyesatkan dan menjerumuskan seluruh umat manusia.

    jika ulama su’,  kita tau kalau ia adalah orang yang baik, tapi kita tidak tau ucapan orang itu akan membawa kita menuju allah atau malah menjauhkan kita dari allah, bahkan bisa-bisa sampai membuat kita murtad, naudzubillah.

    Maka dari itu, kita harus lebih waspada dan mengindari ulama su’, salah satu ciri-ciri ulama su’ adalah ia menjadikan ilmunya sebagi jalan untuk memperkaya diri, menjadikan kedudukannya untuk ajang menyombongkan diri dan lain-lain.

    Pesan penulis untuk para pembaca yakni janganlah kita gampang berburuk sangka, karna kita dilarang su’udzon kepada sesama apalagi kepada ulama. Sekian.

  • Pengantar ilmu Qiro’at ‘Asyr

    Pengantar ilmu Qiro’at ‘Asyr

    1. MENGENAL SEPULUH PIJAKAN DASAR ILMU QIRO’AT ‘ASYR

    1. Qiro’at menurut pengertian Bahasa dan Istilah

    Menurut  pengertian bahasanya, kata ٌ قِرَءَات  adalah jama’ dari kata ٌ قِرَاءَة yang berarti  وَجْهٌ مَقْرُوءٌ بِهِ  (satu cara bacaan). Kata qiro’ah merupakan masdar dari kata kerja (fi’il)  يقرأُ – قرأ   menjadi ٌ قِرَاة Sedangkan menurut pengertian istilahnya, ilmu qiro’at ialah ilmu untuk mengetahui tata cara membaca lafadh atau kalimat Al-Qur’an, baik dibaca dengan cara yang sama maupun secara berbeda oleh para Qurro’.

    2. Topik Ilmu Qiro’at          

    Topik Ilmu Qiro’at yaitu lafadh atau kalimat Al-Qur’an ditinjau dari segi uraian tentang bebrapa keadaan cara membaca baik panjang (mad), pendek (Qashr), pergantian huruf (Ibdal) dan cara-cara membaca lainnya.

    3. Sumber Pengambilan Ilmu Qiro’at

    Sumber Pengambilan Ilmu Qiro’at adalah pemindahan dan riwayat yang shahih serta mutawatir yang datang dari Ulama’ Qiro’at yang sanadnya bersambung kepada Rasulullah SAW. 

    4. Faedah dan tujuan ilmu Qiro’at yang ingin dicapai

    1. Faedah ilmu Qiro’at banyak sekali, antara lain sebagai berikut :
    2. Memelihara bacaan Al-Qur’an dari segala macam perubahan yang mungkin saja dapat terjadi, yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab.
    3. Dasar pengambilan Hukum Fiqih sebagai hikmah dari ragam bacaan yang ada.
    4. Untuk mempermudah umat dalam membaca kitab sucinya.
    5. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari ilmu Qiro’at adalah untuk :
    6. Mengetahui lafadz atau kalimat yang dibaca oleh masing masing para imam Qiro’at.
    7. Mengetahui perbedaan-perbedaan dari cara mereka membacanya.

    5. Keistimewaan ilmu Qiro’at

    Keistimewaan ilmu Qiro’at adalah paling mulianya ilmu syari’at karena langsung berhubungan dengan Allah SWT.

    6. Peletak dasar ilmu Qiro’at

    Peletak dasar ilmu Qiro’at sebagai berikut :

    1. Para imam Qiro’at.
    2. Ada yang mengatakan Abu ‘Amr Hafsh bin ‘Amr Ad-Duri (wafat 246 H), salah seorang Rowi dari Abu ‘Amrin Al-Bashri.
    3. Ada yang mengatakan Abu ‘Ubaid Al-Qashim dan Sallam (wafat 224 H).
    4. Ada yang mengatakan selain dari mereka yang tersebut diatas.

    7. Hubungan ilmu Qiro’at dan ilmu-ilmu lainnya

    Perbedaan ilmu Qiro’at dan ilmu-ilmu lainnya sangat jelas karena dalam ilmu ini membicarakan tata cara membaca Al-Qur’an menurut para imam Qiro’at tanpa ada unsur ijtihad, melainkan hanya hasil pemindahan dari cara cara membaca orang sebelumnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sumber utamanya.

    8. Hukum syaro’

    Belajar dan mengajarkan ilmu Qiro’at hukumya fardhu kifayah.

    9. Nama ilmu yang membahas macam-macam bacaan Al-Qur’an

    Ilmu yang membahas macam-macam bacaan Al-Qur’an adalah ilmu Qiro’at.

    10. Masalah-masalah yang dibahas dalam ilmu Qiro’at

    Masalah-masalah yang dibahas dalam ilmu Qiro’at antara lain kalimat yang akhirnya berupa alif sebagai pindahan dari ya’ (dzawatul ya’), maka imam Hamzah, Al-kisa’i dan imam lain yang membacanya dengan imalah, sedangkan Warsy atau Qurro’ lain yang membaca dengan fathal atau taqlil dan lain-lain yang berhubungan dengan kaidah-kaidah yang ada dalam ilmu Qiro’at.

  • MENDZOLIMI TEMAN ADALAH PENGHAMBAT KEBERKAHAN ILMU

    MENDZOLIMI TEMAN ADALAH PENGHAMBAT KEBERKAHAN ILMU

    Sebagai seorang santri, kita harus bisa berpikir dan bijak dalam mengambil tindakan, segala hal yang ingin kita lakukan harus dipikir lebih dulu, dipikir apakah tindakan yang kita lakukan nanti berdampak baik atau buruk kepada diri kita maupun orang lain, rugi atau untung kah saat tindakan itu kita ambil, semuanya harus dipikir dengan matang. Dan salah satu tindakan yang tidak mencerminkan bahwa santri itu bisa berpikir adalah mendzolimi teman sendiri, dalam bentuk apapun itu, karena hal itu adalah penghambat keberkahan ilmu kita, baik di dunia maupun di akhirat. Mulai dari mengambil barang temannya tanpa izin, mengolok olok bahkan sampai memukul, sifat-sifat itu sangat tidak mencerminkan akhlak seorang santri.

    Yang seharusnya kita lakukan sebagai santri adalah saling menghargai dan saling mengasihi satu sama lain, sebab kita disini sama-sama berjuang, sama-sama jauh dari orangtua, sama-sama bersusah payah dalam menuntut ilmu. Apalah arti kita mencari ilmu selama ini jika kesalahan seorang teman, kita balas dengan kedzoliman, tidak ada artinya sama sekali. Akan lebih baik jika kita menjadi pribadi yang mudah memaafkan, tidak pernah menyimpan kebencian apalagi kepada teman sendiri. karena kebencian dapat menuju kerugian, yang hanya soal waktu kita akan menyesali itu.

    Dan perkara mendzolimi ini, kerugian yang dirasakan tidak hanya di dunia, di akhirat kelak Allah SWT menjanjikan neraka bagi mereka yang mendzolimi sesama makhluk. Suatu waktu diceritakan :

    Nabi bertanya kepada para sahabat “apakah kamu tahu siapa orang yang bangkrut itu?”. Sahabat menjawab “menurut kami orang yang bangkrut itu adalah orang yang tidak memiliki dirham”. Lantas Nabi menjawab “bukan seperti itu orang yang bangkrut. Orang yang bangkrut adalah orang yang nanti di akhirat membawa berbagai macam pahala, tapi dia pernah memukul seseorang, dia pernah menuduh seseorang, dia pernah mengambil harta nya seseorang. Maka kebaikan orang yang mendzolimi diberikan kepada dia yang didzolimi, dan keburukan orang yang didzolimi diberikan kepada orang yang mendzolimi sehingga dia termasuk penghuni neraka, dan itulah orang yang rugi.”

    Membenci memang manusiawi, tapi ketika berujung mendzolimi, hewan macam apakah kita hari ini?.

    Jazakumullah khairan jaza

  • merasa tahu adalah ketidaktahuan

    merasa tahu adalah ketidaktahuan

    Seperti yang kita ketahui, ilmu pengetahuan adalah kunci peradaban umat manusia. Ilmu Pengetahuan juga menjadi jalan bagi manusia untuk mencari kebenaran dan seluruh jawaban atas kompleks nya dunia. Dalam Islam sendiri, ilmu pengetahuan sudah sangat berkembang di berbagai aspek, dan tuntutan umat islam untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan di anjurkan oleh Rasulullah SAW. dalam salah satu hadits beliau :

    كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ

    Artinya: “Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima, maka kamu akan celaka” (HR.  Al-Baihaqi dari Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu)


    Dari hadits ini, beliau menegaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan titik nilai keistimewaan manusia yang dianugerahi akal dapat benar benar bernilai sebagai manusia. Sedangkan yang dimaksud Rasulullah dengan orang kelima adalah mereka yang bukan salah satu dari empat golongan hadits di atas, sampai beliau menegaskan fatahlik ‘maka celakalah kamu.’

    Disini kita tidak akan membicarakan tentang perkembangan ilmu pengetahuan atau sebagainya, tapi disini kita akan membicarakan sedikit dari banyaknya sikap yang menghambat seseorang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

    Seperti yang dikatakan judul diatas, ‘merasa tahu adalah ketidaktahuan’. Mendengar pernyataan tersebut, mungkin beberapa dari kita bertanya apa maksud dari kalimat tersebut. Arti kalimat nya memang se harfiah itu. Karena memang, saat kita merasa tahu justru itu adalah ketidaktahuan. Mengapa demikian? Karena sifat ini berbuah dari merasa, merasa bahwa diri kita paling pintar, merasa diri kita paling tahu, merasa diri kita paling superior, tanpa membedakan apa yang sebenarnya kita ketahui dan apa yang kita pikir kita ketahui,

    Hal ini dapat terjadi karena kurangnya kemampuan kita dalam mengontrol aspek kognitif yang kita miliki. Singkatnya, kita tidak dapat membedakan antara kemampuan dan ketidakmampuan itu sendiri, atau mungkin refleksi atas kemampuan yang dimiliki.

    Saat kita tidak pandai dalam mengontrol aspek ini, maka yang terjadi adalah kita hanya akan berlarut larut dalam keangkuhan, kepercayaan diri yang tinggi menyebaban kita tidak mau menerima kritik dan saran, hingga akhirnya hanya terbiasa dengan masturbasi intelektual, yang tentu sangat merugikan dan menghambat perkembangan pengetahuan. Sebab relasi ilmu pengetahuan tak sebatas akal dan pikiran, jauh didalam hati, ilmu pengetahuan juga harus hadir mengisi.

    Maka seharusnya sikap kita sebagai seorang terpelajar adalah menyadari, bahwa semakin banyak sesuatu yang kita pelajari maka lebih banyak yang belum kita ketahui. semakin banyak yang kita ketahui, tak sepantasnya kita mendongak kepada siapapun, kerendahan hati akan menuntun kita pada jawaban jawaban atas seluruh persoalan di muka bumi ini. karena sejatinya ilmu pengetahuan adalah serangkaian pertanyaan yang membawa kita pada kebijaksanaan.

    Jazakumullah khairan jaza.

  • Tujuh tahun khidmah jalur media pesantrenTujuh tahun khidmah jalur media pesantren

    Tujuh tahun khidmah jalur media pesantrenTujuh tahun khidmah jalur media pesantren

    Harapan adalah kekuatan tak terlihat, namun mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan. Kita tinggalkan cita-cita sebagai warisan, jejak langkah yang mengispirasi generasi mendatang. Bergeraklah bersama, dengan serentak, beri dampak yang besar untuk menciptakan perubahan yang berarti.

    “Bergerak, Serentak, Berdampak.”

    Memiliki makna:

    1. Bergerak (Aksi)
    Inisiatif: Nilai ini mendorong kita untuk tidak hanya berdiam diri, tetapi mengambil langkah pertama dan memulai perubahan. Ia mengajarkan bahwa ide dan gagasan hanya akan menjadi mimpi jika tidak diiringi tindakan nyata.
    Progresif: Bergerak berarti terus maju, berkembang, dan mencari solusi yang lebih baik. Nilai ini menekankan pentingnya evolusi, inovasi, dan pembelajaran tanpa henti.
    Adaptif: Dunia terus berubah, dan “bergerak” berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Nilai ini mengajarkan fleksibilitas, kemampuan untuk belajar dari pengalaman, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
    Responsif: Bergerak juga berarti tanggap terhadap kebutuhan dan tantangan yang ada. Nilai ini menekankan pentingnya kepedulian, empati, dan kesediaan untuk membantu sesama.

    2. Serentak (Persatuan)
    Kolaborasi: Serentak adalah kekuatan kebersamaan, di mana banyak orang bersatu padu untuk mencapai tujuan yang sama. Nilai ini mengajarkan pentingnya kerja sama, sinergi, dan saling mendukung.
    Solidaritas: Serentak berarti saling peduli dan berbagi rasa, menciptakan ikatan yang kuat antar sesama. Nilai ini menekankan pentingnya persaudaraan, empati, dan gotong royong.
    Inklusif: Serentak merangkul semua orang, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau golongan. Nilai ini mengajarkan pentingnya menghargai keberagaman, toleransi, dan kesetaraan.
    Harmoni: Serentak menciptakan keselarasan, di mana perbedaan menjadi kekuatan dan bukan penghalang. Nilai ini menekankan pentingnya komunikasi yang baik, saling pengertian, dan kerjasama yang produktif.

    3. Berdampak (Kontribusi)
    Signifikan: Dampak adalah perubahan positif yang kita ciptakan, sesuatu yang berarti dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Nilai ini menekankan pentingnya memberikan kontribusi nyata, bukan hanya sekadar melakukan sesuatu.
    Berkelanjutan: Dampak yang kita ciptakan haruslah sesuatu yang bertahan lama, yang terus memberikan manfaat dari generasi ke generasi. Nilai ini menekankan pentingnya visi jangka panjang, tanggung jawab, dan keberlanjutan.
    Inspiratif: Dampak yang kita ciptakan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Nilai ini menekankan pentingnya menjadi contoh yang baik, menyebarkan semangat positif, dan memotivasi orang lain untuk berkontribusi.
    Transformasi: Dampak yang kita ciptakan dapat mengubah kehidupan orang lain, bahkan mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Nilai ini menekankan pentingnya memiliki visi besar, berani bermimpi, dan bekerja keras untuk mewujudkan perubahan positif.

    Pada hari ini, 11 Februari 2025, Santripasir Media Creative genap berusia tujuh tahun, mengabdi dalam dunia media dakwah kepesantrenan dengan membawa motto “bergerak, serentak, berdampak”. Kami yakin, nilai-nilai luhur tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Motto tersebut mendorong Santripasir Media Creative untuk menjadi organisasi yang proaktif, kolaboratif, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan mengamalkan nilai-nilai ini, Santripasir Media Creative tidak hanya mencapai tujuan organisasi, namun juga memberikan arti bagi kehidupan orang lain dan menciptakan perubahan yang lebih baik bagi nusa, bangsa dan agama, khususnya dikalangan pesantren.

    Happy anniversary yang ke-7
    Santripasir Media Creative✨️